Vivo X300 Ultra Punya Kamera 35mm dan Ultrawide Besar, Cocok untuk Penggemar Fotografi

Maylanni Diana Fitri • Dipublikasikan Rabu, 9 September 2026 | 18:45 WIB
Vivo X300 Ultra mengandalkan kamera utama 200 MP, focal length 35 mm, dan ultrawide besar sebagai senjata utama untuk fotografi dan video.(pinterest)
Vivo X300 Ultra mengandalkan kamera utama 200 MP, focal length 35 mm, dan ultrawide besar sebagai senjata utama untuk fotografi dan video.(pinterest)

JAKARTA - Vivo X300 Ultra menawarkan pendekatan berbeda di kelas flagship. Ponsel ini tidak sekadar mengandalkan performa tinggi, tetapi lebih menempatkan kemampuan kamera sebagai daya tarik utama.

Setelah digunakan hampir dua pekan, Vivo X300 Ultra dinilai lebih cocok disebut sebagai ponsel untuk penggemar kamera. Meski begitu, perangkat ini tetap nyaman digunakan sebagai smartphone harian.

Salah satu bagian yang paling menonjol adalah sistem kamera belakangnya. Vivo X300 Ultra membawa kamera utama 200 MP dengan sensor berukuran 1/1,12 inci.

Menariknya, kamera utama tersebut menggunakan focal length 35 mm. Konfigurasi ini berbeda dari mayoritas smartphone yang biasanya menggunakan focal length sekitar 23 atau 24 mm.

Kamera Ultrawide Jadi Salah Satu Andalan

Selain kamera utama, kemampuan ultrawide menjadi salah satu keunggulan Vivo X300 Ultra. Sensor yang digunakan berukuran 1/1,28 inci.

Baca Juga: Xiaomi 17 Naik Rp3 Juta, Baterai Makin Gede tapi Performa Compact Masih Jadi Tantangan

Ukuran tersebut membuat kualitas gambar dari kamera ultrawide tetap terjaga ketika digunakan dalam kondisi minim cahaya. Perbedaan kualitas saat berpindah dari kamera utama ke ultrawide juga dinilai tidak terlalu mencolok.

Hal tersebut menjadi penting karena kamera ultrawide biasanya mengalami penurunan kualitas lebih besar ketika kondisi pencahayaan semakin gelap.

Vivo X300 Ultra juga menawarkan kamera telefoto yang mampu menghasilkan gambar dengan detail tinggi. Kemampuan zoom dapat digunakan untuk menangkap objek yang berada cukup jauh, bahkan beberapa objek yang sulit terlihat dengan mata telanjang.

Pada perekaman video, perpindahan antar-lensa juga menjadi bagian yang diperhatikan. Transisinya berlangsung cepat, meski terkadang masih terlihat sedikit patah.

Secara keseluruhan, ketiga kamera belakang tetap mampu menghasilkan kualitas gambar yang baik, baik pada kondisi siang maupun malam.

Fitur Video Dibuat Lebih Serius

Vivo tidak hanya memberikan perhatian pada fotografi. Kemampuan video Vivo X300 Ultra juga dibuat lebih lengkap.

Baca Juga: Galaxy S27 Pro Dikabarkan Jadi Model Baru Samsung, Gantikan Peran Galaxy S27 Plus?

Aplikasi kameranya menyediakan sejumlah kontrol untuk pengguna yang ingin mengatur perekaman secara lebih detail. Mode video Pro menyediakan pengaturan yang lebih luas, termasuk dukungan LUT.

Pengguna juga dapat mengatur sumber audio. Pilihannya mencakup mikrofon bawaan ponsel, TWS, maupun mikrofon eksternal.

Arah penerimaan suara pun dapat disesuaikan. Tersedia opsi omnidirectional, bidirectional, pengambilan suara dari depan, hingga dari belakang.

Pengguna juga bisa mengatur fitur peredam bising dan gain. Fitur tersebut membuat Vivo X300 Ultra tidak hanya menarik bagi pengguna yang gemar memotret, tetapi juga bagi mereka yang sering membuat konten video.

Kemampuan slow motion hingga 120 fps turut tersedia. Fitur tersebut dapat digunakan untuk menghasilkan efek gerakan yang lebih dramatis, misalnya ketika merekam tetesan air hujan.

Untuk pengambilan gambar di luar ruangan, perangkat juga memiliki ketahanan terhadap air. Namun, lensa tetap perlu dijaga agar tidak tertutup air ketika digunakan dalam kondisi hujan.

Baterai Cukup Awet, tetapi Bukan yang Terbaik

Di balik kemampuan kameranya, Vivo X300 Ultra tetap menawarkan daya tahan baterai yang cukup baik.

Dalam penggunaan yang sangat berat untuk kamera, perangkat mampu menghasilkan sekitar empat jam screen-on time. Pada skenario penggunaan yang lebih ringan, screen-on time dapat mencapai sekitar 6 jam 42 menit.

Hasil tersebut menunjukkan baterai cukup awet untuk penggunaan sehari-hari. Namun, daya tahan baterai bukan menjadi keunggulan utama perangkat ini.

Vivo X300 Ultra juga memiliki sejumlah fitur berbasis AI. Di antaranya AI Eraser, Gemini, dan Circle to Search. Namun, beberapa kemampuan AI generatif dan fitur tambahan dinilai belum selengkap sejumlah pesaingnya.

Dari sisi penggunaan sehari-hari, perangkat tetap menawarkan pengalaman flagship. Layar berukuran besar, chipset generasi terbaru, serta peningkatan pada baterai dan pengisian daya menjadi pembeda dibanding versi Pro.

Namun, peningkatan terbesar justru terasa pada sektor kamera.

Kamera utama 200 MP dengan focal length 35 mm memberikan karakter pengambilan gambar yang berbeda. Sementara itu, sensor ultrawide berukuran besar membuat kualitas kamera tersebut tetap menarik ketika digunakan pada kondisi cahaya rendah.

Kombinasi itu membuat Vivo X300 Ultra memiliki identitas yang cukup jelas. Ponsel ini bukan sekadar mengejar spesifikasi tinggi, tetapi mencoba menawarkan pengalaman fotografi dan videografi yang lebih serius.

Karena itu, Vivo X300 Ultra lebih tepat dipandang sebagai flagship untuk pengguna yang menjadikan kamera sebagai salah satu pertimbangan utama. Bagi pengguna yang tidak terlalu membutuhkan kemampuan fotografi dan video, sejumlah keunggulannya mungkin tidak akan terasa maksimal.

Harga Vivo X300 Ultra di Indonesia saat video tersebut dibuat belum diumumkan secara resmi dan perangkat masih dalam tahap preorder.

Editor : Maylanni Diana Fitri
kamera smartphone Vivo X300 Ultra Vivo HP flagship smartphone fotografi