JAKARTA - Samsung Galaxy S27 Ultra dikabarkan membawa sejumlah perubahan besar, mulai dari baterai lebih besar hingga desain yang lebih nyaman digenggam. Namun, rencana penggunaan prosesor Exynos 2700 di sejumlah pasar justru menjadi salah satu isu paling kontroversial.
Informasi tersebut disampaikan dalam video teknologi yang membahas perkembangan terbaru Galaxy S27 Ultra. Sejumlah laporan dan bocoran disebut mengungkap detail pengisian daya, kapasitas baterai, desain, serta kemungkinan prosesor yang akan digunakan Samsung.
Pengisian Daya Belum Banyak Berubah
Seluruh varian Galaxy S27 disebut telah menerima sertifikasi yang mengungkap kemampuan pengisian daya kabelnya. Galaxy S27 Ultra dan S27 Pro dikabarkan mendukung pengisian daya 60W.
Baca Juga: Jalan Lingkar Wonorejo Tulungagung Terkendala Kewenangan, Pemkab Siapkan Langkah ke DPR RI
Sementara itu, Galaxy S27 standar diperkirakan tetap menggunakan pengisian daya 25W. Galaxy S27 Plus juga disebut masih mempertahankan kemampuan 45W.
Galaxy S27 Ultra dan S27 Pro diperkirakan memperoleh baterai berbasis silikon-karbon yang lebih besar. Namun, kapasitas pasti baterai pada model-model tersebut belum diketahui.
Informasi mengenai pengisian daya nirkabel juga belum tersedia. Karena itu, belum ada kepastian apakah Samsung akan memberikan peningkatan pada fitur tersebut.
Kesamaan pengisian daya 60W antara Galaxy S27 Ultra dan S27 Pro turut memperkuat dugaan bahwa model Pro akan menjadi versi lebih kecil dari Ultra. Perbedaan utamanya disebut terletak pada dukungan S Pen yang kemungkinan hanya tersedia di model Ultra.
Baterai Galaxy S27 Ultra Diklaim Lebih Besar
Perubahan lain yang menjadi sorotan adalah desain Galaxy S27 Ultra. Berdasarkan dimensi CAD yang dibahas dalam video, ponsel tersebut disebut memiliki rangka yang sedikit lebih membulat dengan sudut lebih lembut dibandingkan Galaxy S26 Ultra.
Baca Juga: Usaha Buket Mahasiswa Ini Sempat Rugi Dua Tahun, Kini Omzet Tembus Rp 2 Juta saat Wisuda
Samsung juga dikabarkan menambahkan bevel yang lebih dalam. Perubahan itu diperkirakan membuat perangkat terasa lebih nyaman saat digenggam, meskipun perbedaannya mungkin tidak terlalu terlihat dalam foto.
Dari sisi baterai, sebuah bocoran menyebut Galaxy S27 Ultra berpotensi memiliki daya tahan baterai paling mengesankan yang pernah ditawarkan ponsel Galaxy. Klaim tersebut masih perlu dibuktikan.
Bocoran yang sama menyebut kapasitas baterai Galaxy S27 Ultra meningkat 14 persen atau sekitar 700mAh. Peningkatan itu disebut belum memperhitungkan kemungkinan efisiensi dari prosesor, layar, modem, dan sistem manajemen daya.
Samsung juga dinilai memiliki kemampuan optimasi baterai yang baik. Dalam sejumlah pengujian baterai terbaru yang disebut dalam video, ponsel Samsung dengan baterai 5.000mAh mampu bersaing, bahkan terkadang mengungguli ponsel Tiongkok dengan kapasitas baterai 6.000mAh atau lebih besar.
Jika efisiensi tersebut tetap dipertahankan, tambahan 700mAh berpotensi memberikan peningkatan daya tahan yang cukup signifikan.
Exynos 2700 Jadi Perdebatan
Isu paling menarik muncul dari kemungkinan penggunaan Exynos 2700 pada Galaxy S27 Ultra. Sebuah publikasi Korea dilaporkan menyebut Samsung telah memesan motherboard Galaxy S27 Ultra yang dilengkapi prosesor tersebut.
