TULUNGAGUNG - Pilihan kamera mirrorless semakin beragam pada 2026, mulai dari model ramah pemula hingga perangkat full-frame untuk kebutuhan serius. Kamera mirrorless terbaik 2026 dalam daftar terbaru menawarkan kombinasi kualitas foto, kemampuan video, autofocus, stabilisasi, dan bodi ringkas.
Bagi pengguna yang sedang mencari kamera mirrorless terbaik 2026, banyaknya pilihan justru bisa membuat proses menentukan perangkat menjadi lebih rumit. Ada kamera yang lebih cocok untuk vlogging, fotografi perjalanan, hingga kebutuhan hybrid antara foto dan video.
Dalam sebuah rekomendasi dari kanal Info Fotografi, terdapat 10 kamera yang disebut populer dan layak dipertimbangkan. Daftarnya mencakup Sony, Fujifilm, Nikon, Canon, hingga Panasonic, dengan sensor APS-C dan full-frame.
Sony ZV-E10 menjadi pilihan pertama. Kamera APS-C 24 megapiksel ini mampu merekam video 4K 30p dan memiliki layar fully articulating. Kamera tersebut juga dilengkapi mikrofon directional internal dengan wind filter serta mode Product Showcase yang ditujukan bagi content creator.
Baca Juga: Infinix Hot 70 Dibanderol Rp2 Jutaan, Kamera Jadi Nilai Jual tetapi Layar Punya Catatan
Keunggulan lainnya adalah bodi yang ringkas, autofocus, serta pilihan lensa Sony yang luas. Kekurangannya, ZV-E10 tidak memiliki stabilisasi di dalam bodi dan masih dapat mengalami rolling shutter ketika merekam objek bergerak cepat. Kamera ini disebut cocok bagi pengguna yang ingin naik kelas dari kamera ponsel.
Berikutnya ada Sony Alpha 6700 dengan sensor APS-C 26 megapiksel berteknologi BSI. Kamera ini memiliki autofocus berbasis AI, stabilisasi hingga 5-axis, video 4K 60p dan 120p dengan sedikit crop, serta kemampuan continuous shooting hingga 11 foto per detik.
Sony Alpha 7C II kemudian membawa sensor full-frame 33 megapiksel, stabilisasi hingga 7 stop, serta autofocus berbasis AI. Bodinya tetap ringkas untuk ukuran kamera full-frame. Kualitas gambar dalam kondisi minim cahaya menjadi salah satu keunggulannya.
Fujifilm X-M5 menjadi alternatif dengan desain retro dan karakter warna khas Fujifilm. Kamera ini mendukung video open gate hingga 6.2K serta layar yang dapat diputar. Namun, X-M5 tidak memiliki stabilisasi dalam bodi dan tidak dilengkapi viewfinder.
Sementara Fujifilm X-S20 menawarkan sensor APS-C 26 megapiksel, stabilisasi hingga 7 stop, video open gate 6.2K dan 4K 60p. Baterainya juga lebih besar dibanding X-M5. Kamera ini ditujukan bagi pengguna yang membutuhkan perangkat hybrid untuk foto dan video.
Baca Juga: 10 HP Vivo Terbaru 2026, dari Harga Ramah hingga Flagship dengan Kamera 200 MP
Nikon Z50 II menggunakan sensor APS-C 20,9 megapiksel dan prosesor terbaru yang meningkatkan kemampuan autofocus. Kamera ini mampu merekam video hingga 4K 60p serta memotret hingga 30 foto per detik dalam format JPEG.
Kelemahannya adalah resolusi sensor yang relatif rendah dibanding sejumlah kamera lain di daftar. Kamera ini juga tidak memiliki stabilisasi dalam bodi. Meski begitu, Z50 II disebut menarik karena harganya berada di bawah Rp15 juta dalam transkrip.
Nikon Z5 II membawa sensor full-frame 24 megapiksel, stabilisasi dalam bodi, dua slot kartu memori, serta video hingga 4K 60p dengan crop minimal. Kamera ini disebut cocok bagi pengguna yang ingin melakukan upgrade menuju sistem full-frame.
Canon EOS R50 menjadi pilihan lain bagi pemula. Kamera APS-C 24 megapiksel ini mampu merekam 4K 30p dan memotret hingga 15 foto per detik. Layarnya dapat diputar dan tersedia viewfinder. Autofocus serta tracking menjadi salah satu keunggulannya.
Canon EOS R8 menawarkan sensor full-frame 24 megapiksel, Dual Pixel AF, video 4K 60p tanpa crop, serta continuous shooting hingga 40 foto per detik menggunakan electronic shutter. Namun, kamera ini tidak memiliki stabilisasi dalam bodi dan hanya menyediakan satu slot kartu memori.
Baca Juga: Nubia Neo 3 GT Jadi HP Gaming Rp3 Jutaan, Unggul di Performa tetapi Kamera Terbatas
Pilihan terakhir adalah Panasonic Lumix S5 II. Kamera full-frame 24 megapiksel ini menawarkan autofocus face detection, stabilisasi, serta kemampuan video hingga 6K dan 4K 60p. Kamera juga dilengkapi active fan dan berbagai perangkat pendukung video.
Keunggulan S5 II terletak pada kemampuan videonya dan stabilisasi yang kuat. Kekurangannya adalah autofocus untuk objek yang bergerak sangat cepat masih disebut tertinggal dibanding beberapa kompetitor.
Kesepuluh kamera tersebut memiliki karakter berbeda. Karena itu, kebutuhan foto, video, jenis sensor, sistem lensa, stabilisasi, serta anggaran menjadi pertimbangan penting sebelum menentukan pilihan.
Editor : Syarifatul InsaniyahSumber : Diolah dari berbagai sumber