RADARTULUNGAGUNG,JAWAPOS.COM - Harga iPhone 18 Pro Indonesia mengalami kenaikan dibandingkan generasi sebelumnya. Untuk varian termurah dengan kapasitas penyimpanan 256 GB, harga iPhone 18 Pro Series pada 2026 naik sekitar Rp3,75 juta dibandingkan harga peluncuran iPhone 17 Pro Series pada 2025. Sementara itu, selisih harga untuk kapasitas penyimpanan lebih besar bisa mencapai Rp15 juta.
Kenaikan tersebut memunculkan pertanyaan mengenai penyebab mahalnya iPhone terbaru di Indonesia. Apakah seluruh kenaikan berasal dari kebijakan Apple, atau ada faktor lain yang turut memengaruhi harga jualnya?
Harga iPhone 18 Pro Naik hingga Rp15 Juta
Berdasarkan perbandingan harga peluncuran yang dibahas dalam materi tersebut, iPhone 17 Pro 256 GB pada 2025 dibanderol Rp23.749.000. Sementara itu, iPhone 18 Pro 256 GB pada 2026 dipasarkan dengan harga Rp27.499.000.
Artinya, terdapat kenaikan Rp3,75 juta atau sekitar 15,8 persen. Pada varian Pro Max dengan kapasitas 256 GB, kenaikannya juga sekitar Rp3,75 juta, atau kurang lebih 14,6 persen.
Namun, kenaikan harga tidak sama pada setiap kapasitas penyimpanan. Varian 512 GB mengalami kenaikan sekitar Rp4,75 juta. Untuk kapasitas 1 TB, selisihnya mencapai Rp10 juta, sedangkan varian 2 TB mengalami kenaikan hingga Rp15 juta dibandingkan generasi sebelumnya.
Ada pula perubahan pilihan kapasitas. Pada generasi iPhone 17 Pro, penyimpanan 2 TB hanya tersedia untuk varian Pro Max. Sementara itu, iPhone 18 Pro Series menghadirkan pilihan 2 TB pada varian Pro maupun Pro Max.
Perbedaan tersebut membuat kenaikan harga perlu dilihat berdasarkan kapasitas penyimpanan, bukan hanya membandingkan harga varian termurah.
Baca Juga: Panduan Buka Usaha dan Akad Nikah November 2026: Pilih Tanggal Tepat Agar Pernikahan Langgeng
Pelemahan Rupiah Ikut Memengaruhi Harga
Salah satu faktor yang disoroti adalah perubahan nilai tukar rupiah terhadap dolar Amerika Serikat (AS).
Dalam perbandingan yang disampaikan, kurs pada akhir Oktober 2025 berada di kisaran Rp16.531 per dolar AS. Sementara itu, pada Oktober 2026, kurs berada di sekitar Rp17.884 per dolar AS.
Perubahan tersebut menunjukkan pelemahan rupiah sekitar 8 persen. Kondisi ini berpotensi meningkatkan biaya pengadaan produk yang melibatkan rantai pasok internasional dan transaksi menggunakan mata uang asing.
Dalam simulasi untuk iPhone 18 Pro 256 GB, sekitar Rp1,7 juta dari kenaikan harga Rp3,75 juta dikaitkan dengan dampak perubahan kurs. Dengan menghilangkan komponen tersebut, sisa kenaikan diperkirakan sekitar Rp1,9 juta.
Pada iPhone 18 Pro Max 256 GB, dampak kurs diperkirakan mencapai Rp1,9 juta, sedangkan sisa kenaikannya sekitar Rp1,8 juta.
Perhitungan tersebut merupakan simulasi, bukan rincian resmi biaya produksi Apple. Selain nilai tukar, harga jual juga dapat dipengaruhi pajak, distribusi, dan kebijakan penetapan harga perusahaan.
Apakah Harga di Indonesia Paling Mahal?
Perbandingan harga iPhone 18 Pro Series dengan sejumlah negara menunjukkan bahwa harga Indonesia tidak bisa dinilai hanya dari angka yang tertera di situs penjualan.
Dalam perbandingan tersebut, harga Indonesia disebut relatif dekat dengan Singapura. Sementara itu, selisih dengan Jepang dan Malaysia terlihat lebih besar. Harga di AS juga tampak lebih murah, tetapi pajak penjualan di negara tersebut dapat berbeda-beda menurut wilayah.
Karena itu, harga awal di setiap negara belum tentu menggambarkan total biaya yang harus dikeluarkan pembeli.
Baca Juga: Cara Sinkronisasi Weton Lahir dengan Hari Baik November 2026: Hindari Hari Naas Agar Hajatan Sukses
Beli dari Luar Negeri Belum Tentu Lebih Hemat
Membeli iPhone dari luar negeri memang terlihat menarik ketika harga awalnya lebih rendah. Namun, ada beberapa biaya dan ketentuan yang perlu diperhitungkan.
Pertama, pembeli harus memperhitungkan bea masuk dan kewajiban terkait perangkat yang dibawa dari luar negeri. Pendaftaran IMEI juga perlu diperhatikan agar perangkat dapat menggunakan jaringan seluler Indonesia dengan kartu SIM lokal.
Kedua, ada persoalan garansi. Pembelian di Indonesia dapat memberikan akses terhadap layanan garansi dari mitra lokal sesuai ketentuan yang berlaku. Pembeli juga perlu memastikan dukungan layanan untuk unit yang berasal dari negara lain.
Ketiga, spesifikasi perangkat bisa berbeda menurut pasar. Sebagai contoh, materi tersebut menyoroti bahwa iPhone versi AS hanya mendukung eSIM sehingga tidak menyediakan slot kartu SIM fisik. Kondisi ini perlu dipertimbangkan oleh pengguna yang masih mengandalkan kartu SIM konvensional.
Di sisi lain, pembelian di Indonesia terkadang menawarkan promo cicilan atau potongan harga. Jika memperoleh promo yang sesuai, penghematan bisa mencapai jutaan rupiah. Namun, besarnya potongan bergantung pada program penjual dan metode pembayaran.
Kesimpulan: Perhitungkan Total Biaya
Kenaikan harga iPhone 18 Pro Series tidak semata-mata berkaitan dengan kebijakan harga Apple. Pelemahan rupiah menjadi salah satu faktor yang dapat memengaruhi harga, sementara pajak, distribusi, kapasitas penyimpanan, dan strategi penjualan juga perlu diperhitungkan.
Membeli dari luar negeri pun belum tentu lebih murah setelah memperhitungkan pajak impor, registrasi IMEI, garansi, perbedaan spesifikasi, dan biaya perjalanan.
Karena itu, calon pembeli sebaiknya membandingkan total biaya serta kebutuhan penggunaan sebelum menentukan pilihan. Jika promo lokal menarik dan dukungan garansi menjadi prioritas, membeli iPhone 18 Pro Series di Indonesia bisa menjadi pilihan yang lebih praktis.
Baca Juga: Rencana Pindah Rumah Bulan November 2026? Ini Daftar Hari Baik Agar Tempat Tinggal Adem dan Berkah
Editor : Fadhilah Salsa BellaSumber : Pinterest