JAKARTA - Redmi 17 hadir di tengah pasar smartphone entry-level yang semakin mahal. Ponsel ini membawa sejumlah fitur yang cukup menarik, terutama baterai 7.500 mAh, layar besar 6,9 inci 120Hz, NFC, hingga stereo speaker.
Namun, Redmi 17 juga memiliki sejumlah kompromi. Salah satu yang paling terasa berada di sektor performa. Penggunaan MediaTek Helio G91 Ultra dan penyimpanan eMMC membuat ponsel ini tidak bisa disebut sebagai perangkat yang mengutamakan kecepatan.
Harga menjadi persoalan lain. Dalam pembahasan yang disampaikan David, Redmi 15 sebelumnya disebut memiliki varian RAM 8 GB dan penyimpanan 128 GB dengan harga sekitar Rp2,1 juta. Sementara Redmi 17 dibanderol mulai sekitar Rp2,9 juta untuk RAM 4 GB. Varian tertingginya, 6 GB/256 GB, berada di kisaran Rp3,85 juta.
Baca Juga: Mi Ayam Tak Selalu Pakai Ayam Cincang, Ada yang Menggunakan Ayam Panggang
Baterai Besar dan Layar 120Hz
Salah satu daya tarik utama Redmi 17 adalah kapasitas baterainya. Xiaomi membekali perangkat ini dengan baterai 7.500 mAh yang disebut menjadi salah satu kapasitas terbesar di lini Redmi.
Pengisian dayanya menggunakan charger 45W. Kombinasi baterai besar dan pengisian cepat tersebut menjadi nilai jual yang cukup kuat bagi pengguna yang lebih mementingkan daya tahan daripada performa gaming.
Redmi 17 juga menggunakan layar berukuran 6,9 inci dengan refresh rate 120Hz. Ukuran tersebut membuat perangkat terasa lega untuk menonton video maupun melakukan aktivitas sehari-hari.
Tingkat kecerahan HBM disebut berada di sekitar 850 nits. Untuk penggunaan dalam ruangan masih tergolong nyaman, tetapi kondisi di bawah sinar matahari langsung bisa membuat layar terasa kurang optimal.
Layar tersebut juga sudah dilindungi Corning Gorilla Glass 7i. Namun, sudut pandangnya disebut kurang baik karena tampilan bisa menjadi lebih gelap ketika dilihat dari kemiringan tertentu.
Desain Jadi Salah Satu Pembeda
Redmi 17 hadir dengan desain Oak Green yang memiliki motif menyerupai daun atau biji pohon ek. Tampilan belakangnya memberikan kesan yang lebih natural dibandingkan desain ponsel entry-level pada umumnya.
Ada pula elemen lampu di bagian belakang yang dapat digunakan sebagai indikator untuk sejumlah aktivitas. Efek tersebut bisa dikaitkan dengan panggilan masuk, notifikasi aplikasi, game, kamera, hingga timer.
Dari sisi bodi, Redmi 17 memiliki bobot sekitar 230–232 gram. Bobot tersebut tidak terlepas dari penggunaan baterai 7.500 mAh.
Perangkat ini juga mempertahankan jack audio 3,5 mm. Speaker stereo menjadi fitur lain yang cukup menonjol di kelasnya. Suaranya tergolong cukup keras dan masih memiliki sedikit karakter bass, meski kejernihannya bukan yang terbaik.
Untuk penyimpanan, Redmi 17 menggunakan sistem hybrid SIM yang dapat menampung dua nano SIM atau satu nano SIM bersama microSD.
Baca Juga: Pembentukan BPD Tulungagung Masuk Tahap Penetapan, Musyawarah Diutamakan
Performa Bukan Fokus Utama
Di balik berbagai fitur tersebut, Redmi 17 memiliki keterbatasan pada performa. Chipset MediaTek Helio G91 Ultra diposisikan untuk kebutuhan penggunaan dasar, bukan gaming berat.
Skor AnTuTu yang disebut berada di kisaran 300 ribuan. Penggunaan sehari-hari masih dapat dilakukan, tetapi perpindahan aplikasi dan scrolling tidak terasa secepat ponsel dengan penyimpanan UFS.
Masalahnya semakin terasa karena Redmi 17 menggunakan eMMC. Untuk pengguna yang terbiasa dengan perangkat dengan penyimpanan lebih cepat, perbedaannya bisa cukup terasa.
Gaming juga bukan kekuatan utama. Beberapa game masih dapat dimainkan pada pengaturan tertentu, tetapi frame rate maksimal 60 fps tidak selalu berjalan stabil. Untuk game berat seperti Genshin Impact, performanya disebut hanya berada di kisaran belasan fps.
Kapasitas RAM 4 GB pada varian termurah juga menjadi catatan tersendiri. Apalagi Xiaomi memberikan dukungan pembaruan Android hingga empat tahun dan patch keamanan hingga enam tahun. Pertanyaannya, apakah hardware 4 GB RAM tersebut masih akan terasa nyaman dalam jangka panjang?
Di sektor kamera, Redmi 17 membawa kamera utama 50 MP. Hasil foto dinilai cukup baik untuk kelas entry-level dengan detail yang masih terjaga dan penajaman yang tidak berlebihan. Namun, karakter warnanya cenderung agak muted.
Kamera belakang juga belum memiliki stabilisasi sehingga hasil video dapat terlihat cukup bergoyang. Kamera depan maksimal merekam pada 1080p 30fps dan juga masih menunjukkan guncangan saat digunakan merekam.
Selama periode preorder, Redmi 17 turut menawarkan sejumlah layanan tambahan. Di antaranya penggantian lensa atau back cover satu kali dalam dua tahun, penggantian layar satu kali dalam dua tahun, serta penggantian baterai satu kali dalam tiga tahun. Ada pula Spotify Premium standar selama satu bulan.
Dengan kombinasi tersebut, Redmi 17 bukan smartphone yang menawarkan performa paling kencang di kelas harganya. Ponsel ini lebih mengandalkan baterai besar, layar lega, desain berbeda, NFC, stereo speaker, Gorilla Glass 7i, serta dukungan layanan tambahan sebagai daya tarik utama.
Editor : Maylanni Diana Fitri
Sumber : GadgetIn