JAKARTA - HP Vivo kamera OIS menjadi pilihan menarik bagi content creator yang baru mulai membuat konten tanpa harus langsung membeli kamera profesional. Dalam rekomendasi Denzopro, terdapat delapan model dengan kemampuan kamera dan harga berbeda, mulai Rp4 jutaan.
Optical Image Stabilization (OIS) menjadi salah satu fitur penting yang perlu diperhatikan ketika memilih HP untuk membuat konten. Teknologi ini membantu mengurangi efek guncangan sehingga hasil foto maupun video lebih stabil.
Namun, OIS bukan satu-satunya pertimbangan. Kemampuan merekam video 4K, kamera depan ultrawide, autofokus, kapasitas penyimpanan, baterai, hingga performa untuk mengedit video juga perlu diperhatikan.
Dari delapan model yang direkomendasikan, Vivo menawarkan pilihan untuk berbagai kebutuhan kreator. Berikut rinciannya berdasarkan transkrip video Denzopro.
Pilihan Mulai Rp4 Jutaan
Model pertama adalah Vivo Z10 5G. Ponsel ini membawa kamera utama 50 MP dengan PDAF dan OIS. Kamera belakangnya mampu merekam video hingga 4K 30 fps dan dilengkapi gyro EIS pada kualitas video tertentu.
Kamera depannya beresolusi 32 MP dengan bukaan f/2.0. Namun, kamera selfie hanya mendukung video 1080p 30 fps tanpa stabilisasi. Harganya disebut mulai Rp4,6 jutaan.
Berikutnya ada Vivo T5 Pro 5G. Kamera utamanya menggunakan sensor Sony IMX 882 50 MP dengan aperture f/1.8. Ada pula kamera ultrawide 8 MP dengan sudut pandang 120 derajat.
Kamera depan 32 MP sudah mendukung video 4K 30 fps. Kamera depan dan belakang juga dibekali EIS. Ponsel ini dibanderol mulai Rp4,7 jutaan.
Vivo IQ Z11 menjadi pilihan ketiga dengan kamera utama Sony IMX 882 50 MP, aperture f/1.8, OIS, dan EIS. Kamera selfie 32 MP juga mampu merekam video 4K 30 fps. Harganya mulai Rp5,7 jutaan.
Kamera Lebih Serius di Kelas Menengah
Vivo V40 5G membawa kamera utama 50 MP dengan PDAF dan OIS. Kamera tersebut ditemani ultrawide 50 MP bersudut pandang 119 derajat serta kamera depan 50 MP autofokus.
Kamera depan dan belakang mendukung video 4K 30 fps. Kamera belakang juga mendapatkan OIS dan stabilisasi tambahan. Harganya disebut mulai Rp5,9 jutaan.
Selanjutnya Vivo IQ Z10R 5G mengandalkan kamera utama Sony IMX 882 50 MP dengan sensor berukuran 1/1,95 inci. Kamera ultrawide 8 MP memiliki sudut pandang 120 derajat.
Kamera utama mampu merekam 4K 30 fps dan 1080p 60 fps dengan gyro EIS. Kamera selfie 32 MP juga mendukung video 4K 30 fps. Harganya mulai Rp6,2 jutaan.
Vivo IQ Neo 10 5G ditujukan bagi pengguna dengan kebutuhan konten lebih serius. Kamera utama 50 MP menggunakan lensa Sony dengan PDAF dan OIS, sedangkan kamera ultrawide beresolusi 8 MP.
Kemampuan videonya mencapai 4K 60 fps. Kamera depan 32 MP juga mendukung 4K 60 fps dengan stabilisasi pada fitur tertentu. Harganya mulai Rp6,6 jutaan.
Vivo V50 dan Kamera 200 MP
Vivo V50 5G membawa tiga kamera 50 MP. Konfigurasinya terdiri dari kamera utama dengan OIS, ultrawide 119 derajat, serta kamera selfie dengan sudut pandang 92 derajat dan AI facial contouring.
Seluruh lensa mendukung video hingga 4K 30 fps. Fitur Aura Live Portrait juga membantu pencahayaan saat kondisi minim cahaya. Harganya disebut mulai Rp9 jutaan.
Pilihan terakhir adalah Vivo V70 FE 5G. Kamera utamanya memakai sensor Samsung HP5 200 MP dengan PDAF dan OIS. Ponsel ini juga membawa AI 30 kali super zoom dengan telefoto enhancement.
Kamera belakang mampu merekam video 4K 30 fps dengan OIS dan AIS. Kamera ultrawide 8 MP memiliki sudut pandang 120 derajat, sedangkan kamera selfie 32 MP juga mendukung 4K 30 fps.
Untuk harganya, Vivo V70 FE 5G disebut dibanderol mulai Rp6,9 jutaan. Dengan pilihan tersebut, HP Vivo kamera OIS menawarkan rentang kemampuan yang cukup luas, dari kebutuhan konten harian hingga produksi video yang lebih serius.
Editor : Muhammad Tafrihatu Zaidan Al AkhbariSumber : DenzhoPro