Samsung Galaxy A57 5G Naik Kelas, Tapi Upgrade dari A56 Dinilai Minim

Maylanni Diana Fitri • Dipublikasikan Kamis, 10 September 2026 | 18:40 WIB
Samsung Galaxy A57 5G membawa desain lebih tipis dan ringan dari A56. Namun, performa dan kamera dinilai belum mengalami peningkatan besar.(pinterest)
Samsung Galaxy A57 5G membawa desain lebih tipis dan ringan dari A56. Namun, performa dan kamera dinilai belum mengalami peningkatan besar.(pinterest)

JAKARTA - Samsung Galaxy A57 5G membawa sejumlah pembaruan dibandingkan Galaxy A56. Namun, peningkatan tersebut dinilai lebih banyak berfokus pada desain dan kenyamanan penggunaan, sementara sektor performa, kamera, baterai, dan layar tidak mengalami perubahan besar.

Dalam pengujian yang dibagikan reviewer David, Galaxy A57 5G disebut sebagai salah satu ponsel Samsung yang banyak ditunggu. Popularitas lini Galaxy A5 membuat perangkat ini tetap menjadi perhatian meski persaingan ponsel kelas menengah semakin ramai.

Perubahan paling mudah dirasakan ada pada desain. Galaxy A57 memiliki bobot sekitar 180 gram, sekitar 10 persen lebih ringan dibandingkan Galaxy A56. Ketebalannya juga menjadi 6,9 mm. Menurut reviewer, kombinasi bodi yang lebih tipis dan bobot lebih ringan membuat Galaxy A57 terasa jauh lebih nyaman saat digenggam.

Samsung juga mempertahankan material premium. Bagian depan dan belakang menggunakan Gorilla Glass Victus Plus, sedangkan rangkanya berbahan aluminium. Rating ketahanan air meningkat menjadi IP68 dari IP67 pada Galaxy A56. Galaxy A57 disebut mampu bertahan hingga kedalaman 1,5 meter selama 30 menit.

Bezel layar juga menjadi salah satu pembaruan yang cukup terasa. Galaxy A57 memiliki bezel lebih tipis sehingga tampilan depan terlihat lebih modern. Desain modul kameranya turut berubah dengan frame yang dibuat lebih transparan dibandingkan Galaxy A56.

Performa Naik, tetapi Tidak Signifikan

Galaxy A57 menggunakan Exynos 1680, sedangkan Galaxy A56 mengandalkan Exynos 1580. Secara generasi, chipset A57 memang lebih baru. Hasil benchmark yang diuji reviewer juga menunjukkan skor Galaxy A57 lebih tinggi, terutama pada pengujian multicore.

Baca Juga: Guru Honorer 2027 di Ujung Pengabdian, 20 Tahun Mengajar Terbentur Usia dan Ijazah

Meski demikian, peningkatan tersebut belum dianggap sebagai lompatan besar. Ketika digunakan bermain Mobile Legends, Galaxy A57 belum mampu mempertahankan 120 frame per second secara maksimal.

Untuk game berat seperti Genshin Impact, performanya berada di kisaran 40 fps pada pengaturan medium. Suhu perangkat juga cukup tinggi ketika digunakan dalam kondisi berat, yakni sekitar 47-48 derajat Celsius.

Samsung sebelumnya disebut membawa sistem pendingin yang 13 persen lebih besar pada Galaxy A57. Namun, berdasarkan pengujian tersebut, peningkatan sistem pendingin belum membuat performa gaming dan suhu perangkat berubah secara signifikan.

Sektor baterai juga masih sama dengan generasi sebelumnya, yakni 5.000 mAh. Pengujian menunjukkan konsumsi daya sekitar 6-7 persen setelah streaming YouTube selama satu jam menggunakan Wi-Fi.

Ketika digunakan untuk Maps dengan koneksi seluler selama 1,5 jam, baterai berkurang sekitar 11 persen. Bermain Mobile Legends selama 30 menit menghabiskan sekitar 8 persen, sedangkan Genshin Impact selama 30 menit mengurangi daya sekitar 14 persen.

Galaxy A57 mendukung pengisian cepat hingga 45W. Dalam pengujian, baterai mencapai sekitar 64 persen setelah 30 menit dan 79 persen setelah 40 menit. Untuk pengisian penuh, waktu yang dibutuhkan sekitar 1 jam 10 menit.

Kamera Masih Mirip Galaxy A56

Samsung Galaxy A57 mempertahankan konfigurasi tiga kamera belakang. Kamera utamanya beresolusi 50 MP, ultrawide 13 MP, dan makro 5 MP. Tidak tersedia kamera telefoto.

Baca Juga: Guru Non ASN 2027: 172.323 Masih Terdata, Nasib Setelah 31 Desember Belum Final

Hasil foto Galaxy A57 juga dinilai masih sangat mirip dengan Galaxy A56. Karakter warna tetap cerah dengan detail yang tidak menunjukkan perbedaan besar. Reviewer menilai pengguna yang menyukai karakter kamera Galaxy A56 kemungkinan akan mendapatkan pengalaman serupa pada A57.

Peningkatan lebih terasa ketika digunakan merekam video. Transisi zoom pada Galaxy A57 disebut lebih halus dibandingkan Galaxy A56 yang dinilai masih terasa patah-patah.

Kamera depan menjadi salah satu bagian yang mendapat penilaian positif. Galaxy A57 mampu merekam video hingga 4K 30 fps dengan dynamic range, ketajaman, dan stabilisasi yang dinilai baik.

Dari sisi software, Galaxy A57 sudah menggunakan One UI 8.5, sedangkan Galaxy A56 menggunakan One UI 8. Keduanya disebut memiliki dukungan pembaruan software hingga enam tahun.

Pada akhirnya, Galaxy A57 dinilai sangat bergantung pada harga. Jika selisih dengan Galaxy A56 berada di sekitar Rp500 ribu hingga Rp1 juta, perangkat ini dianggap masih masuk akal karena menawarkan desain lebih tipis, ringan, material premium, serta konektivitas lebih baru.

Namun, jika harganya mendekati Rp8 juta, Galaxy A57 dinilai terlalu mahal. Dengan selisih harga yang besar, Galaxy A56 dianggap masih menarik karena sebagian besar kemampuan utamanya tidak berbeda jauh.

Editor : Maylanni Diana Fitri
Samsung Galaxy A56 Exynos 1680 smartphone Samsung Samsung Galaxy A57 5G hp samsung