JAKARTA - Laptop 5–7 juta menjadi salah satu segmen yang perlu dicermati sebelum membeli. Di kelas ini, pembeli tidak cukup hanya melihat harga dan prosesor karena perbedaan RAM, jenis layar, kemampuan upgrade, hingga konfigurasi dual channel bisa membuat performanya berbeda jauh.
Laptop 5–7 juta disebut menjadi segmen yang cukup rumit karena berada di antara laptop murah dan kelas menengah. Pilihan yang tersedia memiliki spesifikasi beragam, mulai dari prosesor Intel Core i3 hingga chip hemat daya seperti Intel N305.
Dalam video rekomendasi tersebut, Asus Vivobook 14 A1404ZA menjadi salah satu contoh laptop yang terlihat menarik dengan harga sekitar Rp6,7 juta. Perangkat ini membawa Intel Core i3-1215U, RAM 8 GB DDR4, SSD 256 GB, dan layar Full HD.
Laptop tersebut juga menawarkan sejumlah fitur tambahan seperti keyboard backlit, sensor sidik jari, penutup fisik webcam, engsel 180 derajat, serta Microsoft Office Home and Student.
Namun, ada model yang dinilai lebih menarik dengan selisih harga sekitar Rp200 ribu. Asus Vivobook 14 A1405ZA disebut membawa kapasitas SSD 512 GB, panel IPS, rasio layar 16:10, tingkat kecerahan sekitar 300 nits, dan speaker yang lebih baik.
Salah satu pertimbangan penting ketika memilih laptop 5–7 juta adalah konfigurasi RAM. Prosesor yang sebenarnya cukup bertenaga dapat kehilangan performa apabila hanya menggunakan RAM single channel.
Baca Juga: Modal Rp44 Ribu Bisa Jadi 27 Es Krim Cokelat, Dijual Rp3.000 Sudah Cuan? Ini Hitungannya
Pada pengujian yang dibahas, kombinasi Intel Core i3-1215U dengan RAM 16 GB dual channel mampu memberikan performa gaming yang jauh lebih baik dibandingkan konfigurasi single channel. Karena itu, kemampuan upgrade RAM menjadi salah satu faktor penting.
Tidak semua laptop menyediakan opsi tersebut. HP 14-EP0090TU, misalnya, menggunakan Intel Core i3-N305 dengan delapan efficiency core dan hanya memiliki satu slot RAM sehingga pengguna tidak bisa menambah kapasitas melalui konfigurasi dual channel.
Sebaliknya, HP 14s-DQ5115TU menggunakan Intel Core i3-1215U dan menjadi opsi yang perlu diperhatikan jika pengguna menginginkan prosesor yang lebih cocok untuk pekerjaan yang membutuhkan performa.
Baca Juga: Harga Telur Ayam Anjlok, Peternak di Tiga Daerah Gelar Aksi dan Bagikan Telur Gratis
MSI Modern 14 C12M juga sudah menggunakan RAM 8 GB dual channel sejak awal. Namun, RAM-nya disolder sehingga kapasitas tersebut tidak dapat ditambah ketika kebutuhan pengguna meningkat.
Pilihan menarik lainnya adalah Acer Aspire A314-36M yang berada di kisaran Rp5 jutaan. Laptop tersebut menggunakan Intel Core i3-N305, RAM 8 GB DDR5, SSD 512 GB, layar Full HD, Windows 11, serta Microsoft Office Home and Student.
Dengan konfigurasi tersebut, laptop masih dapat digunakan untuk gaming ringan. Genshin Impact disebut dapat dimainkan sekitar 40 FPS dengan pengaturan grafis terendah, sementara Valorant masih dapat dimainkan dengan nyaman.
Baca Juga: Es Krim Rumahan Lembut dan Creamy, Cuma Pakai Bahan Sederhana Bisa Jadi Ide Jualan
Kekurangannya, RAM 8 GB pada perangkat tersebut sudah tersolder sehingga tidak bisa di-upgrade. Meski begitu, harga yang lebih rendah membuat pengguna memiliki sisa anggaran sekitar Rp1,2 juta hingga Rp1,5 juta yang bisa dialihkan untuk membeli monitor tambahan.
Hal lain yang harus diperhatikan adalah kode model. Acer Aspire A314-36M disebut memiliki layar Full HD, sedangkan varian tanpa kode 36M bisa menggunakan layar beresolusi lebih rendah. Perbedaannya bahkan disebut hanya sekitar Rp100 ribu.
Rekomendasi tersebut menekankan bahwa laptop 5–7 juta tidak bisa dipilih hanya berdasarkan harga atau generasi prosesor. Pengguna perlu menentukan kebutuhan sejak awal, termasuk untuk pekerjaan kantor, gaming ringan, editing, mobilitas, atau penggunaan dengan monitor eksternal.
Baca Juga: Harga Telur Ayam Anjlok, Peternak di Tiga Daerah Gelar Aksi dan Bagikan Telur Gratis
Pembeli juga disarankan membandingkan laptop yang baru diluncurkan dengan model lama yang masih menggunakan teknologi prosesor relatif baru. Dalam beberapa kasus, laptop yang sudah berusia enam bulan hingga satu tahun dapat mengalami penurunan harga cukup besar.
Pada akhirnya, tidak ada satu laptop yang otomatis menjadi pilihan terbaik untuk semua pengguna. Konfigurasi RAM, jenis panel layar, kapasitas SSD, kemampuan upgrade, serta harga terbaru perlu diperiksa secara bersamaan sebelum menentukan pilihan.
Editor : Brilian Syifa Almasih