JAKARTA - Xiaomi 18 Pro Max disebut bakal menjadi smartphone flagship kasta tertinggi Xiaomi pada 2026. Bocoran yang dirangkum dalam video menyebut ponsel ini membawa sejumlah spesifikasi ekstrem, mulai dari layar ganda OLED 120 Hz, chipset Snapdragon 8 Elite Gen 6 Pro, baterai silikon karbon 8.500 mAh, hingga kamera 200 MP.
Dalam video tersebut, Xiaomi 18 Pro Max juga disebut hadir tanpa varian Ultra. Posisi tersebut membuat perangkat ini diproyeksikan menjadi model paling tinggi dalam lini Xiaomi tahun ini. Namun, seluruh spesifikasi dan harga yang dibahas masih berupa informasi bocoran dan belum disebut sebagai pengumuman resmi.
Jika bocoran tersebut benar, Xiaomi 18 Pro Max menawarkan enam keunggulan utama. Salah satunya adalah penggunaan dua layar OLED dengan refresh rate 120 Hz.
Baca Juga: Bansos September 2026 Disebut Cair, Ini PKH, BPNT, PIP, PBI dan Bantuan Beras
Layar utama Xiaomi 18 Pro Max disebut berukuran 6,9 inci dengan resolusi 2K OLED dan panel LTPO. Ponsel ini juga dikabarkan memiliki layar kedua berukuran 4 inci dengan panel RGB OLED 120 Hz di bagian belakang bodi.
Untuk perlindungan, layar utama disebut menggunakan Xiaomi Crystal Glass. Teknologi Dolby Vision dan fitur privasi display juga diklaim tersedia untuk memberikan pengalaman visual sekaligus menjaga tampilan layar agar tidak mudah dilihat orang di sekitar.
Sektor performa menjadi keunggulan berikutnya. Xiaomi 18 Pro Max disebut menggunakan Snapdragon 8 Elite Gen 6 Pro dengan fabrikasi 2 nanometer.
Baca Juga: CPNS 2027 Terbaru, Ini Jalur Guru PPPK Menuju PNS dan Beda Status Paruh Waktu
Chipset tersebut dikombinasikan dengan RAM LPDDR6X dan penyimpanan UFS 5. Sistem pendingin vapor chamber berukuran besar juga disebut disiapkan untuk membantu menjaga performa ketika perangkat digunakan menjalankan gim berat.
Bocoran lainnya menyebut Xiaomi 18 Pro Max dibekali baterai silikon karbon berkapasitas 8.500 mAh. Pengisian dayanya diklaim mencapai 100 watt. Ponsel tersebut juga disebut membawa chip khusus GT1 untuk membantu manajemen baterai dan memperkuat sinyal.
Sektor kamera menjadi bagian yang paling menonjol. Xiaomi 18 Pro Max disebut memiliki kamera utama 200 MP, kamera periskop telefoto 200 MP, ultrawide 50 MP, serta kamera depan 50 MP.
Baca Juga: Bantuan Sosial September 2026: PKH, BPNT, PIP, PBI hingga Beras Masih Disalurkan
Kolaborasi dengan Leica juga disebut tetap menjadi bagian dari sistem kamera. Video menyebut perangkat tersebut mendukung teknologi Leica, telemakro hingga jarak 15 cm, serta teleconverter untuk kebutuhan pemotretan dari jarak jauh.
Dari sisi ketahanan fisik, Xiaomi 18 Pro Max diklaim mengantongi sertifikasi IP68 dan IP69. Bodi perangkat disebut menggunakan kombinasi frame aluminium dan kaca.
Fitur lain yang disebut hadir antara lain pemindai sidik jari ultrasonik 3D, speaker stereo, tiga mikrofon, USB Type-C 3.2 Gen 1, Wi-Fi 7, dukungan dual SIM, serta tombol pintasan fisik untuk aplikasi atau fitur AI.
Baca Juga: Debut di Mini Soccer, SMKN 1 Tulungagung Genjot Latihan Jelang Bahlil Mini Soccer 2026
Namun, di balik spesifikasi tersebut terdapat beberapa kekurangan yang perlu diperhatikan. Tidak adanya varian Ultra disebut menjadi salah satu konsekuensinya. Selain itu, kombinasi baterai 8.500 mAh dan modul kamera periskop 200 MP diperkirakan membuat bodi perangkat lebih tebal dan berat.
Harga juga menjadi persoalan. Dalam video disebut Xiaomi 17 Pro Max sebelumnya berada di kisaran Rp13,9 juta untuk varian RAM terendah dan Rp16,2 juta untuk varian RAM tertinggi. Dengan peningkatan spesifikasi yang dirumorkan pada generasi baru, Xiaomi 18 Pro Max diperkirakan akan dibanderol lebih mahal.
Layar kedua berukuran 4 inci di bagian belakang juga dinilai belum tentu dibutuhkan semua pengguna. Fitur tersebut disebut dapat digunakan untuk preview foto atau mengecek notifikasi, tetapi sekaligus berpotensi menambah biaya produksi.
Dengan kombinasi chipset 2 nanometer, baterai 8.500 mAh, kamera ganda 200 MP, serta layar belakang 4 inci, Xiaomi 18 Pro Max memang digambarkan sebagai perangkat dengan spesifikasi ekstrem. Namun, keputusan membeli tetap bergantung pada kebutuhan pengguna dan harga resmi ketika perangkat tersebut benar-benar diperkenalkan.
Editor : Brilian Syifa Almasih