Berita Daerah Ekonomi Entertainment Features Gaya Hidup Headline Hobi Hukum & Kriminal Internasional Jeprat-jepret Kesehatan Kolom Kuliner Kultur Mataraman Raya Nasional Otomotif Pendidikan Politik Ratu Event Seni Budaya Serba-serbi Sportainment Tech Tempo Doeloe Travelling Tulungagungan Viral Wisata

Mengenal Wisata Religi, Sejarah Sunan Kuning di Kabupaten Tulungagung

Redaksi Radar Tulungagung • Rabu, 23 Oktober 2024 | 23:39 WIB
Ilustrasi Wisata Religi
Ilustrasi Wisata Religi

TEMPO DOELOE - Wisata religi dapat dipahami secara luas sebagai perjalanan yang bertujuan untuk mendalami aspek spiritual dan keagamaan, tidak terbatas pada kunjungan ke situs-situs suci.

Pendekatan ini menganggap bahwa semua ilmu, termasuk biologi dan geografi, adalah bagian dari ajaran agama yang lebih besar.

Oleh karena itu, aktivitas seperti menikmati keindahan alam juga dapat dianggap sebagai bentuk wisata religi, karena mengajak individu untuk bersyukur dan merenungkan ciptaan Tuhan.

Kunjungan ke berbagai tempat, baik situs religi maupun destinasi alam dapat memiliki niat yang baik dan mulia, yang sejalan dengan ajaran agama.

Aktivitas sosial, seperti silaturahmi dan berbisnis, juga dapat diintegrasikan ke dalam konsep wisata religi, karena semua itu berkontribusi pada kebermanfaatan dan hubungan antarmanusia.

Salah satu destinasi penting dalam wisata religi di Tulungagung adalah makam Sunan Kuning, yang dikenal sebagai Syekh Zainal Abidin.

Sunan Kuning adalah tokoh penting dalam penyebaran agama Islam di wilayah Kabupaten Tulungagung antara 1478 hingga 1550.

Mas Putra pada akun Youtube @rahullaputra disebutkan bahwa, Sunan Kuning diutus oleh Sunan Ampel untuk menghadapi tokoh kuat bernama Cikawung di daerah Ludoyo.

Setelah pertempuran yang terjadi, Sunan Kuning berhasil mengalahkan Cikawung dan mengislamkan pengikutnya, ia berhasil memenuhi tugas yang diberikan oleh mertuanya.

Namun, perjalanan Sunan Kuning tidak berakhir dengan mudah. Dalam perjalanan pulang ke Surabaya, Sunan Kuning menjadi korban pengkhianatan.

Setelah menerima minuman yang telah diracuni oleh musuhnya, Sunan Kuning mengalami keracunan dan meninggal dunia dalam perjalanan. Jenazahnya kemudian dimakamkan di Barat Masjid Macanbang.

Kunjungan ini bukan hanya sekadar pelancongan, tetapi juga refleksi mendalam tentang sejarah perjuangan penyebaran Islam di tanah Jawa, serta upaya memperkuat hubungan antarumat beragama.***

Editor : Henny Surya Akbar Purna Putra
#sunan kuning #wisata religi #wisata tulungagung