Laporan itu mengarah pada dugaan bahwa Samsung dapat menggunakan Exynos 2700 di sejumlah pasar, termasuk Korea Selatan. Sementara itu, Amerika Serikat disebut akan memperoleh varian Snapdragon secara eksklusif.
Jika benar, langkah tersebut akan menjadi penggunaan prosesor Exynos pada model Ultra untuk pertama kalinya dalam lima tahun. Namun, sumber lain menyebut pesanan Exynos itu bisa menjadi strategi negosiasi Samsung untuk menekan harga prosesor Snapdragon 8 Elite Extreme Gen 5 dari Qualcomm.
Sumber tersebut juga mengklaim Samsung telah berhasil melakukan negosiasi harga. Dengan demikian, Galaxy S27 Ultra masih berpeluang menggunakan Snapdragon secara eksklusif.
Belum ada kepastian mengenai skenario yang akan dipilih Samsung. Bocoran tambahan masih diperlukan untuk memastikan prosesor yang akan digunakan pada masing-masing pasar.
Di sisi lain, Exynos 2700 disebut memiliki spesifikasi yang menjanjikan. Bocoran terbaru mengklaim prosesor tersebut akan menggunakan CPU deca-core, cache sistem 24MB, serta NPU yang lebih besar.
Spesifikasi itu berpotensi meningkatkan performa. Bahkan, sejumlah laporan menyebut Exynos 2700 dapat mengungguli Snapdragon 8 Elite Extreme Gen 6 dalam pengujian tertentu.
Namun, performa puncak bukan satu-satunya faktor penting. Performa berkelanjutan dan efisiensi daya juga menjadi pertimbangan utama. Pengalaman sebelumnya menunjukkan bahwa klaim keunggulan Exynos atas Snapdragon belum tentu sepenuhnya terbukti setelah perangkat resmi meluncur.
Jika Samsung benar-benar menggunakan Exynos 2700 pada Galaxy S27 Ultra, keputusan tersebut dapat memicu kembali perdebatan Exynos versus Snapdragon. Model Ultra selama ini diposisikan sebagai perangkat dengan kemampuan terbaik dari Samsung.
Karena itu, penggunaan prosesor berbeda di setiap pasar berpotensi menjadi risiko besar. Samsung masih perlu memastikan keputusan tersebut tidak mengurangi kepercayaan pengguna terhadap lini Ultra.
- Samsung Galaxy S27 Ultra dikabarkan membawa sejumlah perubahan besar, mulai dari baterai lebih besar hingga desain yang lebih nyaman digenggam. Namun, rencana penggunaan prosesor Exynos 2700 di sejumlah pasar justru menjadi salah satu isu paling kontroversial.
Informasi tersebut disampaikan dalam video teknologi yang membahas perkembangan terbaru Galaxy S27 Ultra. Sejumlah laporan dan bocoran disebut mengungkap detail pengisian daya, kapasitas baterai, desain, serta kemungkinan prosesor yang akan digunakan Samsung.
Pengisian Daya Belum Banyak Berubah
Seluruh varian Galaxy S27 disebut telah menerima sertifikasi yang mengungkap kemampuan pengisian daya kabelnya. Galaxy S27 Ultra dan S27 Pro dikabarkan mendukung pengisian daya 60W.
Sementara itu, Galaxy S27 standar diperkirakan tetap menggunakan pengisian daya 25W. Galaxy S27 Plus juga disebut masih mempertahankan kemampuan 45W.
Galaxy S27 Ultra dan S27 Pro diperkirakan memperoleh baterai berbasis silikon-karbon yang lebih besar. Namun, kapasitas pasti baterai pada model-model tersebut belum diketahui.
Informasi mengenai pengisian daya nirkabel juga belum tersedia. Karena itu, belum ada kepastian apakah Samsung akan memberikan peningkatan pada fitur tersebut.
Kesamaan pengisian daya 60W antara Galaxy S27 Ultra dan S27 Pro turut memperkuat dugaan bahwa model Pro akan menjadi versi lebih kecil dari Ultra. Perbedaan utamanya disebut terletak pada dukungan S Pen yang kemungkinan hanya tersedia di model Ultra.
