JAKARTA - Redmi Note 17 resmi hadir di Indonesia dan menjadi salah satu ponsel yang menarik perhatian di kelas harga menengah. Meski harga resmi Xiaomi belum diumumkan saat video dibuat, sejumlah counter HP sudah menjual perangkat tersebut dengan harga mulai Rp4 juta.
Varian paling rendah Redmi Note 17 dibekali RAM 6 GB dan penyimpanan 128 GB dengan harga sekitar Rp4 juta. Sementara versi 6/256 GB dijual sekitar Rp4,3 juta dan varian tertinggi RAM 8 GB dengan penyimpanan 256 GB berada di kisaran Rp5,2 juta.
Harga tersebut merupakan harga dari counter dan belum bisa dianggap sebagai harga resmi Xiaomi. Karena itu, harga saat penjualan resmi nantinya masih dapat berbeda.
Dari sisi paket penjualan, Redmi Note 17 masih cukup lengkap. Di dalam kotak tersedia charger 45 watt dan softcase berwarna hitam. Pelindung layar berbahan plastik juga sudah terpasang sejak awal.
Baca Juga: Samsung Galaxy S26 Ultra Dipakai Sebulan, Fitur Baru Ini Bikin Takjub
Layar AMOLED 120 Hz Jadi Salah Satu Andalan
Redmi Note 17 membawa layar berukuran 6,99 inci dengan panel AMOLED dan refresh rate 120 Hz. Resolusinya mencapai Full HD Plus atau 1080 x 2396 piksel.
Layar tersebut menggunakan desain punch hole dengan bezel yang tergolong tipis, meski bagian dagu masih sedikit lebih tebal. Dengan ukuran hampir 7 inci, perangkat ini cukup menarik bagi pengguna yang gemar menonton video maupun berselancar di media sosial.
Proteksi Corning Gorilla Glass 7i juga disematkan untuk membantu melindungi layar dari goresan. Sensor fingerprint berada di dalam layar dan diklaim memiliki respons yang cepat.
Tingkat kecerahan layar yang disebut dalam pengujian mencapai 1.800 nits. Secara teknis, angka tersebut membuat layar memiliki kemampuan yang cukup baik ketika digunakan di bawah cahaya matahari.
Pada bagian desain, Redmi Note 17 mengalami perubahan dibandingkan Redmi Note 15. Kamera belakang kini diletakkan di sisi kiri atas dan hanya terdiri dari satu kamera utama 50 MP serta LED flash.
Tidak ada kamera ultrawide maupun telefoto. Bagian belakang menggunakan material plastik dengan finishing berkilau yang terlihat menarik ketika terkena pantulan cahaya. Frame perangkat juga masih menggunakan plastik.
Snapdragon 6s 4G Jadi Sorotan
Untuk performa, Redmi Note 17 menggunakan Qualcomm Snapdragon 6s 4G Gen 2 dengan fabrikasi 6 nanometer. RAM yang digunakan berjenis LPDDR4X, sedangkan penyimpanannya memakai UFS 2.2.
Dalam pengujian yang ditampilkan, performa Redmi Note 17 justru disebut masih berada di bawah Samsung A07 yang menggunakan MediaTek Helio G99. Bahkan Samsung A07 dengan RAM 4 GB dan penyimpanan 64 GB memperoleh hasil pengujian yang lebih tinggi dibandingkan Redmi Note 17 versi RAM 6 GB dan storage 128 GB.
Redmi Note 17 memiliki beberapa sensor seperti NFC, infrared blaster, akselerometer, sensor cahaya, dan magnetometer. Infrared blaster dapat digunakan untuk mengendalikan perangkat seperti televisi atau AC.
Namun, ponsel ini tidak memiliki sensor gyroscope. Kekurangan lainnya terdapat pada speaker karena Redmi Note 17 hanya menggunakan satu speaker yang berada di bagian bawah.
Untuk konektivitas, slot SIM menggunakan sistem hybrid. Pengguna bisa memasang dua nano SIM tanpa kartu microSD atau satu nano SIM bersama satu kartu microSD.
Kamera Terbatas dan Belum Ada Stabilizer
Redmi Note 17 mengandalkan kamera utama 50 MP dan kamera selfie 16 MP. Konfigurasinya memang sederhana karena tidak tersedia kamera tambahan untuk ultrawide ataupun telefoto.
Fitur zoom yang tersedia hingga enam kali menggunakan metode cropping dari kamera utama. Sistem zoom juga masih mengandalkan slider, bukan pilihan pembesaran langsung seperti 1x, 2x, atau 4x.
Kekurangan paling terasa ada pada kemampuan video. Kamera depan dan belakang hanya mampu merekam maksimal 1080p 30 fps. Tidak tersedia pilihan 60 fps.
Selain itu, Redmi Note 17 juga belum dilengkapi fitur stabilisasi video. Ketika digunakan sambil berjalan, hasil rekaman terlihat cukup berguncang.
Hasil kamera juga dinilai memiliki saturasi yang cukup tinggi. Warna daun dapat terlihat lebih hijau dari kondisi sebenarnya, sedangkan ketika kamera diarahkan ke langit, detail langit mudah menjadi terlalu putih.
Dari sisi software, Redmi Note 17 sudah menggunakan HyperOS 3.0 berbasis Android 16. Namun, sejumlah fitur masih dibatasi. Tampilan quick panel masih menggunakan desain lama dan fitur AI juga tergolong minim.
Fitur AI Editor pada galeri hanya menyediakan fitur “Lebarkan”, sementara menu Xiaomi AI tidak ditemukan pada perangkat yang diuji.
Dengan harga counter mulai Rp4 juta, Redmi Note 17 menawarkan layar AMOLED 120 Hz, NFC, infrared, baterai besar, serta penyimpanan UFS 2.2. Namun, absennya gyroscope, speaker stereo, stabilisasi video, dan keterbatasan kamera menjadi beberapa hal yang perlu dipertimbangkan sebelum membeli.
Editor : Maylanni Diana Fitri
Sumber : rizkinhk