JAKARTA - Vivo X300 Ultra tampil sebagai smartphone flagship yang membawa pendekatan agresif di sektor kamera. Tiga kamera belakangnya sama-sama menggunakan sensor besar dan mampu merekam video hingga 4K 120 fps.
Tidak hanya kamera utama. Kamera ultrawide dan telefoto Vivo X300 Ultra juga dibekali optical image stabilizer atau OIS. Ketiganya bahkan mendukung perekaman hingga 8K 30 fps.
Kombinasi tersebut membuat Vivo X300 Ultra menyasar pengguna yang membutuhkan kemampuan fotografi dan videografi lebih serius. Vivo sendiri menempatkan content creator dan professional traveler sebagai salah satu target penggunanya.
Namun, kemampuan kamera yang kompleks ternyata tidak membuat ponsel ini hanya cocok untuk pengguna profesional. Mode point and shoot tetap tersedia bagi pengguna yang ingin memotret tanpa banyak pengaturan.
Tiga Kamera Sama-Sama Serius
Vivo X300 Ultra membawa kamera utama 200 MP dengan sensor Sony LYT-901 berukuran 1/1,12 inci. Kamera tersebut memiliki aperture f/1.85, autofocus, OIS, serta kemampuan video hingga 8K 30 fps dan 4K 120 fps.
Baca Juga: Xiaomi 17 Jadi Flagship Compact yang Sulit Dicari Lawannya, Baterai 6.330 mAh Jadi Andalan
Hal menarik lainnya adalah focal length 35 mm. Angka tersebut membuat kamera utama Vivo X300 Ultra terasa lebih dekat atau lebih nge-zoom dibandingkan kamera utama smartphone yang umumnya berada di kisaran 23–24 mm.
Konfigurasi 35 mm dinilai menarik untuk foto manusia maupun video. Namun, focal length tersebut juga membuat kamera utama kurang fleksibel ketika digunakan di ruang sempit.
Untuk kebutuhan tersebut, Vivo menyediakan kamera ultrawide 50 MP dengan sensor Sony LYT-818 berukuran 1/1,28 inci. Kamera ini memiliki aperture f/2.0, autofocus, dan focal length ekuivalen 14 mm.
Ukuran sensor ultrawide yang besar menjadi salah satu keunggulan utama Vivo X300 Ultra. Terlebih, kamera ini juga mendapatkan OIS.
Kamera ultrawide tersebut mampu merekam video hingga 8K 30 fps dan 4K 120 fps. Dengan demikian, pengguna tidak harus berpindah ke kamera utama ketika membutuhkan kemampuan video beresolusi tinggi.
Kamera ketiganya merupakan telefoto 200 MP dengan sensor berukuran 1/1,4 inci. Kamera ini menawarkan optical zoom 3,7 kali atau sekitar 85 mm, autofocus, dan OIS.
Kamera telefoto juga mendukung perekaman 8K 30 fps serta 4K 120 fps. Konsistensi kemampuan tersebut menjadi salah satu daya tarik terbesar Vivo X300 Ultra.
Ada Telefoto Eksternal 400 mm
Vivo X300 Ultra juga dapat dipasangkan dengan aksesori telefoto eksternal. Vivo menyediakan Zeiss Telephoto Extender Gen 2 dengan jarak ekuivalen hingga 400 mm.
Baca Juga: Xiaomi 17 Naik Rp3 Juta, Baterai Makin Gede tapi Performa Compact Masih Jadi Tantangan
Aksesori tersebut ditujukan untuk pengambilan gambar dari jarak jauh. Pengguna dapat memanfaatkannya untuk dokumentasi alam atau memotret objek seperti burung liar.
Pengoperasiannya dibuat sederhana. Pengguna cukup memilih ikon telefoto extender di aplikasi kamera untuk masuk ke mode tersebut.
Menariknya, aksesori ini juga mendukung perekaman video hingga 4K 120 fps. Mode seperti Live Photo, Dual View, Snapshot, dan Portrait Video juga dapat digunakan.
Vivo turut menyediakan battery grip dengan sejumlah tombol fisik. Di dalamnya terdapat zoom rocker, shutter, tombol video, pengaturan EV, serta tombol custom function untuk berbagai pintasan.
Kelengkapan tersebut memperlihatkan bahwa Vivo X300 Ultra memang dirancang untuk pengguna yang ingin mengontrol proses pengambilan gambar dengan lebih serius.
Untuk kebutuhan video, fitur profesionalnya juga cukup lengkap. Pengguna dapat menggunakan Pro Video, mengunci perekaman 4K 120 fps, hingga memasukkan LUT untuk kebutuhan warna tertentu.
Ada pula Portrait Video 4K 60 fps. Fitur ini memungkinkan pengguna menghasilkan video dengan efek bokeh pada resolusi dan frame rate tinggi.
Tetap Bisa Dipakai Pengguna Biasa
Meski membawa banyak fitur profesional, Vivo X300 Ultra tetap dapat digunakan secara sederhana.
Pengguna cukup membuka kamera, memilih mode yang diinginkan, lalu mengambil foto atau video. Hasil foto dari ketiga kamera dinilai sudah baik tanpa harus melakukan pengaturan rumit.
Vivo juga memberikan opsi untuk mengatur pemrosesan AI pada kamera telefoto. Pengguna dapat mengatur fitur super telephoto enhancement sesuai selera.
Bagi yang tidak menyukai hasil telefoto terlalu diproses AI, fitur tersebut dapat dimatikan. Pengguna juga dapat menyesuaikan gaya warna foto dan menyimpan preset sebagai style baru.
Di luar kamera, Vivo X300 Ultra membawa Snapdragon 8 Elite Gen 5, RAM 16 GB LPDDR5X, penyimpanan 512 GB UFS 4.1, serta pilihan penyimpanan 1 TB.
Baterainya berkapasitas 6.600 mAh dengan dukungan 100W FlashCharge dan wireless charging hingga 40W. Pengujian menunjukkan baterainya mampu bertahan 31 jam 30 menit untuk pemutaran video YouTube lokal 1080p.
Pengisian daya dari kosong hingga penuh membutuhkan sekitar 49 menit. Sementara untuk mencapai 50 persen membutuhkan sekitar 24 menit.
Performa gaming juga tidak menjadi persoalan. Mobile Legends dan PUBG Mobile dapat berjalan pada 120 fps. Wuthering Waves berjalan 60 fps selama pengujian tanpa frame drop.
Dari sisi desain, Vivo X300 Ultra memiliki bodi kaca dengan frame metal. Modul kameranya sangat besar dan tebal karena harus menampung tiga sensor besar.
Bobot perangkat berada di kisaran 236 gram berdasarkan penimbangan. Sementara ketahanan terhadap air dan debu didukung sertifikasi IP68 dan IP69.
Vivo X300 Ultra dibanderol Rp25.999.000 untuk varian 16 GB/512 GB. Sementara versi 16 GB/1 TB dipasarkan dengan harga Rp29.999.000.
Dengan konfigurasi tersebut, Vivo X300 Ultra bukan sekadar smartphone flagship dengan kamera beresolusi tinggi. Perangkat ini menawarkan sistem kamera yang dibuat lebih konsisten dari ultrawide hingga telefoto.
Bagi content creator, traveler, jurnalis lapangan, maupun pengguna yang gemar mengabadikan momen, fleksibilitas tersebut menjadi nilai utama. Namun, beberapa aspek masih perlu diperhatikan, terutama kemampuan video low light, panas ketika penggunaan kamera berat, bobot, dan focal length 35 mm yang tidak selalu ideal di ruang sempit.
Editor : Maylanni Diana Fitri