JAKARTA - Vivo X300 Pro membawa perubahan besar pada flagship terbaru Vivo Indonesia. Bukan hanya chipset dan kamera yang mendapat peningkatan, perangkat ini juga menjadi salah satu flagship Vivo Indonesia yang menggunakan OriginOS.
Sebelumnya, Vivo Global, termasuk Indonesia, menggunakan Funtouch OS. Kini, Vivo menghadirkan OriginOS yang sebelumnya identik dengan perangkat Vivo di China.
Perubahan sistem operasi tersebut menjadi salah satu pembaruan paling penting pada Vivo X300 Pro. OriginOS menawarkan tampilan yang lebih kaya, animasi lebih halus, serta opsi kustomisasi yang lebih banyak.
Pengguna dapat mengubah ukuran dan posisi jam di lock screen. Jam bahkan bisa dibuat menimpa atau berada di antara objek pada wallpaper.
Lock screen juga dapat dibuat statis atau mengikuti pergerakan perangkat. Tampilan quick setting turut diperbarui dengan ikon yang lebih besar dan slider volume.
OriginOS Bawa Banyak Perubahan
OriginOS juga memberikan perubahan pada animasi sistem. Perpindahan ketika membuka aplikasi, folder, maupun menu terasa lebih halus.
Baca Juga: iPhone 18 Dikabarkan Tertunda hingga 2027, Apple Fokus Rilis Model Pro Lebih Dulu
Sistem notifikasi dapat dikelompokkan sehingga tampilan tidak cepat penuh. Pengelompokan aplikasi dan pengaturan juga dibuat lebih terstruktur.
Salah satu fitur yang menjadi perhatian adalah Origin Island. Fitur tersebut dapat berfungsi sebagai shortcut maupun mini preview aplikasi yang sedang digunakan.
Origin Island juga dapat membantu perpindahan informasi antar-aplikasi. Ketika pengguna menyalin nomor telepon, misalnya, sistem dapat memberikan shortcut menuju aplikasi kontak.
Namun, Vivo menyebut fitur OriginOS dapat berbeda pada setiap model. Perangkat flagship seperti Vivo X300 Pro mendapatkan fitur yang lebih lengkap dibandingkan perangkat dengan spesifikasi lebih rendah.
Bagi pengguna yang sebelumnya merasa Funtouch OS terlalu sederhana, perubahan ini menjadi nilai tambah penting. OriginOS membuat pengalaman penggunaan Vivo X300 Pro terasa lebih modern dan fleksibel.
Performa Kencang dengan Dimensity 9500
Dari sisi hardware, Vivo X300 Pro tetap membawa spesifikasi kelas atas. Perangkat ini menggunakan chipset MediaTek Dimensity 9500.
Baca Juga: Galaxy S27 Pro Dikabarkan Jadi Model Baru Samsung, Gantikan Peran Galaxy S27 Plus?
RAM yang digunakan mencapai 16 GB LPDDR5X dengan penyimpanan 512 GB UFS 4.1. Konfigurasi tersebut membuat Vivo X300 Pro mampu menjalankan aplikasi berat dan game dengan lancar.
Dalam pengujian, game Genshin Impact dengan pengaturan grafis tinggi dapat berjalan dengan rata-rata sekitar 59 fps. Suhu tertinggi yang tercatat berada di sekitar 45 derajat Celsius.
Untuk Mobile Legends, perangkat dapat menjalankan game pada 120 fps dengan suhu di bawah 40 derajat Celsius.
Vivo X300 Pro juga membawa baterai 6.510 mAh. Pengisian daya menggunakan charger 90W yang tersedia dalam paket penjualan.
Pengujian pengisian menunjukkan baterai dapat terisi sekitar 22 persen dalam 10 menit dan 63 persen dalam 30 menit. Dari kondisi kosong hingga penuh membutuhkan sekitar 56 menit.
