Redmi Note 17 Dijual Mulai Rp4 Juta, Punya Layar AMOLED tapi Minim Fitur Kamera

Maylanni Diana Fitri • Dipublikasikan Jumat, 11 September 2026 | 16:46 WIB
Redmi Note 17 dijual mulai Rp4 juta di counter dengan layar AMOLED 120 Hz, NFC dan HyperOS 3.0, tetapi kamera serta videonya terbatas.(pinterest)
Redmi Note 17 dijual mulai Rp4 juta di counter dengan layar AMOLED 120 Hz, NFC dan HyperOS 3.0, tetapi kamera serta videonya terbatas.(pinterest)

JAKARTA - Redmi Note 17 mulai beredar di sejumlah counter HP di Indonesia meski harga resminya dari Xiaomi belum diumumkan saat video dibuat. Smartphone ini menawarkan layar AMOLED 120 Hz dan baterai berkapasitas besar, tetapi membawa sejumlah keterbatasan yang cukup terasa di sektor kamera dan fitur.

Dalam video yang menjadi sumber pembahasan, Redmi Note 17 varian RAM 6 GB dengan penyimpanan 128 GB dibeli dengan harga Rp4 juta. Varian 6/256 GB ditawarkan sekitar Rp4,3 juta, sedangkan model RAM 8 GB dengan storage 256 GB berada di kisaran Rp5,2 juta.

Harga tersebut merupakan harga dari counter HP, bukan harga resmi Xiaomi. Karena itu, banderol Redmi Note 17 ketika dipasarkan secara resmi masih dapat berbeda.

Dari kemasan, Redmi Note 17 hadir dengan kotak berwarna abu-abu dan putih. Pada bagian depan terdapat tulisan Redmi Note 17 serta stiker NFC. Artinya, perangkat ini sudah mendukung konektivitas NFC.

Paket penjualannya juga cukup lengkap. Xiaomi masih menyertakan charger 45 watt dan softcase hitam. Pelindung layar plastik juga sudah terpasang langsung pada perangkat.

Baca Juga: Samsung Galaxy S26 Ultra, Sebulan Dipakai Ternyata Punya Banyak Kompromi

Desain Sederhana dengan Kamera Tunggal

Redmi Note 17 membawa perubahan pada desain kamera dibandingkan generasi sebelumnya. Modul kamera kini berada di bagian kiri atas bodi.

Menariknya, hanya terdapat satu kamera belakang. Sensor utama memiliki resolusi 50 MP dan ditemani LED flash. Tidak tersedia kamera ultrawide maupun telefoto.

Bagian belakang menggunakan material plastik dengan finishing berkilau. Efek pantulan cahaya membuat bodinya terlihat cukup menarik. Sementara itu, frame juga masih menggunakan bahan plastik.

Tombol power dan volume berada di sisi kanan. Bagian atas menyediakan infrared blaster, sedangkan sisi kiri tidak memiliki tombol atau port. Di bagian bawah terdapat speaker, port USB Type-C, mikrofon, dan slot SIM.

Slot kartu menggunakan sistem hybrid. Pengguna bisa memasang dua nano SIM tanpa microSD atau satu nano SIM bersama satu kartu microSD.

Layar Jadi Salah Satu Keunggulan

Sektor layar menjadi salah satu bagian yang cukup menarik dari Redmi Note 17. Smartphone ini membawa panel AMOLED berukuran 6,99 inci dengan refresh rate 120 Hz.

Resolusinya mencapai Full HD Plus atau 1080 x 2396 piksel. Desain layar menggunakan punch hole dengan bezel yang cukup tipis, meski bagian dagu masih terlihat sedikit lebih tebal.

Perlindungan Corning Gorilla Glass 7i juga disematkan. Sensor fingerprint berada di dalam layar dan responsnya dinilai cepat.

Kecerahan layar yang disebut dalam pengujian mencapai 1.800 nits. Dengan ukuran hampir 7 inci, layar Redmi Note 17 cukup cocok untuk pengguna yang sering menonton video atau menggunakan media sosial.

Performa Tak Selalu Unggul

Untuk dapur pacu, Redmi Note 17 menggunakan Qualcomm Snapdragon 6s 4G Gen 2 dengan fabrikasi 6 nanometer. RAM menggunakan LPDDR4X, sedangkan penyimpanan internal memakai UFS 2.2.

Hasil pengujian performa yang ditampilkan justru menunjukkan Redmi Note 17 masih kalah dari Samsung A07 dengan MediaTek Helio G99. Samsung A07 yang dibandingkan bahkan hanya menggunakan RAM 4 GB dan penyimpanan 64 GB.

Redmi Note 17 memiliki sejumlah sensor, termasuk NFC, infrared blaster, akselerometer, sensor cahaya, dan magnetometer. Namun, sensor gyroscope tidak tersedia.

Untuk audio, perangkat ini juga hanya menggunakan satu speaker di bagian bawah. Artinya, tidak ada speaker kedua di bagian atas.

Keterbatasan paling terasa muncul pada kamera. Kamera belakang hanya menggunakan sensor utama 50 MP, sedangkan kamera selfie memiliki resolusi 16 MP.

Perekaman video maksimal berada di 1080p 30 fps. Pengguna tidak bisa memilih perekaman 60 fps dan tidak tersedia fitur stabilisasi video.

Ketika kamera digunakan sambil berjalan, hasil rekaman terlihat berguncang. Pada kamera selfie, warna juga dinilai cenderung terlalu jenuh. Warna kulit terlihat lebih gelap dan daun di latar belakang tampak lebih hijau dibandingkan kondisi sebenarnya.

Rentang dinamis juga menjadi catatan. Saat kamera diarahkan ke langit, bagian tersebut dapat terlihat putih meski kondisi sebenarnya berwarna biru.

Untuk zoom, Redmi Note 17 menyediakan pembesaran hingga enam kali melalui cropping dari kamera utama. Sistemnya masih menggunakan slider sehingga pengguna tidak mendapatkan tombol perpindahan zoom langsung seperti 1x, 2x, atau 4x.

Redmi Note 17 menjalankan HyperOS 3.0 berbasis Android 16. Namun, fitur AI yang tersedia masih terbatas. AI Editor galeri hanya menyediakan fitur “Lebarkan”, sementara menu Xiaomi AI tidak ditemukan dalam pengaturan perangkat yang diuji.

Dengan harga counter mulai Rp4 juta, Redmi Note 17 menawarkan layar AMOLED 120 Hz, NFC, infrared blaster, dan penyimpanan hingga 256 GB. Namun, kamera tunggal, video maksimal 1080p 30 fps, absennya stabilisasi serta gyroscope membuat ponsel ini memiliki beberapa kompromi yang perlu dipertimbangkan sebelum membeli.

 

Editor : Maylanni Diana Fitri
Sumber : rizkinhk
Redmi Note 17 Redmi Note 17 Indonesia Xiaomi Redmi Note 17 Redmi Note 17 review HP Redmi