TULUNGAGUNG - Realme C100 menunjukkan keunggulan utama pada daya tahan baterai setelah digunakan sebagai ponsel harian selama sekitar dua bulan. Dengan baterai berkapasitas 8.000 mAh dan dukungan pengisian 45W SuperVOOC, ponsel ini dinilai mampu menunjang aktivitas padat tanpa terlalu sering mencari colokan.
Pengalaman tersebut dibagikan dalam sebuah ulasan setelah Realme C100 digunakan untuk berbagai kebutuhan sehari-hari. Aktivitas yang dilakukan cukup beragam, mulai dari navigasi GPS saat berkendara, scrolling media sosial, streaming, bermain gim, hingga membalas percakapan pekerjaan.
Dalam penggunaan tersebut, daya tahan baterai menjadi bagian yang paling menonjol. Ponsel diklaim masih menyisakan banyak daya ketika digunakan sejak pagi hingga malam. Bahkan, dalam kondisi penggunaan tertentu, baterai disebut baru benar-benar habis pada hari ketiga setelah pengisian penuh.
Pengalaman itu membuat kebutuhan membawa charger atau power bank menjadi jauh berkurang. "Realme C100 has genuinely made me forget where I even keep my charger," kata pengulas dalam transkrip, menggambarkan betapa jarangnya ia perlu mencari sumber listrik selama menggunakan ponsel tersebut.
Baca Juga: 9 HP RAM 12 GB 512 GB Terbaik 2026, Harga Mulai Rp5 Jutaan
Kapasitas baterai 8.000 mAh memang menjadi daya tarik utama Realme C100. Namun, kapasitas besar biasanya membuat pengguna khawatir proses pengisian membutuhkan waktu lama.
Kekhawatiran itu disebut tidak terlalu terasa karena ponsel telah dibekali teknologi 45W SuperVOOC. Dalam transkrip, pengisian dari kondisi kosong hingga 100 persen disebut membutuhkan waktu sekitar satu setengah jam.
Dengan durasi tersebut, pengulas menilai kombinasi kapasitas baterai besar dan pengisian relatif cepat menjadi salah satu keunggulan penting. Fitur bypass charging yang tersedia pun disebut jarang digunakan karena daya tahan baterai sudah dianggap mencukupi.
Selain baterai, desain Realme C100 juga mendapat penilaian positif. Varian putih yang digunakan memiliki pola menyerupai bulu pada bagian belakang yang dapat memantulkan cahaya. Modul kamera di bagian belakang juga tampak memiliki beberapa lingkaran, meski menurut ulasan hanya terdapat satu kamera aktif.
Bagian lain yang menarik adalah "full light" yang berfungsi sebagai lampu indikator. Lampu tersebut dapat berkedip ketika ada notifikasi atau saat pengguna memutar musik. Fitur ini dianggap membantu ketika ponsel diletakkan di atas meja dan pengguna ingin mengetahui adanya notifikasi tanpa harus membuka layar.
Baca Juga: HP Kamera Terbaik 2026: 8 Pilihan untuk Foto, Video hingga Zoom
Di luar baterai, Realme C100 masih memiliki sejumlah kompromi. Ponsel ini menggunakan layar IPS LCD 6,8 inci dengan resolusi HD Plus. Ketajamannya dinilai standar, terutama jika dibandingkan dengan perangkat yang sudah menggunakan layar Full HD atau lebih tinggi.
Meski begitu, refresh rate 120 Hz membuat navigasi terasa lebih mulus. Kecerahan puncak hingga 1.200 nits juga dinilai cukup membantu ketika layar digunakan di luar ruangan, termasuk saat membuka peta ketika berkendara.
Untuk konsumsi video, terdapat beberapa catatan. Bezel layar disebut cukup tebal, terutama pada bagian bawah. Ponsel juga menggunakan satu speaker mono yang mengarah ke bawah. Selain itu, sertifikasi Widevine pada perangkat disebut berada di level L3 sehingga streaming Netflix terbatas pada kualitas SD.
Sementara itu, sektor kamera justru dinilai mampu melampaui ekspektasi. Kamera utama 50 megapiksel disebut menghasilkan foto yang cukup baik dalam kondisi pencahayaan terang. Detail, warna, dan dynamic range dinilai cukup bagus untuk kelas harganya.
Kamera selfie 8 megapiksel juga dianggap memadai untuk dokumentasi sehari-hari. Namun, kualitas foto mulai menurun ketika fitur zoom digunakan. Untuk perekaman video, kamera depan dan belakang disebut terbatas pada resolusi 1080p dengan 30 fps.
Dari sisi performa, Realme C100 menggunakan chipset Helio G92 Max. Saat membuka aplikasi, terdapat sedikit jeda, tetapi setelah aplikasi terbuka performanya dinilai cukup responsif. Multitasking menggunakan split-screen dan floating window juga dapat dilakukan, sementara pengelolaan RAM membuat aplikasi di latar belakang disebut jarang melakukan reload.
Ponsel ini lebih cocok untuk produktivitas harian dan hiburan ringan. Pengujian Mobile Legends disebut berjalan dengan baik, sedangkan performa untuk gim berat dinilai bukan menjadi keunggulan utamanya.
Secara keseluruhan, ulasan dua bulan tersebut menempatkan Realme C100 sebagai ponsel yang menarik bagi pengguna yang mengutamakan baterai besar dan daya tahan untuk aktivitas sehari-hari. Di sisi lain, pengguna tetap harus menerima kompromi pada layar HD Plus, speaker mono, serta chipset yang dinilai sudah berusia sekitar dua tahun.
Editor : Syarifatul InsaniyahSumber : Diolah dari berbagai sumber