Como 1907 Dibawa Cesc Fabregas Juara Liga Champions dalam Simulasi Game Career Mode

Muhammad Tafrihatu Zaidan Al Akhbari • Dipublikasikan Selasa, 15 September 2026 | 14:35 WIB
Como 1907 dibawa Cesc Fabregas meraih Serie A dan Liga Champions dalam simulasi Career Mode setelah membangun skuad bertabur talenta. (Gemini AI)
Como 1907 dibawa Cesc Fabregas meraih Serie A dan Liga Champions dalam simulasi Career Mode setelah membangun skuad bertabur talenta. (Gemini AI)

JAKARTA - Como 1907 menjelma menjadi kekuatan baru sepak bola Eropa dalam simulasi Career Mode yang dilakukan kreator konten. Di bawah arahan Cesc Fabregas, Como tidak hanya mampu mendominasi sepak bola Italia, tetapi juga akhirnya mengangkat trofi Liga Champions setelah membangun skuad secara bertahap selama beberapa musim.

Dalam simulasi tersebut, Fabregas mendapat dukungan finansial besar dari pemilik Como. Proyeknya dimulai dengan upaya mempertahankan sejumlah pemain penting sekaligus mendatangkan talenta baru.

Salah satu pemain yang menjadi pusat proyek adalah Nico Paz. Dalam simulasi, Como bahkan menebus pemain tersebut dengan nilai transfer 66 juta euro. Sementara itu, beberapa pemain lain didatangkan dengan status pinjaman dan opsi pembelian.

Baca Juga: Cesc Fabregas Bikin Pemain Buangan Jadi Berharga, 6 Bintang Como Melambung

Moisés Kean juga menjadi bagian penting dari pembangunan skuad. Penyerang tersebut bergabung dengan status pinjaman disertai kewajiban pembelian 25 juta euro dan biaya peminjaman 10 juta euro. Dalam musim pertamanya, Kean langsung memberikan kontribusi penting di lini depan.

Como juga memperkuat pertahanan dengan mendatangkan Trevoh Chalobah dari Chelsea dengan nilai 30 juta euro ditambah bonus. Robert Sanchez didatangkan dengan status pinjaman untuk mengisi posisi penjaga gawang.

Di lini tengah, Como merekrut beberapa pemain lain, termasuk Yacine Adli, Yan Couto, serta beberapa talenta muda. Strategi tersebut membuat skuad terus berkembang dari musim ke musim.

Baca Juga: Cara Keluarga Hartono Sulap Como 1907 dari Klub Bangkrut Serie D Jadi Tim Serie A dalam 5 Tahun, Strategi Bisnisnya Bikin Dunia Sepak Bola Tercengang

Dari Penantang Serie A hingga Juara

Dalam perjalanan simulasi, Como awalnya hanya mampu finis di posisi empat Serie A. Hasil tersebut sudah cukup untuk mempertahankan tiket Liga Champions, tetapi target berikutnya jauh lebih besar.

Setelah beberapa musim membangun skuad, Como akhirnya berhasil menjadi juara Serie A untuk pertama kalinya dalam simulasi. Tim Fabregas mengakhiri musim dengan keunggulan empat poin dari pesaing terdekat.

Kesuksesan tersebut berlanjut pada Coppa Italia. Como kembali meraih kemenangan dan mencatatkan musim dengan dua trofi domestik.

Baca Juga: Kes Fabregas Bikin Como 1907 Melampaui Ekspektasi: Dari Tim Promosi Jadi Penantang Zona Eropa Serie A Berkat Bintang-Bintang Murah

Salah satu pemain yang kemudian mendapatkan peran besar adalah Francesco Pio Esposito? Tidak. Dalam simulasi ini, justru Liberali yang berkembang menjadi salah satu pemain utama setelah Nico Paz akhirnya meninggalkan klub.

Nico Paz kemudian mendapat tawaran besar dari Manchester City senilai 185 juta euro. Kepergiannya membuat Liberali mengambil alih posisi tersebut.

Keputusan itu ternyata membuahkan hasil. Liberali berkembang menjadi pemain dengan rating 88 dan mencatat 38 kontribusi gol dalam salah satu musim terbaiknya bersama Como.

Baca Juga: Panduan Wisata Milan Italia: 10 Hal Terbaik yang Wajib Dicoba, dari Duomo Cathedral hingga Danau Como yang Memukau

Como Akhirnya Menaklukkan Eropa

Perjalanan Como di Liga Champions sempat tersendat. Mereka beberapa kali tersingkir sebelum semifinal atau perempat final. Namun, perkembangan skuad membuat tim semakin kompetitif.

Pada musim berikutnya, Como berhasil melewati sejumlah lawan besar. Mereka menyingkirkan Real Madrid di babak 16 besar, kemudian melewati Barcelona di perempat final.

Di semifinal, Como kembali berhadapan dengan Manchester City yang diperkuat Nico Paz. Namun, tim Fabregas mampu melaju ke final dan bertemu Paris Saint-Germain.

Baca Juga: Panduan Wisata Milan Italia: 10 Hal Terbaik yang Wajib Dicoba, dari Duomo Cathedral hingga Danau Como yang Memukau

Final tersebut menjadi puncak proyek Como dalam simulasi. Bermain agresif, Como mampu mengalahkan PSG dengan skor 4-2. Chalobah turut mencetak gol dalam pertandingan tersebut.

Hasil itu membuat Como dalam simulasi berhasil meraih trofi Liga Champions setelah sebelumnya mendominasi kompetisi domestik Italia.

Perjalanan tersebut sekaligus menggambarkan bagaimana sebuah klub dapat dibangun melalui kombinasi investasi, perekrutan pemain muda, dan pengembangan skuad secara bertahap dalam Career Mode.

Baca Juga: Panduan Wisata Milan Italia: 10 Hal Terbaik yang Wajib Dicoba, dari Duomo Cathedral hingga Danau Como yang Memukau

Fabregas bahkan digambarkan sebagai sosok sentral dalam proyek tersebut. Dalam narasi video, ia disamakan dengan Johan Cruyff karena perannya yang sangat besar dalam membangun identitas permainan dan kesuksesan Como.

Namun, seluruh pencapaian juara Serie A dan Liga Champions dalam artikel ini merupakan hasil simulasi Career Mode, bukan laporan prestasi Como 1907 di dunia nyata.

Editor : Muhammad Tafrihatu Zaidan Al Akhbari
Sumber : CaniSports
Career Mode Como 1907 cesc fabregas liga champions serie a