JAKARTA - iPad 11 dinilai kurang memiliki posisi yang jelas dalam workflow bagi pengguna yang sudah memiliki laptop dan lebih banyak mengandalkan perangkat tersebut untuk bekerja. Kondisi itu membuat seorang YouTuber mengaku menyesal membeli iPad 11 karena perangkat tersebut justru jarang digunakan.
Dalam video yang membahas pengalaman menggunakan iPad 11, ia menegaskan bahwa penyesalan tersebut bukan karena perangkatnya buruk. Menurutnya, iPad tetap masuk akal bagi pengguna dengan kebutuhan spesifik seperti ilustrator, digital artist, atau pekerjaan yang sangat bergantung pada Apple Pencil.
Masalah muncul ketika iPad dibeli tanpa tujuan penggunaan yang matang. Ia menilai tablet berada di posisi yang serba tanggung ketika tidak digunakan sebagai perangkat utama, tetapi juga tidak cukup penting untuk selalu dibuka.
Baca Juga: Yadea GT80 Rp29,8 Juta, Bergaya XMAX dan Punya Kecepatan hingga 93 Km/jam
Pengalaman tersebut semakin terasa karena ia sudah memiliki MacBook M1. Berbagai kebutuhan pekerjaan, mulai dari coding, menulis, editing video hingga pekerjaan profesional, disebut sudah dapat ditangani MacBook tersebut.
Ukuran iPad 11 Dinilai Terlalu Besar
Salah satu persoalan terbesar menurutnya adalah ukuran iPad 11 yang mencapai 11 inci. Ukuran tersebut dianggap terlalu besar untuk perangkat yang seharusnya digunakan secara santai, tetapi masih memiliki keterbatasan ketika dipakai sebagai perangkat kerja utama.
Baca Juga: Yadea Kinis Ternyata Kencang, Motor Listrik Rp44 Juta Ini Sudah Sold Out
Ia membandingkan pengalaman membawa iPad dengan MacBook. Ketika ingin menggunakan perangkat untuk bekerja secara serius, pengguna tetap membutuhkan posisi duduk yang nyaman serta aksesori seperti keyboard dan mouse.
Kondisi itu membuatnya mempertanyakan kembali alasan menggunakan iPad. Sebab, ketika iPad sudah dilengkapi keyboard dan digunakan seperti laptop, fungsi yang didapat terasa tidak jauh berbeda dari membawa MacBook.
Di sisi lain, iPad memang memiliki kelebihan tertentu. Layarnya lebih lega dibandingkan ponsel sehingga nyaman untuk hiburan, mencatat, melakukan multitasking, dan mencoret-coret. Namun, menurut pengalaman pribadinya, keunggulan tersebut lebih terasa ketika iPad digunakan di meja kerja.
Baca Juga: Yadea E8S Pro Bekas Lagi Naik Daun, Modal Modif Bisa Tembus Rp25 Juta
Saat berpindah ke kasur, dapur, ruang tamu, atau ruang makan, ia justru lebih memilih ponsel karena ukurannya lebih kecil, praktis digunakan dengan satu tangan, dan mudah dibawa.
MacBook Masih Lebih Nyaman untuk Kerja Serius
Kebutuhan mengetik menjadi salah satu alasan utama ia tetap memilih laptop. Aktivitas seperti mengerjakan dokumen, spreadsheet, menulis skrip video hingga coding dianggap lebih nyaman dilakukan menggunakan laptop.
Coding sebenarnya tetap memungkinkan dilakukan melalui iPad, termasuk menggunakan cloud development atau remote development. Ia mencontohkan penggunaan SSH ke server melalui aplikasi seperti Termius. Namun, iPad memiliki keterbatasan karena tidak menyediakan IDE dan environment yang sama persis dengan perangkat desktop.
Baca Juga: Yadea Velux U Diuji Bandung-Bogor, Tembus 152 Km dengan Sisa Baterai 9 Persen
Karena itu, bagi orang yang baru belajar coding, ia menyarankan langsung menggunakan laptop agar mendapatkan lingkungan kerja yang lebih lengkap. Untuk kebutuhan serius, termasuk pengembangan hingga deployment aplikasi, laptop atau desktop dinilai masih lebih mendukung.
Hal serupa berlaku untuk file management dan editing video. Ia merasa pengelolaan file di MacBook jauh lebih familiar, termasuk ketika harus terhubung dengan hard disk eksternal. Ia juga terbiasa melakukan editing menggunakan CapCut di MacBook.
Sementara itu, CapCut versi iPad yang pernah dicobanya disebut masih memiliki sejumlah bug. Meski demikian, ia menilai workflow editing di iPad berpotensi lebih baik jika berbagai masalah tersebut sudah diperbaiki.
Untuk iPad 11 yang digunakan dalam video tersebut, keterbatasan juga ditemukan pada penggunaan monitor eksternal. Perangkat tersebut hanya dapat melakukan mirroring sehingga tidak bisa digunakan sebagai extended monitor dengan tampilan berbeda.
Baca Juga: Yadea Velx U Rp39 Juta Diuji, Motor Listrik Ringan dengan Build Quality Premium
Pada akhirnya, ia menilai iPad lebih tepat ditempatkan sebagai perangkat pelengkap dalam ekosistem pengguna, bukan pengganti laptop. Jika seseorang sudah memiliki laptop, pekerjaan berjalan lancar, dan masih ragu apakah membutuhkan iPad, menurutnya perangkat tambahan tersebut sebenarnya belum diperlukan.
Sebaliknya, keputusan membeli iPad bisa masuk akal apabila pengguna sudah mengetahui kebutuhan spesifiknya dan memiliki anggaran yang cukup. Ia menyarankan mempertimbangkan budget, kebutuhan, kemudian keinginan sebelum membeli gadget.
Untuk iPad 11 miliknya, perangkat tersebut akhirnya akan digunakan oleh ibunya yang berprofesi sebagai guru bahasa Inggris. iPad dinilai berpotensi lebih bermanfaat untuk kegiatan mengajar, termasuk digunakan bersama proyektor dan sebagai media untuk mencoret-coret materi.
Baca Juga: Volta GF1 Dibanderol Rp23 Jutaan, Sekali Cas Bisa Tempuh 150 Km
Sementara itu, ia tetap akan menggunakan iPad untuk mencatat dan kebutuhan hiburan, tetapi berencana beralih ke perangkat dengan ukuran lebih kecil karena merasa iPad 11 terlalu besar untuk kebutuhannya.
Baca Juga: Motor Listrik Gesits Dipakai 3 Tahun, Ini Masalah yang Mulai Muncul
Course: YouTube @pyurangi
Editor : Agnes Adelia Hernanda