Berita Daerah Ekonomi Entertainment Features Gaya Hidup Headline Hobi Hukum & Kriminal Internasional Jeprat-jepret Kesehatan Kolom Kuliner Kultur Mataraman Raya Nasional Otomotif Pendidikan Politik Ratu Event Seni Budaya Serba-serbi Sportainment Tech Tempo Doeloe Travelling Tulungagungan Viral Wisata

Mengulas Warisan Budaya di Masa Lalu, Ini Dia Pertitaan Jolotundo

Redaksi Radar Tulungagung • Rabu, 23 Oktober 2024 | 19:21 WIB
gambar kolam wisata air jolotundo
gambar kolam wisata air jolotundo

KULTUR - Pertitaan Jolotundo adalah situs sejarah di lereng gunung, Trawas, Jawa Timur. Situs bersejarah ini dibangun sekitar sekitar 977 M.

Pertitaan Jolotundo merupakan sebuah kolam, dibangun oleh Raja Makutawangsawardhana dari dinasti Isyana pada masa kejayaan medang di Jawa Timur.

Pertitaan ini menyimpang nilai spiritual dan budaya yang kuat, serta menjadi pusat ritual suci bagi Masyarakat dari masa ke masa.

Keistimewan Air Jolotundo

Salah satu hal yang membuat Jolotundo Istimewa adalah kualitas airnya, yang disebut sebagai air alami terbaik kedua di dunia setelah air zam-zam.

Air yang jernih dan tidak pernah kering mengalir melalui kolam-kolam kuno yang di percaya membawa keberkaha.masyarakat hingga kini masih mengunakan air tersebut untuk berbagai keperluan ritual spiritua.

Pembangunan dan Fungsi Petirtaan

Dibangun pada masa pemerintahan Raja Makutawangsawardhana, Petirtaan Jolotundo diyakini sebagai tempat pemujaan leluhur dan juga ritual keagamaan.

Situs ini mengusung konsep Samudramanthana, kisah Mahabharata yang menggambarkan pengadukan samudra oleh dewa-dewa dan raksasa untuk mendapatkan udara keabadian.

Relief-relief yang ditemukan di petirtaan ini menggambarkan berbagai adegan dari mitologi Hindu.

Meskipun ada perkiraan bahwa petirtaan ini dibangun oleh Raja Airlangga atau bahkan terkait dengan Raja Udayana dari Bali, banyak arkeolog menyatakan bahwa pembangunan Jolotundo sudah ada sebelum masa mereka.

Inskripsi yang ditemukan di lokasi juga menunjukkan bahwa petirtaan ini berdiri pada masa Dinasti Isyana.

 

Simbol Kesucian dan Ritual Spiritual

Lokasi Petirtaan Jolotundo di Gunung Penanggungan juga memperkuat statusnya sebagai tempat yang sakral.

Gunung ini oleh masyarakat kuno dianggap sebagai gunung suci yang mirip dengan Gunung Mahameru, pusat kosmis dalam kepercayaan Hindu.

Para resi dan pertapa di masa lalu sering mendaki ke Gunung Penanggungan untuk mencari ketenangan batin, dan petirtaan di kaki gunung berfungsi sebagai tempat ritual bersuci.

Selain itu, Jolotundo terus digunakan hingga saat ini sebagai tempat untuk berbagai ritual keagamaan, seperti mandi suci dan upacara spiritual.

Situs ini juga menjadi daya tarik wisata sejarah dan spiritual, menarik orang-orang yang ingin merasakan suasana sakral dan keindahan alam di sekitarnya.

 

Warisan Tak Lekang oleh Waktu

Meskioun banyak teori siapa yang membangun jolotundo, maka spiritual situs ini tetaplah jelas. Ia dirancang sebagai tempat penyaluran air suci yang tidak hanya memenuhi kebutuhan fisik, tetapi juga spiritual Masyarakat.

Hingga kini, Petirtaan Jolotundo tetap bertahan sebagai warisan budaya yang menghubungkan masa lalu dengan masa kini, menawarkan kedamaian dan kesejahteraan kepada siapa saja yang mengunjunginya.

Warisan spiritual yang telah ada selama lebih dari seribu tahun ini menunjukkan bahwa meskipun zaman berubah, warisan budaya dan spiritual seperti Petirtaan Jolotundo terus hidup.***

Editor : Henny Surya Akbar Purna Putra
#sejarah #Wisata Jolotundo