TULUNGAGUNG - Perbukitan Walikukun yang konon dulu menjadi wilayah keagamaan di Tulungagung ternyata bukan hanya berada di eks gunung api purba.
Perbukitan Walikukun yang berada terpencil di perbukitan kapur dan berhutan.
Bahkan terisolir secara alamiah oleh aliran Sungai Brantas dan rawa-rawa purba di Tulungagung selatan.
Baca Juga: Tahukah Kamu Perbukitan Walikukun Tulungagung? Fakta yang Terkandung Cukup Mencengangkan
Ditambah dengan nuanasa fisis-alamiahnya yang tenang-sunyi, adalah tempat cocok bagi mandala kadewagurwan ataupun karsyan.
Hal ini dibuktikan dengan keberadaan lokasi keagamaan yang berada di wilayah Boyolangu dan sekitarnya.
Mulai Candi Boyolangu, Candi Sanggrahan, Candi Dadi, Gua Pasir, dan lain sebagainya.
Baca Juga: Nama Asli Penulis Kitab Negarakertagama Mencengangkan, Ternyata Dia Pejabat di Majapahit
Kendati terpencil dan terisolir, bukanlah berarti kawasan Walikukun menjadi areal permukiman yang terbelakang secara sosio-kultural.
Sebaliknya, desa-desa di lembah Walikukun terbilang maju pada jamannya.
Mampu mengembangkan adaptasi ekologis tepat guna, meski berada di areal yang kurang layak huni.
Baca Juga: Ini Nama Asli Kitab Negarakertagama dari Era Majapahit, Lokasi Penemuannya Bukan di Pulau Jawa
Namun mampu membangun kehidupan yang menyejahterakan warga dan memberikan jasa bagi pihak lain.
Menurut pemberitaan linggo dan tamraprasasti akhir Kadiri dan Majapahitada belasan desa (thani) menyandang status‘desa perdikan (sima)’.
Indikator bahwa pedesaan di Walikukun kontributif terhadap kerajaan.
Walikukun pula yang pada masa perkembangan Islam dipilih sebagai pusat kadipaten dan Katumenggungan Ngrowo, lantas dijadikan sebagai pusat distrik Wajak.
Cukup alasan untuk menyatakan dalam lintas masa Walikukun tampil penting dalam panggung sejarah Jawa.
Bentang geografis dari Boyolangu hingga Rejotangan, di lereng dan lembah utara Walikukun adalah ajang sosio-kultural yang turut membangun kesejarahan Ngrowo (Tulungagung) dari masa ke masa.
Editor : Dharaka R. Perdana