TULUNGAGUNG - Boyolangu bisa dikatakan wilayah di Tulungagung yang menyimpan banyak cerita sejarah.
Namun tahukah kamu jika Boyolangu sebagian wilayahnya berada di perbukitan yang membujur dari Gunung Budheg hingga Bukit Jimbe?
Warga setempat menamai area ini dengan Perbukitan Walikukun. Berikut fakta perbukitan ini.
Baca Juga: Wilayah di Tulungagung Ini Sudah Disebut Sejak Zaman Majapahit, Kitab Negarakertagama Menulis Begini
1. Nama Walikukun
Dinamai demikian, lantaran pada lereng hingga liuk-lekuk punggungnyakonon tertebar pepohonan bernama ‘walikukun’.
Suatu tanaman endemik yang ambang sirna, bahkan nyaris tinggal nama.
2. Eks Gunung Api Purba
Perbukitan Walikukun adalah perisai alamiah pembenteng hempasan ombak Laut Selatan.
Perbukitan Walikukun kenampakan geografis eks gunung api purba.
Indikator vulkanik tampak pada lava beku luar di lereng utara dan barat, yang kini menjadi batuan breksi-vulkanik, serta palung kali lahar purba.
Baca Juga: Ini Nama Asli Kitab Negarakertagama dari Era Majapahit, Lokasi Penemuannya Bukan di Pulau Jawa
3. Punya Mahkota
Tepat di eks lubang kepundan di puncak bukit tertinggi Walikukun,pada masa Majapahit ditempatkan mahavedi, yang kini dinamai Candi Dadi.
Suatu monumen religis besar, seolah memahkotai perbukitan Walikukun, Candi Dadi dapat pula dijadikan landmark, tampak dari kejauhan pandang.
Lubang bundar di tengah, konon untuk melarung sesajian guna meredam murka (ugra)-nya, yang kala itu berstatus vulkan mati.
Menjadi pembukti bahwa lembah, lereng hingga puncak Walikukunpernah dijadikan ajang peradaban, khususnya aktivitas keagamaan.
Baca Juga: Nama Asli Penulis Kitab Negarakertagama Mencengangkan, Ternyata Dia Pejabat di Majapahit
4. Pusat Keagamaan
Ada beragam jenis, bentuk dan fungsi jejak peradaban di Walikukun.Prajanaparamitapuri alias Candi Gayatri dan Kuti Sanggraha alias Candi Cungkup yang berlatar Mahayana-Buddhisme.
Candi Mirigambar dan Ampel berlatar Hindu-Saiwa di sebelah timurnya.
Itulah sebagian fakta tentang sentra dan ragam religi di Walikukun.Keberadaan Gua Tritis, Gua Selomangleng, Gua Bayu, Gua Pasir maupun belasan gua pertapaan lain di lereng Walikukun.
Ini menjadi bukti bahwa Walikukun tepat dipilih sebagai tempat penyelenggaraan agama Rsi, artinya tapa menjadi aktivitas religisnya yang utama. ***
Editor : Dharaka R. Perdana