JAKARTA - Redmi 17 datang dengan membawa sejumlah fitur yang cukup berani untuk smartphone entry-level. Mulai dari baterai 7.500 mAh, layar 6,9 inci 120Hz, NFC, stereo speaker, hingga perlindungan Corning Gorilla Glass 7i.
Namun, Redmi 17 juga memperlihatkan perubahan menarik di segmen ponsel murah. Harga perangkat kini semakin mendekati Rp3 juta, sementara kapasitas RAM pada varian tertentu justru lebih kecil dibanding generasi sebelumnya.
Dalam pembahasan David, Redmi 15 sebelumnya disebut memiliki konfigurasi RAM 8 GB dan penyimpanan 128 GB dengan harga sekitar Rp2,1 juta. Sementara Redmi 17 hadir dengan RAM 4 GB di kisaran Rp2,9 juta. Varian tertingginya membawa RAM 6 GB dan penyimpanan 256 GB dengan harga sekitar Rp3,85 juta.
Baca Juga: Chery Q Resmi Meluncur, Bawa Range 400 Km dan Fitur Mobil Premium
Bukan Sekadar Soal Harga
Kenaikan harga smartphone entry-level disebut tidak terlepas dari meningkatnya harga komponen. Kondisi tersebut membuat produsen harus mencari cara lain untuk memberikan nilai lebih kepada konsumen.
Redmi 17 tampaknya mengambil pendekatan tersebut. Alih-alih mengejar performa tinggi, Xiaomi memberikan sejumlah fitur yang biasanya menjadi perhatian pengguna sehari-hari.
Baterai 7.500 mAh menjadi salah satu yang paling menonjol. Kapasitas tersebut dipadukan dengan pengisian cepat 45W. Dengan baterai sebesar itu, Redmi 17 diarahkan untuk pengguna yang membutuhkan perangkat dengan kapasitas daya besar.
Layar juga menjadi bagian penting. Panel berukuran 6,9 inci menawarkan refresh rate 120Hz. Ukuran layar yang besar membuat aktivitas seperti menonton video dan penggunaan media sosial terasa lebih lega.
Kecerahannya berada di kisaran 850 nits dalam mode HBM. Di dalam ruangan, layar masih dinilai cukup nyaman. Namun ketika digunakan di bawah terik matahari, visibilitasnya tidak terlalu maksimal.
Redmi 17 juga sudah menggunakan Gorilla Glass 7i. Meski begitu, sudut pandang layar menjadi salah satu catatan karena tampilan dapat terlihat lebih gelap ketika perangkat dilihat dari posisi miring.
Desain dan Fitur Dibuat Menonjol
Dari sisi tampilan, Redmi 17 menggunakan warna Oak Green dengan motif daun atau biji pohon ek pada bagian belakang. Desain tersebut memberikan karakter berbeda dibandingkan smartphone entry-level yang tampil lebih sederhana.
Ada pula elemen lampu di bagian belakang yang dapat digunakan sebagai indikator. Pengaturannya memungkinkan lampu memberikan efek ketika ada panggilan masuk, notifikasi aplikasi, game, kamera, maupun timer.
Bodi Redmi 17 memiliki bobot sekitar 230–232 gram. Angka tersebut cukup berat untuk smartphone kelas entry-level, tetapi masih dapat dimaklumi karena perangkat membawa baterai 7.500 mAh.
Fitur lain yang cukup menarik adalah stereo speaker dan jack audio 3,5 mm. Suara speaker dinilai cukup keras dan masih mempunyai sedikit bass. Kualitasnya memang belum sempurna, tetapi keberadaan stereo speaker menjadi nilai tambah.
Redmi 17 juga mendukung NFC. Untuk penyimpanan eksternal, tersedia slot hybrid yang dapat digunakan untuk dua nano SIM atau kombinasi satu nano SIM dengan microSD.
Menariknya, pada bagian kotak tertulis dual 50 MP camera. Namun, dalam pembahasan tersebut dijelaskan bahwa hanya satu kamera belakang yang benar-benar dapat digunakan. Elemen kamera kedua lebih berfungsi sebagai bagian dekoratif.
Baca Juga: Chery Q EV di Bawah Rp300 Juta Punya Fitur yang Bikin Kaget
Performa Harus Jadi Pertimbangan
Di sektor performa, Redmi 17 justru memiliki kompromi paling besar. Perangkat menggunakan MediaTek Helio G91 Ultra dan penyimpanan eMMC.
Untuk aktivitas dasar, kombinasi tersebut masih dapat digunakan. Scrolling dan penggunaan aplikasi sehari-hari berjalan, tetapi responsnya tidak secepat perangkat yang sudah menggunakan penyimpanan UFS.
Gaming berat juga bukan sasaran utama Redmi 17. Beberapa game dapat berjalan pada pengaturan tertentu dengan batas hingga 60 fps, tetapi frame rate tidak selalu stabil.
Untuk Genshin Impact, performanya disebut hanya berada di kisaran belasan fps. Artinya, pengguna yang mencari smartphone untuk bermain game berat sebaiknya tidak menjadikan Redmi 17 sebagai pilihan utama.
RAM 4 GB pada varian paling murah juga menjadi pertimbangan. Terlebih Xiaomi memberikan dukungan pembaruan Android hingga empat tahun dan patch keamanan selama enam tahun. Secara software, masa dukungannya panjang, tetapi kemampuan hardware untuk mempertahankan kenyamanan penggunaan dalam jangka panjang masih menjadi pertanyaan.
Kamera utama 50 MP menjadi bagian yang relatif positif. Hasil fotonya dinilai cukup baik untuk kelasnya dengan detail yang masih terjaga. Penajamannya juga tidak berlebihan, meski warna foto cenderung agak redup.
Untuk video, keterbatasan terlihat karena tidak tersedia stabilisasi. Rekaman kamera belakang maupun depan masih dapat terlihat bergoyang.
Pada akhirnya, Redmi 17 menawarkan pendekatan berbeda. Ponsel ini tidak berusaha menjadi yang paling kencang, tetapi menggabungkan baterai sangat besar, layar lega 120Hz, desain unik, NFC, stereo speaker, dan sejumlah layanan tambahan.
Selama preorder, pengguna juga mendapatkan layanan penggantian lensa atau back cover satu kali dalam dua tahun, layar satu kali dalam dua tahun, serta baterai satu kali dalam tiga tahun. Ada pula Spotify Premium standar selama satu bulan.
Dengan demikian, daya tarik Redmi 17 lebih berada pada kelengkapan fitur dan ketahanan baterai. Sementara bagi pengguna yang mengutamakan performa, RAM, dan kecepatan penyimpanan, kompromi pada perangkat ini perlu dipertimbangkan sebelum membeli.
Editor : Maylanni Diana Fitri
Sumber : GadgetIn