Wilayah di Tulungagung Ini Sudah Disebut Sejak Zaman Majapahit, Kitab Negarakertagama Menulis Begini

Dharaka R. Perdana • Dipublikasikan Sabtu, 2 November 2024 | 00:22 WIB

Salah satu tim dari BPK wilayah XI Jatim melakukan studi terhadap candi Gayatri Tulungagung.
Salah satu tim dari BPK wilayah XI Jatim melakukan studi terhadap candi Gayatri Tulungagung.

TULUNGAGUNG - Pada 18 November 2024 ini Tulungagung tepat berusia 819 tahun alias 8 abad lebih.

Dengan usia yang tidak bisa dikatakan muda ini, tentu Tulungagung sudah melintasi roda waktu.

Salah satu wilayah yang menyimpan kekayaan peninggalan sejarah di Tulungagung adalah Boyolangu.

Baca Juga: Sejarah Kalangbret di Tulungagung Bisa Dilacak dari Prasasti Mula Malurung dan Kakawin Negarakertagama, Isinya Mencengangkan

Setiap orang ketika membicarakan Boyolangu, maka yang terpikirkan pertama mengenai dunia kesejarahan adalah Candi Boyolangu, atau Candi Gayatri.

Meskipun demikian masih banyak tersebar peninggalan bersejarah di daerah administrasi Kecamatan Boyolangu tersebut.

Bisa dibilang di wilayah Boyolangu, Tulungagung, memiliki ragam peninggalan sejarah zaman kerajaan yang patut untuk dijadikan wawasan pengetahuan antar generasi.

Baca Juga: Tak Banyak yang Tahu, Ternyata Ada Enam Eks Kawedanan di Tulungagung, Di Mana Saja Mereka?

Nama Boyolangu sendiri diduga sudah ada sejak zaman kuno, meskipun sekarang sebatas jadi nama desa dan kecamatan di Tulungagung.

Seperti tercantum dalam Kitab Nagarakertagama yang menyebutkan nama Bayalangu/Bhayalango (bhaya = bahaya, alang = penghalang) sebagai tempat untuk penyucian.

Berikut ini adalah kutipan Kitab Negarakertagama yang ditulis oleh Mpu Prapanca dan telah diterjemahkan ke dalam Bahasa Indonesia:

Baca Juga: Kalangbret dari Kisah Adipati Kalang Disembret-sembret? Berikut Sekelumit Cerita Babad Tulungagung

Prajnyaparamitapuri itulah nama candi makam yang dibangun

Arca Sri Padukapatni diberkati oleh Sang Pendeta Jnyanawidi

Telah lanjut usia, paham akan tantra, menghimpun ilmu agama

Laksana titisan Empu Barada, menggembirakan hati Baginda

(Pupuh LXIX, Bait 1)

 

Di Bayalangu akan dibangun pula candi makam Sri Rajapatni

Pendeta Jnyanawidi lagi yang ditugaskan memberkati tanahnya

Rencananya telah disetujui oleh sang menteri demung Boja Wisesapura namanya,

jika candi sudah sempurna dibangun

(Pupuh LXIX, Bait 2)

 

Makam rani: Kamal Padak, Segala, Simping

Sri Ranggapura serta candi Budi Kuncir

Bangunan baru Prajnyaparamitapuri

Di Bayalangu yang baru saja dibangun

(Pupuh LXXIV, Bait 1)

Editor : Dharaka R. Perdana
Sumber : kabar.tulungagung.go.id
sejarah tulungagung Candi Gayatri boyolangu negarakertagama