Redmi 17 Andalkan Baterai 7.500 mAh, tapi RAM 4 GB Jadi Sorotan

Maylanni Diana Fitri • Dipublikasikan Jumat, 11 September 2026 | 15:40 WIB
Redmi 17 membawa baterai 7.500 mAh, layar 120Hz, NFC, dan stereo speaker, tetapi RAM 4 GB dan eMMC membatasi performanya.(Pinterest)
Redmi 17 membawa baterai 7.500 mAh, layar 120Hz, NFC, dan stereo speaker, tetapi RAM 4 GB dan eMMC membatasi performanya.(Pinterest)

JAKARTA - Redmi 17 mencoba menarik perhatian di kelas entry-level dengan membawa baterai berkapasitas sangat besar. Smartphone ini dibekali baterai 7.500 mAh, layar 6,9 inci dengan refresh rate 120Hz, serta sejumlah fitur yang cukup lengkap.

Namun, Redmi 17 juga membawa kompromi yang cukup terasa. Salah satunya adalah penggunaan RAM 4 GB pada varian termurah. Di sisi lain, perangkat menggunakan MediaTek Helio G91 Ultra dan penyimpanan eMMC yang membuat performanya tidak terlalu agresif.

Kondisi tersebut menjadi semakin menarik karena harga smartphone entry-level saat ini ikut mengalami kenaikan. Dalam pembahasan David, Redmi 15 dengan RAM 8 GB dan penyimpanan 128 GB sebelumnya berada di kisaran Rp2,1 juta. Sementara Redmi 17 dengan RAM 4 GB dibanderol sekitar Rp2,9 juta.

Baca Juga: Chery Q Resmi Meluncur, Bawa Range 400 Km dan Fitur Mobil Premium

Baterai 7.500 mAh Jadi Daya Tarik Utama

Redmi 17 tampaknya lebih mengutamakan daya tahan dibandingkan kemampuan komputasi. Kapasitas baterai 7.500 mAh menjadi fitur yang paling menonjol pada perangkat ini.

Baterai tersebut dipadukan dengan dukungan pengisian cepat 45W. Kapasitas besar membuat bodi Redmi 17 ikut terasa cukup berat. Bobotnya berada di kisaran 230–232 gram.

Ukuran layar juga dibuat besar. Redmi 17 menggunakan panel 6,9 inci dengan refresh rate 120Hz. Ukuran tersebut memberikan ruang tampilan yang lega untuk menonton video, membaca, maupun menjelajahi media sosial.

Untuk tingkat kecerahan, layar mampu mencapai sekitar 850 nits dalam mode HBM. Penggunaan di dalam ruangan masih tergolong nyaman. Namun, ketika berada di bawah sinar matahari langsung, tampilan bisa terasa kurang optimal.

Xiaomi juga memberikan perlindungan Corning Gorilla Glass 7i. Sayangnya, sudut pandang layar menjadi salah satu catatan karena warna dan tingkat kecerahan dapat berubah ketika layar dilihat dari sudut tertentu.

Desain Unik dan Fitur Cukup Lengkap

Redmi 17 menggunakan warna Oak Green dengan motif yang terinspirasi dari daun atau biji pohon ek. Bagian belakangnya memiliki tekstur yang memberikan kesan berbeda dari smartphone entry-level pada umumnya.

Salah satu elemen yang cukup unik adalah lampu di bagian belakang. Lampu tersebut dapat memberikan efek ketika menerima panggilan atau notifikasi tertentu. Pengguna juga dapat mengaturnya untuk beberapa aktivitas seperti game, kamera, dan timer.

Untuk audio, Redmi 17 sudah menggunakan stereo speaker. Suaranya tergolong cukup keras dan masih mempunyai karakter bass, meski kualitas detailnya belum setara perangkat kelas yang lebih tinggi.

Jack audio 3,5 mm juga masih tersedia. Pada bagian bawah terdapat port USB Type-C dan speaker, sedangkan bagian atas menyediakan speaker serta jack audio.

Redmi 17 juga membawa NFC dan slot hybrid. Pengguna dapat memasang dua nano SIM atau satu nano SIM dengan kartu microSD.

Dari sisi kamera, perangkat membawa kamera utama 50 MP. Namun, meski kemasan menyebut dual 50 MP camera, dalam pembahasan disebutkan bahwa hanya satu kamera yang benar-benar dapat digunakan. Elemen kedua disebut lebih bersifat dekoratif.

Baca Juga: Chery Q EV di Bawah Rp300 Juta Punya Fitur yang Bikin Kaget

Kamera Lumayan, Performa Bukan Keunggulan

Hasil foto kamera utama 50 MP dinilai cukup baik untuk kelas entry-level. Detail gambar masih terlihat dan penajaman tidak berlebihan. Hanya saja, warna foto cenderung agak muted.

Ketika digunakan pada malam hari, hasilnya masih tergolong layak, walaupun sumber cahaya terlihat kurang rapi. Untuk perekaman video, keterbatasannya lebih jelas karena tidak ada stabilisasi sehingga hasil rekaman dapat terlihat cukup bergoyang.

Sementara itu, performa menjadi salah satu titik lemah Redmi 17. MediaTek Helio G91 Ultra masih mampu menangani aktivitas harian, tetapi kecepatannya tidak terlalu tinggi.

Penggunaan penyimpanan eMMC turut memengaruhi respons perangkat. Perpindahan aplikasi dan scrolling masih bisa dilakukan, tetapi terasa lebih lambat dibandingkan smartphone yang memakai penyimpanan UFS.

Untuk bermain game, kemampuan Redmi 17 juga terbatas. Beberapa game dapat dimainkan dengan pengaturan tertentu, tetapi frame rate 60 fps tidak selalu stabil. Genshin Impact bahkan disebut hanya mampu berjalan di kisaran belasan fps.

Persoalan RAM 4 GB juga menjadi perhatian. Apalagi perangkat ini mendapatkan dukungan pembaruan Android selama empat tahun dan patch keamanan hingga enam tahun. Masa dukungan tersebut cukup panjang, tetapi kemampuan hardware untuk tetap nyaman digunakan selama periode tersebut masih menjadi pertanyaan.

Menariknya, Xiaomi memberikan sejumlah layanan tambahan selama periode preorder. Pengguna mendapatkan satu kali penggantian lensa atau back cover dalam dua tahun, satu kali penggantian layar dalam dua tahun, serta satu kali penggantian baterai dalam tiga tahun. Ada pula Spotify Premium standar selama satu bulan.

Dengan paket tersebut, Redmi 17 bukan perangkat yang secara khusus mengejar performa. Smartphone ini lebih menonjolkan baterai 7.500 mAh, layar besar 120Hz, desain berbeda, NFC, stereo speaker, dan layanan tambahan.

Bagi pengguna yang membutuhkan perangkat untuk aktivitas harian dan mengutamakan kapasitas baterai, kombinasi tersebut bisa menjadi pertimbangan. Namun, bagi pengguna yang mencari performa tinggi atau gaming berat, kompromi pada chipset, eMMC, dan RAM 4 GB perlu diperhatikan.

 

Editor : Maylanni Diana Fitri
Sumber : GadgetIn
redmi 17 Redmi 17 2026 Xiaomi Redmi 17 HP entry-level Redmi 17 baterai 7500 mAh