TULUNGAGUNG - Lokasi awal Prasasti Lawadan yang menjadi tonggak hari jadi Tulungagung masih menjadi misteri.
Umumnya sesuai versi Pemkab Tulungagung, Prasasti Lawadan berasal dari Desa Wates, Kecamatan Campurdarat.
Namun belakangan berada di pabrik PT Industri Marmer Indonesia Tulungagung (IMIT) di Desa Besole, Kecamatan Besuki, Tulungagung.
Baca Juga: Lokasi Awal Prasasti Lawadan Tulungagung Masih Misteri, Benarkah dari Wates, Campurdarat?
Hingga akhirya pada 2023 silam, Prasasti Lawadan dipindah ke Museum Wajakensis Tulungagung.
Dilansir dari Patembayan Citralekha, aksara pada Prasasti Lawadan kala itu sulit dibaca.
Lantaran terbalut butiran-butiran batu marmer bercampur air, sisa penggergajian mesin batu marmer.
Sebab didirikan di atas pedestal tinggi sehingga sulit untuk dicermati aksaranya dari jarak dekat dan lokasi penempatannya dekat dengan tempat penggergajian batu marmer.
Baca Juga: Status Pusat Keagamaan Perbukitan Walikukun Tulungagung Makin Tegas, Candi Ini Jadi Bukti
Oleh karena itu, hingga 2001, belum bisa diidentifikasikan bahwa prasasti ini adalah Prasasti Lawadan.
Demikian pula, dalam ‘Laporan Penelitian Epigrafis di Kabupaten Blitar dan Tulungagung’ oleh Pusat Arkeologi Nasional (1998), juga tidak ada hasil identifikasi yang menyatakan bahwa prasasti di areal pabrik marmer adalah Prasasti Lawadan.
Alih-alih Prasasti Lawadan diperkirakan adalah salah satu di antara beberapa prasasti batu yang berada di teras Museum Boyolangu – sebutan Museum Wajakensis kala itu.
Baca Juga: Pusat Keagamaan Kok Dikepung Rawa Purba? Berikut Fakta Lain Perbukitan Walikukun Tulungagung
Isi dan lokasi asal Prasasti Lawadan barulah jelas ketika Mahasiswa Jurusan Arkeologi Fakultas Sastra Universitas Indonesia bernama Ahmad Komaruzaman menelaah dalam skripsinya yang berjudul ‘Prasasti Lawadan 1127 Saka: Suatu Kajian Ulang’ (2005).
Memungkinkan baginya untuk mencermati isi prasasti, karena ketika dilakukan penelitian (2004), prasasti ini telah direlokasikan ke halaman pabrik dan butiran-butiran batu marmer yang semula membalut permukaan batu prasasti dibersihkan.
Terbaca jelas bahwa desa (thani) yang ditetapkan sebagai perdikan (sima atau swatantra) dalam prasasti ini adalah Prasasti Lawadan.
Baca Juga: Tahukah Kamu Perbukitan Walikukun Tulungagung? Fakta yang Terkandung Cukup Mencengangkan
Diidentifikasikan dengan pasti bahwa inilah yang dimaksud dengan Prasasti Lawadan.
Diperoleh pula kepastian bahwa lokasi asalnya Desa Wateskroyo, tak seperti informasi staf PT IMIT bahwa asalnya dari Desa Keboireng. ***
Editor : Dharaka R. Perdana