Vivo V70 Naik Kelas dari V60, Desain Premium hingga UFS 4.1

Maylanni Diana Fitri • Dipublikasikan Jumat, 11 September 2026 | 16:20 WIB
Vivo V70 menyempurnakan V60 lewat desain metal, layar 1,5K, UFS 4.1 dan eSIM, tetapi chipset, kamera, serta baterainya masih serupa.(Pinterest)
Vivo V70 menyempurnakan V60 lewat desain metal, layar 1,5K, UFS 4.1 dan eSIM, tetapi chipset, kamera, serta baterainya masih serupa.(Pinterest)

JAKARTA - Vivo V70 menjadi penerus yang menarik di lini V Series. Smartphone ini bukan membawa revolusi besar dibandingkan Vivo V60, melainkan hadir sebagai penyempurnaan dari generasi sebelumnya. Sejumlah kelemahan V60 diperbaiki, meski beberapa bagian ternyata masih dipertahankan.

Dari sisi spesifikasi inti, Vivo V70 masih membawa prosesor, kamera, dan kapasitas baterai yang serupa dengan V60. Namun, perubahan pada desain dan beberapa komponen pendukung membuat perangkat ini terasa berbeda ketika digunakan.

Salah satu pembaruan terbesar terdapat pada material bodi. Vivo V70 kini menggunakan frame metal yang menggantikan rangka plastik pada V60. Bentuknya dibuat lebih kaku dan mengotak sehingga memberikan kesan lebih mahal.

Ukuran layar juga sedikit diperkecil menjadi 6,59 inci. Layarnya menggunakan panel flat dengan resolusi 1,5K. Perubahan ini membuat perangkat terasa lebih nyaman digenggam sekaligus meningkatkan ketajaman tampilan.

Modul kamera belakang ikut didesain ulang menggunakan material metal. Vivo juga menghadirkan warna Sandal Wood Brown dengan tampilan cokelat tembaga yang cukup mencolok. Selain itu, tersedia pilihan Golden Hour dan Alpine Grey.

Baca Juga: Samsung Galaxy S26 Ultra Setelah 1 Bulan, Ini Kelebihan dan Kekurangannya

Kamera Tetap Kuat, Ultrawide Jadi Catatan

Konfigurasi kamera Vivo V70 masih sangat mirip dengan V60. Kamera utama menggunakan resolusi 50 MP dengan OIS, disusul kamera telefoto 50 MP dengan OIS dan kamera ultrawide 8 MP. Kamera depan juga tetap memiliki resolusi 50 MP.

Kamera utama mampu menghasilkan foto dengan karakter warna yang kuat dan cerah. Dalam pemotretan malam, detail masih terlihat jelas dan noise cukup minim. Kemampuan zoom tiga kali juga masih mampu mempertahankan ketajaman gambar.

Bahkan dalam kondisi indoor, kamera Vivo V70 masih bisa menghasilkan foto yang bersih. Pembesaran hingga 10 kali juga masih dapat memperlihatkan detail objek tertentu.

Namun, kamera ultrawide menjadi bagian yang masih menyisakan kelemahan. Resolusi 8 MP membuat hasil fotonya terlihat cukup baik ketika dilihat secara normal. Tetapi, ketika diperbesar, detail cepat menghilang dan noise mulai terlihat.

Untuk video, kamera depan kini mampu merekam hingga 4K 60 fps. Sayangnya, stabilisasi pada mode tersebut belum optimal. Saat pengaturan diturunkan menjadi 4K 30 fps, hasilnya langsung terasa lebih stabil.

Kamera belakang juga mampu merekam video 4K 60 fps dengan stabilisasi. Hasilnya lebih mulus dibandingkan 4K 30 fps pada V60, meski masih terdapat sedikit guncangan.

Penyimpanan Jadi Pembeda Utama

Vivo V70 tetap menggunakan Snapdragon 7s dan RAM 12 GB LPDDR5X. Artinya, peningkatan performa mentah tidak menjadi fokus utama pada generasi ini.

Justru sektor storage mendapatkan upgrade signifikan. Vivo V70 menggunakan UFS 4.1, sedangkan V60 masih menggunakan UFS 2.2. Perbedaan teknologi tersebut secara teori membuat proses membaca dan menulis data menjadi jauh lebih cepat.

Sayangnya, Vivo hanya menyediakan kapasitas 256 GB pada V70. Padahal V60 sebelumnya juga memiliki opsi 512 GB. Bagi pengguna yang sering menyimpan video, foto, maupun aplikasi berukuran besar, absennya kapasitas 512 GB bisa menjadi pertimbangan.

Dalam penggunaan gaming, kemampuan V70 masih tergolong standar untuk chipset yang digunakan. Mobile Legends dapat berjalan pada 90 fps dengan stabil. Namun, ketika digunakan bermain Genshin Impact, frame rate masih naik turun. Selama pengujian 30 menit, rata-ratanya berada di sekitar 45 fps dengan suhu tertinggi sekitar 45 derajat Celsius.

Baca Juga: Chery Tiggo Cross di Bawah Rp300 Juta, Fitur ADAS 15 Fungsi dan Kabin Lega

Baterai 6.500 mAh juga masih dipertahankan. Untuk streaming YouTube selama satu jam, konsumsi berada di kisaran 5–6 persen. Bermain Mobile Legends 90 fps selama 30 menit menghabiskan sekitar 9 persen, sementara Genshin Impact selama durasi yang sama sekitar 10 persen.

Pengisian daya menjadi salah satu keunggulan lainnya. Vivo V70 mendukung fast charging 90 watt. Dalam 30 menit, baterai dapat terisi sekitar 61 persen dan pengisian hingga penuh tidak membutuhkan waktu satu jam.

Vivo V70 juga sudah mendukung eSIM. Fitur ini berguna bagi pengguna yang sering bepergian dan ingin membeli paket data atau menggunakan nomor digital tanpa bergantung pada SIM fisik.

Di sisi lain, beberapa kekurangan V60 masih ditemukan. Speaker masih dinilai memiliki karakter suara yang tajam dengan treble tinggi. Mesin getarnya juga dianggap kurang premium.

Dengan segala pembaruan tersebut, Vivo V70 memang lebih unggul dari V60. Namun, peningkatannya lebih banyak berada pada pengalaman penggunaan, desain, layar, storage, dan fitur tambahan, bukan pada performa inti. Karena itu, pengguna yang mengejar rasa premium bisa lebih tertarik pada V70, sedangkan pemilik V60 mungkin belum membutuhkan upgrade jika hanya mengejar kamera, baterai, dan performa.

 

Editor : Maylanni Diana Fitri
Vivo V60 HP Vivo terbaru vivo v70 Vivo V Series Vivo V70 review