JAKARTA - MacBook Neo menjadi gebrakan baru Apple di pasar laptop murah. Dibanderol mulai Rp10 jutaan, MacBook Neo tetap membawa bodi aluminium dan chip A18 Pro yang digunakan iPhone 16 Pro.
MacBook Neo menarik perhatian karena tampilannya tidak terasa seperti laptop murah. Material aluminium daur ulang membuat perangkat ini tetap terlihat premium, bahkan ketika disandingkan dengan MacBook Air dan MacBook Pro.
Dalam pengujian, MacBook Neo juga mampu memberikan respons cepat untuk aktivitas harian. Namun, Apple memangkas sejumlah fitur penting agar harganya bisa ditekan, mulai dari RAM, keyboard backlight, trackpad, hingga jenis port.
Baca Juga: Rekomendasi Laptop 4-6 Juta 2026, Acer Aspire Lite 14 Jadi Pilihan Utama di Tengah Harga yang Naik
Desain Premium, Fitur Dipangkas
MacBook Neo tersedia dalam empat pilihan warna, yakni silver, blush, Citrus, dan indigo. Varian yang diuji memiliki penyimpanan 512 GB dengan Touch ID.
Apple menyediakan dua pilihan storage, yaitu 256 GB dan 512 GB. Touch ID hanya tersedia pada model 512 GB. Sementara itu, seluruh varian menggunakan RAM 8 GB.
Dari sisi desain, MacBook Neo tetap mempertahankan ciri khas Apple. Bodinya menggunakan aluminium dan memiliki kualitas rakitan yang solid. Layar juga bisa dibuka menggunakan satu tangan tanpa membuat bagian bawah laptop ikut terangkat.
Namun, ada sejumlah penghematan. MacBook Neo hanya mempunyai dua port USB-C. Satu mendukung USB 3 dengan kecepatan hingga 10 Gbps, sedangkan port lainnya masih USB 2 dengan kecepatan 480 Mbps.
Berbeda dengan MacBook Air dan Pro yang sudah memakai Thunderbolt, MacBook Neo tidak memiliki MagSafe. Pengisian daya dilakukan melalui USB-C sehingga kabel yang tertarik berpotensi ikut menarik laptop.
Layar 60 Hz dan Keyboard Tanpa Backlight
MacBook Neo menggunakan layar Liquid Retina berukuran sekitar 13 inci dengan refresh rate 60 Hz. Bezelnya terlihat lebih tebal dibandingkan MacBook Air maupun MacBook Pro generasi terbaru.
Keyboard memberikan pengalaman mengetik yang masih nyaman. Akan tetapi, Apple menghilangkan fitur backlight. Kekurangan tersebut cukup terasa ketika laptop digunakan dalam kondisi minim cahaya.
Trackpad juga menjadi bagian yang berbeda. MacBook Neo menggunakan mekanisme klik fisik, bukan haptic feedback seperti pada MacBook Air dan MacBook Pro.
Untuk speaker dan gesture trackpad, perangkat ini masih memberikan pengalaman khas MacBook. Speaker cukup mumpuni untuk video, musik, maupun rapat daring.
Baca Juga: Ramah di Kantong, Berikut Rekomendasi Laptop Terbaik untuk Pelajar di 2025, Mulai 2 Jutaan!
Chip A18 Pro Jadi Daya Tarik Utama
Salah satu hal paling menarik dari MacBook Neo adalah penggunaan chip A18 Pro. Prosesor tersebut sebelumnya digunakan pada iPhone 16 Pro.
A18 Pro memiliki enam core CPU. Jumlah tersebut jauh di bawah chip M5 yang mempunyai 10 core dan M5 Max dengan 18 core. Namun, kemampuan single-core A18 Pro ternyata cukup mengejutkan.
Dalam pengujian benchmark, MacBook Neo mencatat skor single-core sekitar 3.500 poin. Angka itu mendekati MacBook Pro M4 Max yang berada di kisaran 3.925 poin dan bahkan melampaui MacBook Air M2 yang mencatat sekitar 2.569 poin.
Artinya, MacBook Neo masih gesit untuk browsing, membuka aplikasi, mengetik, konferensi video, dan pekerjaan ringan. Namun, kemampuan tersebut tidak berlaku untuk beban berat secara terus-menerus.
Rendering video, multitasking berat, dan pekerjaan yang membutuhkan performa multi-core menjadi area yang kurang cocok. MacBook Neo juga tidak memiliki kipas internal, sama seperti MacBook Air.
Harga Jadi Penentu
MacBook Neo dibanderol mulai 849 dolar Singapura atau sekitar Rp10,2 juta berdasarkan harga yang disebut dalam video. Model 512 GB tentu lebih mahal dibandingkan varian 256 GB.
Dengan harga tersebut, MacBook Neo menjadi pilihan menarik bagi pengguna yang menginginkan ekosistem Apple tanpa harus membeli MacBook Air atau Pro terbaru.
Namun, jika anggaran masih bisa ditambah, MacBook Air generasi sebelumnya yang sudah turun harga juga patut dipertimbangkan. Terlebih, kapasitas RAM dan kemampuan chip seri M lebih menjanjikan untuk pemakaian jangka panjang.
MacBook Neo akhirnya menjadi eksperimen menarik Apple. Perangkat ini memang tidak menawarkan spesifikasi tertinggi, tetapi berhasil mempertahankan sejumlah pengalaman premium dengan harga lebih rendah.
Editor : Muhammad Tafrihatu Zaidan Al AkhbariSumber : youtuber cupu