Samsung Galaxy S27 Ultra Dikabarkan Punya Baterai 700mAh Lebih Besar, Tapi Ada Risiko Ini

Maylanni Diana Fitri • Dipublikasikan Rabu, 9 September 2026 | 17:05 WIB
Samsung Galaxy S27 Ultra dikabarkan membawa baterai 700mAh lebih besar, tetapi rencana penggunaan Exynos 2700 menjadi sorotan.(pinterest)
Samsung Galaxy S27 Ultra dikabarkan membawa baterai 700mAh lebih besar, tetapi rencana penggunaan Exynos 2700 menjadi sorotan.(pinterest)

JAKARTA - Samsung Galaxy S27 Ultra dikabarkan membawa peningkatan baterai sekitar 700mAh. Namun, rencana penggunaan prosesor Exynos 2700 di sejumlah pasar berpotensi memicu kembali perdebatan Exynos versus Snapdragon.

Bocoran tersebut menjadi sorotan dalam video teknologi yang membahas sejumlah perubahan pada lini Galaxy S27. Selain baterai, informasi yang dibahas mencakup pengisian daya, desain, serta kemungkinan prosesor yang akan digunakan Samsung.

Baterai Lebih Besar, Daya Tahan Jadi Sorotan

Galaxy S27 Ultra disebut memperoleh peningkatan kapasitas baterai sebesar 14 persen. Angka itu setara dengan tambahan sekitar 700mAh.

Baca Juga: Usaha Buket Mahasiswa Ini Sempat Rugi Dua Tahun, Kini Omzet Tembus Rp 2 Juta saat Wisuda

Bocoran tersebut bahkan mengklaim Galaxy S27 Ultra berpotensi memiliki daya tahan baterai paling mengesankan yang pernah ditawarkan ponsel Galaxy. Namun, klaim itu masih perlu dibuktikan melalui pengujian setelah perangkat resmi meluncur.

Peningkatan kapasitas baterai juga belum menjadi satu-satunya faktor penentu. Efisiensi prosesor, layar, modem, dan sistem manajemen daya akan turut memengaruhi daya tahan perangkat.

Samsung sendiri disebut memiliki kemampuan optimasi baterai yang baik. Dalam pengujian baterai terbaru yang dibahas dalam video, sejumlah ponsel Samsung dengan baterai 5.000mAh mampu bersaing, bahkan terkadang mengungguli ponsel Tiongkok dengan kapasitas baterai 6.000mAh atau lebih besar.

Jika efisiensi tersebut tetap dipertahankan, tambahan 700mAh berpotensi memberikan peningkatan daya tahan yang cukup signifikan.

Pengisian Daya Masih 60W

Di sisi pengisian daya, Galaxy S27 Ultra dan Galaxy S27 Pro dikabarkan mendukung pengisian daya kabel 60W. Sementara itu, Galaxy S27 standar disebut tetap menggunakan 25W dan Galaxy S27 Plus 45W.

Baca Juga: Fazzio Youth Festival 2026 Makin Pecah! Rentetan Guest Star hingga JKT48 Ramaikan Panggung Utama

Seluruh varian Galaxy S27 disebut telah menerima sertifikasi yang mengungkap kemampuan pengisian daya tersebut. Namun, informasi mengenai pengisian daya nirkabel masih belum tersedia.

Galaxy S27 Ultra dan S27 Pro juga diperkirakan memperoleh baterai berbasis silikon-karbon yang lebih besar. Kapasitas pasti baterai pada model-model tersebut belum diketahui.

Kesamaan pengisian daya 60W antara model Ultra dan Pro turut memperkuat dugaan bahwa Galaxy S27 Pro akan menjadi versi lebih kecil dari Ultra. Perbedaan utamanya disebut terletak pada dukungan S Pen yang kemungkinan hanya tersedia di model Ultra.

Desain Lebih Nyaman Digenggam

Selain baterai, Samsung dikabarkan melakukan perubahan pada desain Galaxy S27 Ultra. Berdasarkan dimensi CAD yang dibahas dalam video, rangka perangkat disebut sedikit lebih membulat dengan sudut yang lebih lembut dibandingkan Galaxy S26 Ultra.

Samsung juga disebut menambahkan bevel yang lebih dalam. Perubahan tersebut diperkirakan membuat perangkat terasa lebih nyaman saat digenggam.

Meski demikian, perubahan desain itu disebut tidak terlalu dramatis. Perbedaannya kemungkinan lebih terasa saat perangkat digunakan daripada ketika dilihat melalui foto.

Exynos 2700 Berpotensi Jadi Risiko

Isu paling kontroversial muncul dari kemungkinan penggunaan Exynos 2700 pada Galaxy S27 Ultra. Sebuah publikasi Korea dilaporkan menyebut Samsung telah memesan motherboard Galaxy S27 Ultra yang dilengkapi prosesor tersebut.

Laporan itu mengarah pada dugaan bahwa Samsung dapat menggunakan Exynos 2700 di sejumlah pasar, termasuk Korea Selatan. Sementara itu, Amerika Serikat disebut akan memperoleh varian Snapdragon secara eksklusif.

Jika benar, langkah tersebut akan menjadi penggunaan prosesor Exynos pada model Ultra untuk pertama kalinya dalam lima tahun.

Namun, sumber lain menyebut pesanan Exynos itu bisa menjadi strategi negosiasi Samsung untuk menekan harga prosesor Snapdragon 8 Elite Extreme Gen 5 dari Qualcomm. Sumber tersebut juga mengklaim Samsung telah berhasil melakukan negosiasi harga.

Dengan demikian, Galaxy S27 Ultra masih berpeluang menggunakan Snapdragon secara eksklusif. Belum ada kepastian mengenai skenario yang akan dipilih Samsung.

Di sisi lain, Exynos 2700 disebut memiliki spesifikasi yang menjanjikan. Bocoran terbaru mengklaim prosesor tersebut akan menggunakan CPU deca-core, cache sistem 24MB, serta NPU yang lebih besar.

Spesifikasi itu berpotensi meningkatkan performa. Bahkan, sejumlah laporan menyebut Exynos 2700 dapat mengungguli Snapdragon 8 Elite Extreme Gen 6 dalam pengujian tertentu.

Namun, performa puncak bukan satu-satunya faktor penting. Performa berkelanjutan dan efisiensi daya juga menjadi pertimbangan utama.

Pengalaman sebelumnya menunjukkan bahwa klaim keunggulan Exynos atas Snapdragon belum tentu sepenuhnya terbukti setelah perangkat resmi meluncur.

Jika Samsung benar-benar menggunakan Exynos 2700 pada Galaxy S27 Ultra, keputusan tersebut dapat memicu kembali perdebatan Exynos versus Snapdragon. Model Ultra selama ini diposisikan sebagai perangkat dengan kemampuan terbaik dari Samsung.

Karena itu, penggunaan prosesor berbeda di setiap pasar berpotensi menjadi risiko besar. Samsung masih perlu memastikan keputusan tersebut tidak mengurangi kepercayaan pengguna terhadap lini Ultra.

Editor : Maylanni Diana Fitri
Snapdragon Samsung Galaxy S27 Ultra Galaxy S27 Exynos 2700 samsung