Berita Daerah Ekonomi Entertainment Features Gaya Hidup Headline Hobi Hukum & Kriminal Internasional Jeprat-jepret Kesehatan Kolom Kuliner Kultur Mataraman Raya Nasional Otomotif Pendidikan Politik Ratu Event Seni Budaya Serba-serbi Sportainment Tech Tempo Doeloe Travelling Tulungagungan Viral Wisata

Nama Asli Penulis Kitab Negarakertagama Mencengangkan, Ternyata Dia Pejabat di Majapahit

Dharaka R. Perdana • Sabtu, 2 November 2024 | 16:37 WIB

Lontar kitab Negarakertagama (majapahit1478.blogspot.com)
Lontar kitab Negarakertagama (majapahit1478.blogspot.com)

TULUNGAGUNG - Kitab Negarakertagama yang di dalamnya juga menyebut nama Boyolangu, Tulungagung ternyata pernah berada di luar negeri, tepatnya Belanda. 

Manuskrip Negarakertagama ini pernah dibawa oleh VOC ke Belanda untuk disimpan di perpustakaan Universitas Leiden dengan nomor koleksi 5023.

Pada masa pemerintahan Soeharto, di sekitar 1974, maka setelah melalui lobi-lobi yang intensif manuskrip ini bisa dibawa kembali ke Indonesia.

Baca Juga: Ini Nama Asli Kitab Negarakertagama dari Era Majapahit, Lokasi Penemuannya Bukan di Pulau Jawa

Sejak saat itu, Lontar Negarakertagama ini lalu disimpan di Perpustakaan Nasional yang berada di Jakarta sebagai barang pusaka yang sangat dilindungi.

Namun tahukah kamu siapa sebenarnya penulis Kitab Negarakertagama yang sudah diakui UNESCO sebagai memori dunia ini?

Adapun sosok penulis dari kitab ini menggunakan nama samaran sebagai Mpu Prapanca.

Lalu berdasarkan analisa kesejarahan, maka disimpulkanlah bahwa sosok penulis misterius itu adalah seorang Dang Acarya Nadendra (pendeta agama Buddha).

Dia adalah pembesar di istana Kerajaan Majapahit, khususnya untuk urusan agama Buddha, pada masa Prabu Hayam Wuruk (1350-1389 M) memimpin kerajaan Majapahit.

Dia adalah putra dari seorang pejabat istana Majapahit dengan pangkat Dharmadyaksa ring Kasogatan (pemimpin urusan agama Buddha).

Baca Juga: Tak Banyak yang Tahu, Ternyata Ada Enam Eks Kawedanan di Tulungagung, Di Mana Saja Mereka?

Artinya, kitab ini ditulis tepat pada masa Kerajaan Majapahit dalam puncak kejayaannya.

Sehingga, kitab ini bisa dijadikan sebagai rujukan utama mengenai sejarah murni dari Majapahit.

Sebab sang penulisnya sendiri, Mpu Prapanca, adalah saksi hidup yang langsung menyaksikan berbagai peristiwa di zaman kejayaan Majapahit.

Terlebih pada saat menulis kitab ini, Mpu Prapanca sudah menjadi mantan Dharmadyaksa ring Kasogatan (pemimpin urusan agama Buddha) di Kerajaan Majapahit yang memilih untuk menjadi seorang pertapa.

Sehingga ia tidak lagi memiliki kepentingan pada kekuasaan atau politik tertentu.

Bahkan selama menulis Mpu Prapanca sendiri telah menjauhkan diri dari kota dan menetap di lereng gunung di sebuah desa kecil yang bernama Kamalasana.

Dengan begitu ia bisa menulis dengan bebas tanpa ada tekanan atau tanpa pamrih dan tedeng aling-aling. ***

Editor : Dharaka R. Perdana
#majapahit #sejarah tulungagung #mpu prapanca #boyolangu #negarakertagama #dang acarya nadendra #desawarnana