Samsung Galaxy S26 Ultra Setelah Sebulan, Privacy Display Jadi Fitur Paling Spesial

Maylanni Diana Fitri • Dipublikasikan Jumat, 11 September 2026 | 15:00 WIB
Samsung Galaxy S26 Ultra dipakai selama sebulan, mengungkap keunggulan privacy display, kamera, S Pen, baterai dan performanya.(Pinterest)
Samsung Galaxy S26 Ultra dipakai selama sebulan, mengungkap keunggulan privacy display, kamera, S Pen, baterai dan performanya.(Pinterest)

JAKARTA - Samsung Galaxy S26 Ultra menjadi salah satu HP flagship yang menawarkan sejumlah fitur baru, tetapi tidak semuanya mendapat peningkatan besar. Setelah menggunakan perangkat tersebut selama satu bulan, Gadgetin membagikan pengalaman mulai dari privacy display, kamera, baterai, S Pen hingga performa.

Dalam pemakaian sehari-hari, Samsung Galaxy S26 Ultra disebut memberikan pengalaman yang menyenangkan. Perangkat digunakan untuk berbagai aktivitas, mulai dari tracking di tengah hujan, mengambil foto makanan, hingga digunakan saat berada di Jakarta pada momen Lebaran.

Salah satu fitur yang paling mendapat perhatian adalah privacy display. Teknologi ini membuat layar tampak samar ketika dilihat dari sudut tertentu. Dengan begitu, isi layar lebih sulit dilihat orang di sekitar ketika pengguna sedang berada di tempat umum.

Baca Juga: Mi Ayam Tak Selalu Pakai Ayam Cincang, Ada yang Menggunakan Ayam Panggang

Privacy Display Jadi Pembeda

Privacy display pada Samsung Galaxy S26 Ultra dapat diaktifkan dan dinonaktifkan secara manual. Pengguna juga dapat menggunakan shortcut dengan menekan tombol power dua kali.

Menariknya, fitur tersebut dapat diatur agar otomatis aktif pada aplikasi tertentu. Pengguna bisa memilih aplikasi seperti layanan perbankan, percakapan, media sosial atau aplikasi investasi yang dianggap membutuhkan privasi lebih.

Pengaturan privacy display juga dapat diterapkan pada bagian tertentu. Misalnya, notifikasi yang muncul di layar, PIN pada lock screen hingga beberapa bagian tampilan lainnya.

Teknologi tersebut bekerja dengan layar yang memiliki sudut pandang lebar dan sempit. Ketika privacy display aktif, bagian layar dengan sudut pandang lebar dimatikan sehingga tampilan lebih optimal ketika dilihat secara lurus dari posisi pengguna.

Namun, teknologi tersebut tetap memiliki kompromi. Saat privacy display dimatikan sekalipun, sudut pandang Samsung Galaxy S26 Ultra dinilai tidak sebagus Galaxy S25 Ultra. Kecerahan juga disebut tidak semaksimal generasi sebelumnya.

Anti-reflective coating tetap membantu meredam pantulan cahaya, tetapi karakter layar baru membuat pengguna yang tidak membutuhkan fitur privasi mungkin tidak mendapatkan keuntungan maksimal dari teknologi tersebut.

Selain layar, S Pen tetap menjadi identitas penting Galaxy S Ultra. Stylus yang tersimpan di bodi perangkat dapat digunakan untuk membuat catatan, sketsa, memberikan tanda pada desain hingga membantu pengeditan foto secara lebih presisi.

Namun, fungsi Bluetooth pada S Pen belum kembali. Fitur tersebut sebelumnya dapat digunakan sebagai remote untuk mengambil foto pada beberapa generasi Galaxy Ultra. Kondisi ini membuat fungsi S Pen terasa tidak selengkap generasi sebelumnya.

Kamera Naik, tetapi Belum Jadi yang Terbaik

Samsung Galaxy S26 Ultra juga membawa peningkatan kamera, meski bukan perubahan besar pada resolusi. Salah satu pembaruan penting berada pada aperture kamera yang lebih besar.

Peningkatan tersebut membantu kamera menangkap lebih banyak cahaya. Dalam penggunaan malam hari, hasil video disebut lebih bersih dari noise dibandingkan Galaxy S25 Ultra dengan detail yang juga terasa lebih baik.

Kamera depan tetap menjadi salah satu bagian yang dinilai konsisten. Hasil perekaman video selfie dianggap mampu memberikan kualitas yang dapat diandalkan dalam berbagai kondisi.

Baca Juga: Pembentukan BPD Tulungagung Masuk Tahap Penetapan, Musyawarah Diutamakan

Meski demikian, kamera Galaxy S26 Ultra dinilai belum menjadi yang terbaik di kelasnya. Kamera zoom mulai menghadapi persaingan dari sejumlah HP Android lain. Transisi zoom saat merekam video juga masih dianggap kurang mulus dan perpindahan antar-lensa terasa cukup terlihat.

Daya tahan baterai masih mampu digunakan untuk aktivitas seharian. Namun, kapasitasnya dinilai belum mengejar sejumlah HP pesaing yang sudah menggunakan baterai berkapasitas lebih besar.

Untuk pengisian daya, Galaxy S26 Ultra mendukung 60 watt. Dalam pengujian yang diceritakan, pengisian selama 30 menit mencapai sekitar 80 persen, sedangkan charger 45 watt berada di sekitar 70 persen. Untuk mencapai penuh, perbedaannya hanya sekitar lima menit.

Karena itu, pengguna yang sudah memiliki charger Samsung 45 watt dinilai tidak perlu terburu-buru membeli charger 60 watt. Sebaliknya, charger 60 watt lebih masuk akal bagi pengguna yang belum memiliki pengisi daya berkecepatan tinggi.

Di sektor performa, Galaxy S26 Ultra menggunakan Snapdragon 8 Elite Gen 5 for Galaxy dengan pilihan RAM 12 GB atau 16 GB dan penyimpanan UFS 4.0. Performa gaming disebut sangat lancar, sementara suhu perangkat ketika digunakan secara berat berada di kisaran 42–44 derajat Celsius.

Pada akhirnya, Samsung Galaxy S26 Ultra tetap dianggap layak direkomendasikan. Nilai jualnya bukan hanya kamera atau performa, tetapi kombinasi S Pen, privacy display, pilihan aksesori, One UI dan berbagai fitur pendukung lainnya.

Catatan pentingnya adalah harga. Harga promosi saat peluncuran disebut dapat kalah murah dibandingkan harga yang kemudian ditawarkan sejumlah toko online. Karena itu, calon pembeli disarankan tidak terburu-buru membeli dengan harga penuh dan membandingkan promo yang tersedia.

 

Editor : Maylanni Diana Fitri
Sumber : GadgetIn
GadgetIn Samsung S26 Ultra Review HP Samsung Privacy Display Samsung Galaxy S26 Ultra