TULUNGAGUNG - Setiap 18 November diperingati warga Tulungagung sebagai hari jadi daerahnya dan tahun ini tepat berusia 819 tahun.
Penentuan hari jadi Tulungagung tidak bisa dilepaskan dari Prasasti Lawadan yang saat ini berada di Museum Wajakensis Tulungagung.
Sayangnya sampai saat ini mengenai asal Prasasti Lawadan masih diliputi misteri besar.
Dilansir dari Patembayan Citralekha, Prasasti Lawadan adalah linggaprasasti, yang menurut laporan RDM. Verbeek (1819: 263) berada di Desa Wates, afdeeling Toeloeng-agoeng.
Baca Juga: Tahukah Kamu Perbukitan Walikukun Tulungagung? Fakta yang Terkandung Cukup Mencengangkan
Sayang sekali, Verbeek tak menyebut pada district mana Desa Wates dimaksud. Padahal, di daerah Tulungagung setidaknya terdapat tiga desa/dusun bernama ‘Wates’.
Yaitu Desa Wates, Kecamatan Sumbergempol; Desa Wates, Kecamatan Campurdarat, yang lengkapnya disebut Wates Kulon, dan Desa Wates di Kecamatan Besuki, yang lengkapnya disebut Wateskroyo.
Oleh karena itu, tidak mudah untuk menetapkan dimana lokasi tepat asal prasasti tersebut dengan memilih satu diantara tiga desa/dusun tersebut.
Baca Juga: Pusat Keagamaan Kok Dikepung Rawa Purba? Berikut Fakta Lain Perbukitan Walikukun Tulungagung
Kesulitan lainnya adalah hingga akhir 1980-an, pada ketiga tempat itu telah tidak didapati adanya prasasti.
Kesulitan kian bertambah sebab di Tulungagung terdapat sejumlah prasasti yang tak diketahui dengan pasti lokasi asalnya, seperti beberapa buah prasasti koleksi Museum Wajakensis.
Ketika survei guna melacak data bagi pencarian hari jadi Tulungagung pada 2001 silam, terdapat sebuah prasasti batu yang kala itu berada di dalam gedung bagian belakang PT Industri Marmer Indonesia Tulungagung (IMIT ) di Desa Besole, Kecamatan Besuki.
Baca Juga: Status Pusat Keagamaan Perbukitan Walikukun Tulungagung Makin Tegas, Candi Ini Jadi Bukti
Menurut informasi Ema Kusnadi (mantan penilik kebudayaan Tulungagung), pada akhir 1980-an prasasti ini pernah ditinjau epigraf senior MM Soekarto K. Atmodjo dari Balai Arkeologi Yogyakarta.
Keterangan yang didapat dari staf Pabrik Marmer kala itu, asal prasasti dari Desa Keboireng, Kecamatan Besuki, bukan dari Wateskroyo.
Oleh sebab itu alternatif untuk mengalternasikan di Desa Wateskroyo menjadi tidak diperhitungkan.
Sehingga tinggal dua pilihan, yaitu Desa Wates Kulon di Kecamatan Campurdarat dan Desa Wates, Kecamatan Sumbergempol.
Pelokasian di Wates Kulon sulit untuk dapat diterima. Karena menurut warga setempat, sebelum 1986, Wates Kulon berada dalam genangan rawa sepanjang tahun (Tim Penelusuran Hari Jadi Tulungagung, 2002: 39, catatan no. 4).
Selain itu tidak didapati peninggalan arkeologis lainnya di Wates Kulon.
Hal serupa terjadi di Desa Wates, Kecamatan Sumbergempol, yang juga tidak diperoleh jejak arkeologis.
Selain itu, beberapa desa-desa yang diberitakan berbatasan dengan Thani Lawadan (wanua tpi siring) tidak terletak di daerah Sumbergempol dan sekitarnya.
Baca Juga: Nama Asli Penulis Kitab Negarakertagama Mencengangkan, Ternyata Dia Pejabat di Majapahit
Alih-alih justru berada di wilayah Kecamatan Boyolangu, Kecamatan Tulungagung hingga Kecamatan Durenan, Trenggalek.
Tim penelusuran hari jadi Tulungagung tidak pernah melokasikan secara pasti desa/dusun asal Prasasti Lawadan.
Oleh kerena itu terkait dengan Prasasti Lawadan, pada Tabel 1 ‘Sumber Data Epigrafis di Kawasan Tulungagung’ nomor urut 24, lajur ‘keterangan’ dituliskan ‘tidak jelas.
Baca Juga: Ini Nama Asli Kitab Negarakertagama dari Era Majapahit, Lokasi Penemuannya Bukan di Pulau Jawa
Apakah Desa Wates, Kecamatan Sumbergempol atau Kecamatan Campurdarat.
Sementara pada nomor urut 26 disebut adanya ‘Prasasti Wateskroyo’ yang berasal dari abad XII M., dikeluar-kan oleh Raja Sarweswara/Srengga.
Nantinya didapati kejelasan bahwa yang dimaksud dengan Prasasti Wateskroyo (no. urut 26) sama dengan Prasasti Lawadan (no. urut 24).
Dalam kekurangjelasan tentang muasal dari Prasasti Lawadan tersebut, Tim Penelusuran Hari Jadi Daerah Tulungagung (2002:39, catatan no. 7 - dalam makalah salah tulis dengan no. 5) hanya dinyatakan ‘…0..
Terlepas dari pada Desa Wates di kecamatan mana Desa Wates dimaksud, yang pasti bahwa ketiganya terletak di kawasan Tulungagung selatan. ***
Editor : Dharaka R. Perdana