TULUNGAGUNG - Gunung Budheg merupakan ujung barat dari Perbukitan Walikukun di Tulungagung.
Perbukitan Walikukun sendiri diduga menjadi pusat keagamaan di Tulungagung pada zaman dahulu kala.
Hal ini dibuktikan dengan keberadaan banyak bangunan bertema religius di sekitar perbukitan di Tulungagung selatan.
Dikutip dari TikTok Gunung Budheg, gunung yang sebagian wilayahnya mencakup Boyolangu dan Campurdarat ini diduga merupakan satu kesatuan sumbu filosofis imajiner Tulungagung.
Baca Juga: Status Pusat Keagamaan Perbukitan Walikukun Tulungagung Makin Tegas, Candi Ini Jadi Bukti
Juru kunci Gunung Budheg, Agus Utomo mengatakan, Tulungagung memiliki sumbu filosofi layaknya di Jogjakarta.
Hal ini dilambangkan dengan beberapa bangunan atau benda yang membujur dari utara ke selatan.
"Gunung Budheg menjadi bagian dari sumbu filosofi di Tulungagung," jelasnya.
Baca Juga: Pusat Keagamaan Kok Dikepung Rawa Purba? Berikut Fakta Lain Perbukitan Walikukun Tulungagung
Secara umum masyarakat Jawa mengenal istilah kiblat papat lima pancer.
Yakni pon untuk barat, wage utara, kliwon tengah, legi timur, dan pahing selatan.
Di pusat kota Tulungagung sendiri ditandai dengan keberadaan delapan patung Dwarapala yang menjaga empat pintu masuk kota.
Pendapa Kongas Arum Kusumaning Bangsa sendiri berada di tengah dan menghadap selatan.
Jika ditarik garis lurus akan bertemu dengan Gunung Budheg sebelum lurus ke laut selatan.
"Sumbu filosofi di sisi utara berada di pasareyan Astono Gedong di Karangrejo. Jadi saya rasa ini mirip dengan yang ada di Jogjakarta," terangnya.
Baca Juga: Tahukah Kamu Perbukitan Walikukun Tulungagung? Fakta yang Terkandung Cukup Mencengangkan
Sekadar diketahui Jogjakarta memiliki sumbu filosofi yang sudah diakui dunia.
Yakni Gunung Merapi, Kraton Yogyakarta Hadiningrat, Panggung Krapyak, dan Laut Selatan. ***
Editor : Dharaka R. Perdana