Baterai Galaxy S27 Ultra Diklaim Lebih Besar
Perubahan lain yang menjadi sorotan adalah desain Galaxy S27 Ultra. Berdasarkan dimensi CAD yang dibahas dalam video, ponsel tersebut disebut memiliki rangka yang sedikit lebih membulat dengan sudut lebih lembut dibandingkan Galaxy S26 Ultra.
Samsung juga dikabarkan menambahkan bevel yang lebih dalam. Perubahan itu diperkirakan membuat perangkat terasa lebih nyaman saat digenggam, meskipun perbedaannya mungkin tidak terlalu terlihat dalam foto.
Dari sisi baterai, sebuah bocoran menyebut Galaxy S27 Ultra berpotensi memiliki daya tahan baterai paling mengesankan yang pernah ditawarkan ponsel Galaxy. Klaim tersebut masih perlu dibuktikan.
Bocoran yang sama menyebut kapasitas baterai Galaxy S27 Ultra meningkat 14 persen atau sekitar 700mAh. Peningkatan itu disebut belum memperhitungkan kemungkinan efisiensi dari prosesor, layar, modem, dan sistem manajemen daya.
Samsung juga dinilai memiliki kemampuan optimasi baterai yang baik. Dalam sejumlah pengujian baterai terbaru yang disebut dalam video, ponsel Samsung dengan baterai 5.000mAh mampu bersaing, bahkan terkadang mengungguli ponsel Tiongkok dengan kapasitas baterai 6.000mAh atau lebih besar.
Jika efisiensi tersebut tetap dipertahankan, tambahan 700mAh berpotensi memberikan peningkatan daya tahan yang cukup signifikan.
Exynos 2700 Jadi Perdebatan
Isu paling menarik muncul dari kemungkinan penggunaan Exynos 2700 pada Galaxy S27 Ultra. Sebuah publikasi Korea dilaporkan menyebut Samsung telah memesan motherboard Galaxy S27 Ultra yang dilengkapi prosesor tersebut.
Laporan itu mengarah pada dugaan bahwa Samsung dapat menggunakan Exynos 2700 di sejumlah pasar, termasuk Korea Selatan. Sementara itu, Amerika Serikat disebut akan memperoleh varian Snapdragon secara eksklusif.
Jika benar, langkah tersebut akan menjadi penggunaan prosesor Exynos pada model Ultra untuk pertama kalinya dalam lima tahun. Namun, sumber lain menyebut pesanan Exynos itu bisa menjadi strategi negosiasi Samsung untuk menekan harga prosesor Snapdragon 8 Elite Extreme Gen 5 dari Qualcomm.
Sumber tersebut juga mengklaim Samsung telah berhasil melakukan negosiasi harga. Dengan demikian, Galaxy S27 Ultra masih berpeluang menggunakan Snapdragon secara eksklusif.
Belum ada kepastian mengenai skenario yang akan dipilih Samsung. Bocoran tambahan masih diperlukan untuk memastikan prosesor yang akan digunakan pada masing-masing pasar.
Di sisi lain, Exynos 2700 disebut memiliki spesifikasi yang menjanjikan. Bocoran terbaru mengklaim prosesor tersebut akan menggunakan CPU deca-core, cache sistem 24MB, serta NPU yang lebih besar.
Spesifikasi itu berpotensi meningkatkan performa. Bahkan, sejumlah laporan menyebut Exynos 2700 dapat mengungguli Snapdragon 8 Elite Extreme Gen 6 dalam pengujian tertentu.
Namun, performa puncak bukan satu-satunya faktor penting. Performa berkelanjutan dan efisiensi daya juga menjadi pertimbangan utama. Pengalaman sebelumnya menunjukkan bahwa klaim keunggulan Exynos atas Snapdragon belum tentu sepenuhnya terbukti setelah perangkat resmi meluncur.
Jika Samsung benar-benar menggunakan Exynos 2700 pada Galaxy S27 Ultra, keputusan tersebut dapat memicu kembali perdebatan Exynos versus Snapdragon. Model Ultra selama ini diposisikan sebagai perangkat dengan kemampuan terbaik dari Samsung.
Karena itu, penggunaan prosesor berbeda di setiap pasar berpotensi menjadi risiko besar. Samsung masih perlu memastikan keputusan tersebut tidak mengurangi kepercayaan pengguna terhadap lini Ultra.
Editor : Maylanni Diana Fitri