Xiaomi 17T Pro Disebut Tak Lagi Segarang Flagship Killer, Ini Alasannya

Maylanni Diana Fitri • Dipublikasikan Kamis, 10 September 2026 | 19:20 WIB
Xiaomi 17T Pro menawarkan Dimensity 9500, baterai 7.000 mAh dan kamera Leica, tetapi dinilai belum cukup kuat menjadi flagship killer.(pinterest)
Xiaomi 17T Pro menawarkan Dimensity 9500, baterai 7.000 mAh dan kamera Leica, tetapi dinilai belum cukup kuat menjadi flagship killer.(pinterest)

JAKARTA - Xiaomi 17T Pro kembali membawa sejumlah spesifikasi kelas atas, tetapi kali ini statusnya sebagai flagship killer dinilai tidak sekuat generasi sebelumnya. Reviewer David menilai ponsel tersebut memang menawarkan performa tinggi, baterai besar, pengisian cepat, kamera Leica, dan wireless charging, tetapi masih memiliki sejumlah batasan yang membuatnya belum mampu benar-benar menandingi flagship.

Xiaomi 17T Pro hadir dengan layar 6,83 inci ber-refresh rate hingga 144Hz dan chipset Dimensity 9500. Kapasitas baterainya mencapai 7.000 mAh dengan dukungan pengisian kabel 100 watt serta wireless charging hingga 50 watt.

Untuk varian yang diuji, perangkat membawa RAM 12 GB dan penyimpanan internal 512 GB. Harganya disebut mengalami kenaikan dibandingkan generasi sebelumnya, mengikuti tren kenaikan harga ponsel pada 2026.

Reviewer menilai kondisi tersebut membuat Xiaomi 17T Pro tidak lagi menawarkan kesenjangan harga sebesar generasi T Pro terdahulu. Seri ini sebelumnya dikenal mampu memberikan sebagian besar pengalaman flagship dengan harga jauh lebih rendah.

Dari sisi desain, perubahan Xiaomi 17T Pro dibandingkan Xiaomi 15T Pro dinilai tidak terlalu besar. Frame kamera dibuat dengan bentuk yang lebih tegas, sementara material bodi tetap menggunakan frame metal dan bagian belakang berbahan kaca.

Xiaomi juga mempertahankan sertifikasi IP68, NFC, IR blaster, stereo speaker, dual nano SIM, serta wireless charging. Namun, satu bagian yang menjadi sorotan adalah port USB-C yang masih menggunakan USB 2.0.

Menurut reviewer, penggunaan USB 2.0 menjadi salah satu kelemahan karena perangkat dengan positioning mendekati flagship seharusnya memiliki konektivitas lebih cepat dan mendukung fitur seperti display out.

Performa Tinggi, tetapi Ada Batasnya

Dimensity 9500 menjadi salah satu senjata utama Xiaomi 17T Pro. Dalam pengujian yang disebutkan, perangkat tersebut mampu memperoleh skor AnTuTu sekitar 3,5 juta.

Baca Juga: Emas Antam vs UBS, Mana Lebih Untung? Selisih Harga Jadi Pertimbangan

Untuk bermain game, performanya juga tergolong tinggi. Mobile Legends dapat berjalan hingga 120 FPS, meski layar perangkat sudah mendukung 144Hz. Sementara itu, Genshin Impact mampu mendekati 60 FPS dan dinilai cukup nyaman dimainkan.

Reviewer menilai chipset tersebut memang menjadi bagian yang paling mendekati karakter flagship. Namun, Xiaomi 17T Pro masih belum memaksimalkan kemampuan layarnya untuk game dengan frame rate lebih tinggi.

Layar utama menggunakan panel AMOLED 6,83 inci dengan refresh rate 144Hz. Kecerahan maksimalnya disebut mampu digunakan di luar ruangan, sedangkan tingkat kecerahan minimum dapat turun hingga 1 nit.

Meski demikian, panel tersebut belum menggunakan teknologi LTPO. Refresh rate dinamisnya hanya dapat turun hingga 60Hz. Pada flagship, refresh rate bisa turun lebih rendah untuk menghemat konsumsi daya.

Kamera Leica hingga Baterai 7.000 mAh

Sektor kamera menjadi bagian lain yang cukup menarik. Xiaomi 17T Pro memiliki kamera utama 50 MP, kamera periskop 50 MP dengan optical zoom 5x, serta kamera ultrawide 12 MP.

Baca Juga: Harga Emas Antam Naik Rp160 Ribu, Ini Bedanya dengan UBS dan Galeri 24

Kamera utama menggunakan sensor Light Fusion 950. Dibandingkan Xiaomi 17T, reviewer menilai perbedaannya tidak langsung terlihat dalam kondisi tertentu. Perbedaan lebih terasa ketika gambar diperbesar, terutama dari sisi detail, blur, dan kemampuan memotret dalam kondisi minim cahaya.

Kolaborasi dengan Leica juga membuat karakter warna foto tetap kuat. Hasilnya dinilai memiliki kontras berani, warna pekat, serta transisi bayangan yang menjadi ciri khas pemrosesan Leica.

Namun, kamera ultrawide 12 MP dan kemampuan perekaman kamera depan 4K 30 FPS menjadi batasan. Reviewer menyebut sejumlah flagship lain sudah menawarkan ultrawide beresolusi lebih tinggi dan kamera depan 4K 60 FPS.

Pada akhirnya, Xiaomi 17T Pro dinilai sebagai ponsel yang sangat kencang, tetapi belum sepenuhnya menjadi pembunuh flagship. Jika dibandingkan dengan Xiaomi 17 dalam keluarga yang sama, perangkat ini masih menawarkan value menarik karena harganya lebih rendah.

Namun, ketika dibandingkan dengan flagship lain seperti iQOO 15 atau Vivo X300, keunggulannya menjadi lebih sulit dipertahankan. Reviewer menilai Xiaomi 17T Pro kini lebih tepat disebut sebagai ponsel dengan sekitar 80 persen kualitas flagship, bukan perangkat yang mampu mengalahkan flagship di hampir semua sisi.

Editor : Maylanni Diana Fitri
Xiaomi 17T Pro Dimensity 9500 kamera Leica Flagship Killer xiaomi