JAKARTA - Tecno Pova 8 5G hadir dengan baterai jumbo 8.000 mAh dan fitur Alive Matrix Display yang menjadi daya tarik utama. Namun, kenaikan harga membuat ponsel ini dinilai lebih sulit bersaing, terutama untuk varian dengan RAM dan penyimpanan lebih besar.
Dalam video pengujian yang dibawakan David, Tecno Pova 8 5G dibandingkan dengan generasi sebelumnya. Kenaikan harga menjadi salah satu sorotan karena kondisi harga komponen yang disebut ikut meningkat.
Tahun sebelumnya, Tecno Pova 7 5G dibanderol sekitar Rp3 juta untuk varian RAM 8 GB dan penyimpanan 128 GB. Sementara varian 8 GB/256 GB membutuhkan tambahan Rp200 ribu.
Pada Pova 8 5G, varian 8 GB/128 GB disebut sudah mencapai sekitar Rp5 juta. Sementara untuk mendapatkan varian 8 GB/256 GB, tambahan yang dibutuhkan mencapai Rp600 ribu. Tecno kemudian menawarkan varian 6 GB/128 GB untuk menekan harga. Dalam pengujian tersebut, unit yang digunakan disebut bisa diperoleh di kisaran Rp3,8 juta-Rp3,9 juta melalui harga pasar atau pre-order.
Namun, angka RAM 12 GB yang tercantum pada kemasan perlu diperhatikan. Menurut penjelasan dalam video, kapasitas tersebut merupakan gabungan 6 GB RAM fisik dan 6 GB extended RAM. RAM sebenarnya pada unit yang diuji adalah 6 GB dengan penyimpanan internal 128 GB.
Baca Juga: Cara Cek Saldo JHT BPJS Ketenagakerjaan lewat Aplikasi, Mudah dan Tanpa Biaya
Salah satu daya tarik terbesar Pova 8 5G adalah baterai 8.000 mAh. Kapasitas tersebut dipadukan dengan pengisian cepat 45 watt. Dalam pengujian penggunaan sehari-hari, ponsel masih menyisakan sekitar 38 persen baterai setelah digunakan untuk Google Maps, bermain game, koneksi seluler, dan mengambil foto selama seharian.
Pengisian dayanya juga dinilai cukup cepat. Dalam pengujian, pengisian selama 30 menit mencapai hampir 40 persen. Sementara satu jam pengisian menghasilkan sekitar 70 persen dan pengisian hingga penuh membutuhkan waktu sekitar 1,5 jam.
Selain baterai, Tecno mengandalkan fitur Alive Matrix Display. Fitur tersebut berupa layar LED kecil di bagian belakang yang dapat menampilkan berbagai animasi, status, visualizer musik, timer, hingga gambar yang dibuat pengguna.
Alive Matrix juga dapat digunakan untuk menampilkan animasi ketika mendengarkan musik. Ada pula fitur timer yang tetap menampilkan indikator meski layar utama dikunci. Namun, fitur indikator pengisian daya dinilai belum optimal karena tampilannya tidak terus menyala selama proses charging.
Dari sisi layar utama, Tecno Pova 8 5G menggunakan panel IPS beresolusi Full HD dengan refresh rate hingga 144 Hz. Tingkat kecerahannya disebut masih cukup untuk penggunaan luar ruangan, tetapi tidak seterang sejumlah ponsel kelas menengah lainnya.
Untuk performa, ponsel ini menggunakan MediaTek Dimensity 7100. Skor AnTuTu yang didapat sekitar 780 ribu. Performa tersebut dinilai cukup untuk penggunaan sehari-hari dan game ringan, tetapi mulai terbatas ketika digunakan untuk game berat.
Dalam pengujian game, performanya dapat mencapai sekitar 90 fps pada pengaturan tertentu, tetapi tidak konsisten dan mengalami penurunan ke kisaran 60-70 fps. Saat digunakan bermain Genshin Impact, frame rate berada di sekitar 30-45 fps dan dapat turun menjadi 25-40 fps. Suhu perangkat juga bisa mencapai lebih dari 45 derajat Celsius saat bermain game berat.
Untuk kamera, Pova 8 5G membawa kamera utama Sony LYT-600 50 megapiksel. Hasil foto dinilai cukup baik, terutama dalam kondisi terang. Detail, warna, dan dynamic range dianggap masih terkendali. Kamera juga dinilai mampu menghasilkan foto malam dengan noise yang tidak terlalu berlebihan, meski hasilnya dapat menurun ketika berhadapan dengan sumber cahaya tertentu.
Kamera depan mampu merekam video hingga resolusi 2K. Namun, mode tersebut tidak dilengkapi stabilisasi sehingga hasil video mudah bergoyang. Stabilisasi baru tersedia ketika menggunakan resolusi 1080p 30 fps.
Secara keseluruhan, Tecno Pova 8 5G lebih menonjolkan baterai 8.000 mAh, desain unik, dan Alive Matrix Display. Dengan bobot sekitar 225 gram, perangkat tetap dinilai cukup nyaman untuk ukuran ponsel dengan baterai sebesar itu.
Namun, jika dibeli pada harga sekitar Rp5 juta-Rp5,5 juta, sejumlah kekurangan mulai terasa. Layar masih IPS, speaker hanya mono, kamera belakang hanya satu, serta performanya bukan yang paling kencang di kelas tersebut.
Karena itu, Pova 8 5G dinilai lebih masuk akal apabila diperoleh di kisaran Rp3 jutaan dengan varian 6 GB/128 GB. Pada harga tersebut, kombinasi baterai jumbo, kamera, desain, dan Alive Matrix Display menjadi nilai jual yang lebih menarik.
Editor : Maylanni Diana Fitri