JAKARTA - MacBook Neo membuktikan diri bukan sekadar laptop Apple murah setelah diuji selama 30 hari. Perangkat ini mampu menangani editing 1080p, browsing, gaming ringan, serta bertahan hingga 10 jam untuk pemakaian harian.
MacBook Neo sempat diragukan karena menggunakan chip A18 Pro yang sebelumnya dikenal sebagai prosesor iPhone 16 Pro. Ditambah RAM 8 GB dan sistem pendingin tanpa kipas, spesifikasinya terlihat sederhana untuk sebuah laptop.
Namun, penggunaan selama sebulan menunjukkan hasil berbeda. MacBook Neo tetap responsif untuk berbagai aktivitas, sementara kualitas bodi, layar, speaker, dan efisiensi baterainya justru menjadi keunggulan utama.
Baca Juga: Review MacBook Pro M5 2025: Spesifikasi Ngebut, Harga Jadi Sorotan, Layak Upgrade dari M1 hingga M3?
Performa A18 Pro Masih Mumpuni
Pengujian dilakukan menggunakan Adobe Premiere dan Photoshop. Untuk video pendek sekitar satu menit dengan berbagai efek, MacBook Neo mampu menjalankan preview dan proses rendering dengan baik.
Batas kemampuan mulai terlihat ketika digunakan mengedit video panjang berdurasi sekitar sembilan menit dengan efek penuh dan color grading. Preview mulai tersendat, meski masih bisa digunakan setelah resolusi preview diturunkan.
Artinya, MacBook Neo masih cocok untuk editing video 1080p, tetapi kurang ideal bagi kreator yang rutin menangani proyek berat dan berdurasi panjang.
Baca Juga: Asus TUF Gaming A14 Resmi di Indonesia, Laptop RTX 4060 Tipis 1,46 Kg
Kemampuan gaming juga diuji melalui Minecraft Java. Permainan dapat berjalan dengan baik tanpa shader. Ketika menggunakan shader dan tekstur tinggi, frame rate mulai turun sehingga pengaturan grafis perlu diturunkan.
Menariknya, RAM 8 GB ternyata tidak menjadi masalah besar selama pemakaian sehari-hari. Safari dengan belasan tab, aplikasi musik, Photoshop, dan pekerjaan mengetik dapat dijalankan bersamaan tanpa muncul gangguan berarti.
Bodi Premium dan Detail yang Diperhatikan
MacBook Neo tetap mempertahankan material metal yang solid. Kualitas rakitannya bahkan dinilai mampu disandingkan dengan MacBook kelas lebih tinggi.
Baca Juga: Mahasiswa Akuntansi di Tulungagung Ada Rekomendasi Laptop Murah 2025
Layar juga dapat dibuka menggunakan satu tangan. Detail kecil seperti kaki anti-slip, port pengisian daya, hingga keyboard dibuat mengikuti warna bodi.
Apple menyediakan sejumlah pilihan warna cerah. Pendekatan tersebut membuat MacBook Neo terlihat lebih kasual dibandingkan MacBook lain yang cenderung memiliki pilihan warna lebih konservatif.
Namun, Apple memangkas beberapa fitur. Keyboard tidak memiliki backlight, sementara trackpad menggunakan mekanisme mechanical, bukan haptic feedback seperti pada MacBook Air.
Kamera depan sudah mendukung resolusi 1080p, tetapi belum memiliki fitur Center Stage. Mikrofon juga masih menggunakan dual-mic array.
Baterai MacBook Neo Tahan Lama
Salah satu hasil pengujian paling menarik adalah daya tahan baterai. MacBook Neo memiliki baterai berkapasitas 36,5 Wh atau sekitar 9.864 mAh.
Untuk penggunaan sebagai content creator, termasuk editing video dan Photoshop, baterai mampu bertahan sekitar 5 jam 30 menit.
Sementara itu, penggunaan ringan seperti browsing, mendengarkan musik, menonton video, dan mengetik mampu mencapai 9-10 jam.
Ketika digunakan bermain Minecraft Java tanpa shader, daya tahan baterai mencapai sekitar 6 jam 20 menit. Hasil tersebut menunjukkan efisiensi chip Apple Silicon tetap menjadi salah satu kekuatan utama MacBook Neo.
Apple memang mengklaim daya tahan hingga 16 jam. Namun, angka tersebut berasal dari skenario pengujian tertentu dengan tingkat kecerahan dan aktivitas yang lebih ringan.
Pengujian penggunaan nyata menunjukkan angka lebih rendah, tetapi tetap tergolong awet untuk laptop tanpa kipas.
Port dan Fitur yang Dipangkas
MacBook Neo hanya memiliki dua port USB-C dengan kemampuan berbeda. Salah satunya menggunakan USB 3, sedangkan port lainnya masih USB 2.
Pengguna harus memperhatikan posisi port ketika ingin mentransfer data atau menghubungkan monitor eksternal. Menariknya, sistem macOS memberikan notifikasi ketika pengguna menggunakan port yang kurang optimal.
Baca Juga: Ramah di Kantong, Berikut Rekomendasi Laptop Terbaik untuk Pelajar di 2025, Mulai 2 Jutaan!
Untuk pengisian daya, perangkat dibekali charger 20 watt. Namun, MacBook Neo mampu menerima daya hingga 30 watt. Pengujian dari 5 persen hingga 100 persen menggunakan charger berdaya lebih tinggi membutuhkan sekitar 2 jam 3 menit.
Varian 256 GB juga tidak memiliki Touch ID. Pengguna harus memasukkan password secara manual. Karena itu, model 512 GB lebih menarik bagi pengguna yang menginginkan sensor sidik jari.
Setelah digunakan selama 30 hari, MacBook Neo terbukti mampu menjawab kebutuhan mayoritas pengguna. Performa cukup kencang, baterai awet, layar tetap tajam, speaker nyaman, dan build quality solid.
Dengan berbagai kompromi seperti RAM 8 GB, keyboard tanpa backlight, trackpad mechanical, serta port terbatas, MacBook Neo tetap menjadi pilihan menarik. Terutama bagi pengguna yang menginginkan pengalaman macOS tanpa harus membayar lebih untuk MacBook kelas atas.
Editor : Muhammad Tafrihatu Zaidan Al AkhbariSumber : Up To Date IDN