TRENGGALEK NJENGGELEK- Oppo A6 hadir sebagai salah satu HP entry level dengan harga sekitar Rp1,6 juta. Meski berada di kelas paling terjangkau, smartphone ini menawarkan sejumlah fitur yang cukup menarik, seperti penyimpanan UFS 2.2, Snapdragon 685, baterai 6.500 mAh, serta layar 120 Hz.
Oppo A6 memang tidak ditujukan untuk pengguna yang membutuhkan kamera atau performa gaming kelas tinggi. Namun, kombinasi baterai besar, layar responsif, dan penyimpanan yang lebih cepat membuat perangkat ini menarik untuk kebutuhan harian.
Desain Simpel dengan Rating IP64
Oppo A6 mengusung desain sederhana dengan material polikarbonat pada bagian bodi belakang maupun frame. Salah satu varian warnanya adalah Violet Purple yang memiliki motif seperti kelopak bunga ketika terkena pantulan cahaya.
Di bagian bawah tersedia jack audio 3,5 mm, port USB Type-C, mikrofon, dan speaker mono. Smartphone ini juga memiliki slot SIM hybrid.
Untuk ketahanan, Oppo A6 telah mengantongi rating IP64. Artinya, perangkat memiliki perlindungan terhadap debu dan percikan air.
Namun, terdapat beberapa fitur yang belum tersedia, seperti NFC dan giroskop. Kondisi tersebut perlu diperhatikan bagi pengguna yang membutuhkan fitur transaksi digital melalui NFC atau kontrol gerakan dalam game.
Baca Juga: Depresiasi Mobil Listrik dan Hybrid 2026, Mana yang Paling Tahan Harga?
Layar 120 Hz Jadi Salah Satu Keunggulan
Sektor layar menjadi salah satu bagian yang cukup menonjol dari Oppo A6. Smartphone ini menggunakan layar LCD berukuran 6,75 inci dengan refresh rate hingga 120 Hz.
Refresh rate tersebut membuat aktivitas scrolling terasa lebih mulus. Pada sejumlah aplikasi, refresh rate dapat menyesuaikan hingga 90 Hz untuk menjaga penggunaan daya.
Kecerahannya juga cukup tinggi. Saat digunakan di bawah sinar matahari, layar dapat mencapai high brightness mode hingga 1.125 nits. Sementara tingkat kecerahan normalnya berada di kisaran 800 nits.
Resolusinya masih HD+ 720p, yang tergolong umum pada smartphone di kelas harga Rp1 jutaan.
Snapdragon 685 dan Penyimpanan UFS 2.2
Oppo A6 menggunakan chipset Snapdragon 685. Salah satu hal yang cukup menarik adalah penggunaan penyimpanan UFS 2.2.
Jenis penyimpanan tersebut menawarkan kecepatan baca dan tulis yang lebih tinggi dibandingkan eMMC yang masih banyak digunakan pada smartphone murah. Dampaknya dapat terasa ketika membuka aplikasi, memindahkan aplikasi, maupun melakukan proses loading.
Untuk varian RAM 4 GB, performanya masih cukup untuk aktivitas sehari-hari. Pengujian bermain Mobile Legends pada pengaturan tinggi dapat berjalan sekitar 60 fps dalam kondisi normal, meski frame rate dapat turun ketika memasuki adegan yang lebih berat.
Karena itu, perangkat ini lebih cocok untuk gaming santai dibandingkan permainan kompetitif yang membutuhkan kestabilan frame rate.
Baterai 6.500 mAh Sangat Besar
Keunggulan paling mencolok dari Oppo A6 adalah baterai berkapasitas 6.500 mAh. Kapasitas tersebut membuat perangkat mampu bertahan cukup lama untuk berbagai aktivitas.
Dalam pengujian yang disampaikan, bermain Mobile Legends selama 30 menit hanya menghabiskan sekitar 3 persen baterai. Sementara menonton YouTube selama satu jam mengonsumsi sekitar 5-6 persen.
Oppo A6 juga mendukung reverse wired charging hingga 5W sehingga baterainya dapat digunakan untuk mengisi perangkat lain.
Sayangnya, kemampuan pengisian daya menjadi salah satu kompromi. Charger yang tersedia hanya 15W. Pengisian dari kondisi kosong hingga penuh membutuhkan waktu sekitar 2 jam 40 menit.
Kamera 13 MP Masih Standar
Oppo A6 membawa kamera utama 13 MP dan kamera depan 8 MP. Kamera kedua di bagian belakang hanya berfungsi sebagai pendamping.
Dalam kondisi pencahayaan ideal, hasil kamera masih tergolong standar untuk smartphone kelas Rp1 jutaan. Detail, dynamic range, dan noise menjadi beberapa aspek yang perlu diperhatikan.
Ketika digunakan di kondisi minim cahaya, kualitas foto mengalami penurunan. Namun, mode malam dapat membantu menghasilkan foto yang lebih seimbang.
Untuk perekaman video, kamera depan maupun perangkat ini dapat digunakan hingga resolusi 1080p 30 fps. Tidak adanya sistem stabilisasi membuat hasil video dapat terlihat lebih bergoyang ketika perangkat digunakan sambil bergerak.
Oppo A6 Cocok untuk Siapa?
Dengan harga mulai Rp1,6 juta, Oppo A6 menawarkan kombinasi yang cukup jelas: baterai besar, layar 120 Hz, Snapdragon 685, penyimpanan UFS 2.2 dan bodi dengan perlindungan IP64.
Namun, pengguna harus menerima beberapa keterbatasan seperti kamera yang biasa saja, pengisian 15W, tidak adanya NFC dan giroskop.
Varian RAM 4 GB dengan penyimpanan 64 GB atau 128 GB menjadi pilihan yang dibahas sebagai opsi di bawah Rp2 juta. Sementara varian RAM 6 GB memiliki harga lebih tinggi, tetapi membawa spesifikasi utama yang relatif sama.
Karena itu, pemilihan Oppo A6 sebaiknya disesuaikan dengan kebutuhan. Perangkat ini lebih mengutamakan daya tahan baterai dan penggunaan harian dibandingkan fotografi atau gaming berat.
Baca Juga: Depresiasi Mobil Listrik dan Hybrid 2026, Mana yang Paling Tahan Harga?
Editor : Cholifatun NisakSumber : Pinterest