Berita Daerah Ekonomi Entertainment Features Gaya Hidup Headline Hobi Hukum & Kriminal Internasional Jeprat-jepret Kesehatan Kolom Kuliner Kultur Mataraman Raya Nasional Otomotif Pendidikan Politik Ratu Event Seni Budaya Serba-serbi Sportainment Tech Tempo Doeloe Travelling Tulungagungan Viral Wisata

Tulungagung Tercatat dalam Surat Orang Belanda Jacob Cornelis van Leur, Siapa Dia?

Dharaka R. Perdana • Rabu, 11 Desember 2024 | 00:03 WIB

Jacob Cornelis van Leur (Wikipedia)
Jacob Cornelis van Leur (Wikipedia)

TULUNGAGUNG - Membaca dan memahami sejarah Tulungagung bisa dilakukan dari berbagai sumber.

Selain dari sumber prasasti, manuskrip, dan cerita rakyat, memahami sejarah Tulungagung juga bisa memanfaatkan literatur Belanda.

Baca Juga: Tak Hanya Menukil Wilayah Tulungagung, Mpu Prapanca Juga Memasukkan Pesan Rahasia di Kitab Negarakertagama

Meski tak dipungkiri, hal demikian juga berpotensi bias kolonialisme mengenai kondisi Tulungagung pada zaman dulu.

Namun, jika dilihat, masih banyak kepingan sejarah Tulungagung yang belum terungkap ke permukaan dan masih menjadi misteri sampai sekarang ini.

Baca Juga: Nama Asli Penulis Kitab Negarakertagama Mencengangkan, Ternyata Dia Pejabat di Majapahit

Adalah Jacob Cornelis van Leur, seorang orientalis dan sejarawan lulusan Universitas Leiden yang pernah tinggal di Tulungagung dalam kurun waktu 1934-1935.

Selama di Tulungagung, ia setidaknya pernah menulis empat surat korespondensi, seperti dilansir dari diskursusinstitute.org.

Surat tersebut ditujukan kepada Profesor Pieter Jan Bouman, Direktur Universitas Groningen (Rijksuniversiteit Groningen) Belanda pada masa itu.

Baca Juga: Wilayah di Tulungagung Ini Sudah Disebut Sejak Zaman Majapahit, Kitab Negarakertagama Menulis Begini

Atas seizin Profesor Pieter Jan Bouman, surat korespondensi tersebut kini menjadi koleksi Digitale Bibliotheek voor de Nederlansche Letteren atau Perpustakaan Digital untuk Sastra Belanda dan diterbitkan dengan judul, Java, vreemd en vertrouwd Fragmenten uit brieven van J.C van Leur.

Sebab isi dari surat tersebut penuh dengan makna dan data melampaui kepentingan pribadi sebagai pegawai pemerintah Kerajaan Belanda.

Baca Juga: Gunung Budheg Bagian Sumbu Filosofi Tulungagung, Begini Alasannya

Surat korespondensi itu menjadi semacam puzzle sejarah menarik.

Sebab kota kecil seperti Tulungagung pernah menjadi tujuan awal karier seorang Belanda.

Apalagi dia kelak dikenang sebagai sejarawan besar pencetus teori “Brahmana” dalam penyebaran agama Hindu di Nusantara.

Sebagaimana yang ia ulas dalam karyanya yang diterjemahkan dalam bahasa Inggris, Indonesian Trade and Society: Essays in Asian Social and Economic History (1984). ***

Editor : Dharaka R. Perdana
#Jacob Cornelis van Leur #leiden #sejarah tulungagung #sejarah #belanda