Wireless charging hingga 40W juga tersedia.
Layar perangkat menggunakan panel AMOLED LTPO berukuran 6,78 inci dengan resolusi 1.5K. Refresh rate dapat beradaptasi dari 1 Hz hingga 120 Hz.
Teknologi LTPO memungkinkan refresh rate turun ketika layar menampilkan konten statis dan meningkat hingga 120 Hz ketika pengguna melakukan scrolling.
Kamera 200 MP Jadi Andalan
Vivo kembali menjadikan kamera sebagai salah satu senjata utama X300 Pro. Kamera utama menggunakan sensor generasi baru Sony LYT-828.
Kamera telefoto periskop juga mendapat peningkatan. Sensor yang digunakan memiliki resolusi 200 MP dengan ukuran 1/1,4 inci.
Kemampuan zoom menjadi salah satu daya tarik utama. Kamera telefoto mampu mempertahankan detail ketika digunakan untuk mengambil objek dari jarak jauh.
Kualitas kamera ultrawide juga dinilai mampu menghasilkan foto yang tetap tajam. Konsistensi antar-lensa menjadi salah satu keunggulan Vivo X300 Pro.
Kamera depan juga mendapatkan peningkatan. Sudut pandangnya dibuat lebih lebar sehingga dapat menangkap area latar lebih banyak.
Untuk video, kamera depan mendukung perekaman hingga 4K 60 fps dengan stabilisasi. Hasilnya tetap stabil ketika digunakan sambil berjalan.
Pengguna yang membutuhkan kemampuan kamera lebih jauh juga dapat membeli Photography Kit secara terpisah. Aksesori tersebut menyediakan lensa telefoto tambahan yang dapat meningkatkan kemampuan zoom.
Ada pula casing dan grip dengan tombol shutter, pengaturan, zoom, serta lubang tripod. Namun, Vivo tidak menyediakan satu paket lengkap yang langsung berisi casing, grip, dan lensa telefoto.
Tanpa aksesori tambahan pun, kemampuan kamera Vivo X300 Pro sudah cukup untuk berbagai kebutuhan. Pengguna dapat mengambil foto jarak jauh, memotret dalam kondisi minim cahaya, maupun merekam video tanpa harus membawa perangkat tambahan.
Dari sisi desain, Vivo X300 Pro mempertahankan bentuk yang mirip generasi sebelumnya. Namun, bagian frame kini dibuat lebih flat dan ring kamera terlihat lebih minimalis.
Vivo juga menambahkan tombol shortcut di sisi kiri. Tombol tersebut dapat digunakan untuk berpindah mode suara, membuka kamera, mengaktifkan perekam suara, membuka catatan, hingga menjalankan aplikasi tertentu.
Untuk konektivitas, perangkat memiliki USB-C 3.2 dan mendukung dual nano SIM. Speaker stereo tersedia, meski kualitas bass dinilai masih bisa ditingkatkan.
Vivo X300 Pro dijual dengan harga Rp18.999.000 di Indonesia. Harga tersebut naik Rp1 juta dibandingkan generasi sebelumnya yang berada di Rp17.999.000.
Meski mengalami kenaikan harga, Vivo X300 Pro tetap menawarkan kombinasi hardware dan software yang kuat. OriginOS menjadi pembeda penting karena membuat pengalaman penggunaan tidak lagi hanya bergantung pada spesifikasi hardware.
Dengan chipset Dimensity 9500, baterai 6.510 mAh, kamera telefoto 200 MP, layar LTPO AMOLED, serta sistem operasi baru, Vivo X300 Pro menjadi flagship yang menawarkan paket cukup lengkap.
Bagi pengguna yang mengutamakan performa dan kamera, perangkat ini menjadi pilihan menarik. Terlebih, kehadiran OriginOS membuat Vivo X300 Pro tidak lagi hanya mengandalkan keunggulan hardware.
Editor : Maylanni Diana Fitri