Berita Daerah Ekonomi Entertainment Features Gaya Hidup Headline Hobi Hukum & Kriminal Internasional Jeprat-jepret Kesehatan Kolom Kuliner Kultur Mataraman Raya Nasional Otomotif Pendidikan Politik Ratu Event Seni Budaya Serba-serbi Sportainment Tech Tempo Doeloe Travelling Tulungagungan Viral Wisata

Jauh dari Kata Seram dan Nuansa Mistis, Ini Sejarah dari Hutan Lali Jiwo Gunung Arjuno

Dharaka R. Perdana • Jumat, 17 Januari 2025 | 00:06 WIB

Pondok Lali Djiwo yang menjadi asal muasal nama hutan Lali Jiwo Gunung Arjuno (javapost.nl)
Pondok Lali Djiwo yang menjadi asal muasal nama hutan Lali Jiwo Gunung Arjuno (javapost.nl)

RADAR TULUNGAGUNG - Bagi pendaki gunung, nama Gunung Arjuno tentu tidak asing lagi, khususnya di Jawa Timur.

Apalagi Gunung Arjuno menyimpan cerita mistis mengenai hutan yang bernama Lali Jiwo ini.

Secara harfiah dalam Bahasa Indonesia berarti 'lupa diri' atau 'lupa jiwa'.

Baca Juga: Mantap, 23 di Trenggalek Dibonusi Alokasi Kinerja Dana Desa (AKDD), Mana Saja Mereka?

Sering kita dengar cerita bahwa jika pelanggar pantangan-pantangan tertentu maka akan tersesat di hutan Lali Jiwo.

Hal ini tidak lepas dari banyaknya berita pendaki yang tersesat ketika memasuki kawasan hutan Lali Jiwo.

Mereka seakan lupa soal arah kemana mereka akan pergi dan dari mana mereka datang sehingga akhirnya dikaitkan dengan asal muasal nama Lali Jiwo itu sendiri.

Baca Juga: Komentar Netizen Atas Banyaknya Kasus Dugaan Korupsi di Tulungagung

Banyaknya cerita soal pendaki tersesat itu memicu munculnya sebuah mitos bahwa hutan tersebut dinamakan 'Lali Jiwo'.

Karena mampu membuat orang hilang kesadaran dan seakan di hipnotis oleh makhluk halus sehingga melupakan jiwanya sendiri. Benarkah demikian?

Sayangnya, sejarah berkata lain. Menurut situs sejarah Belanda javapost.nl, Lali Jiwo bukan dinamai orang Jawa, melainkan oleh seorang Skotlandia yang bernama Duncan de Clonie MacLennan.

Baca Juga: Elpiji Melon Naik, Pedagang Makanan di Tulungagung Siap-Siap Ubah Harga Jualan

Lali Jiwo awalnya merupakan nama sebuah pondok persinggahan yang berada di tengah hutan, jauh terisolasi dari peradaban.

Dia ingin menamai pondokannya itu dengan nama yang putis, 'Vergeet uw Ziel' dalam Bahasa Belanda, atau 'Forgotten Soul' dalam Bahasa Inggris.

Namun akhirnya MacLennan berubah pikiran dan menggunakan bahasa lokal.

Sehingga diterjemahkannya menjadi 'Lali Djiwa', atau jiwa yang terlupakan (bukan diartikan sebagai 'lupa diri'), karena lokasi pondokannya yang sangat terisolir dan seakan terlupakan.

MacLennan merupakan seorang pekerja di perusahaan dagang Fraser Eaton di Surabaya.

Baca Juga: Daftar Gratis Menang Jutaan Rupiah, Instagram Reels Competition Wadah Kreativitas Pelajar di Tulungagung

Dia membeli tanah yang cukup luas di lereng Gunung Arjuno, dan membuatnya menjadi sebuah perkebunan berbagai komoditas.

Awalnya, MacLennan hanya mengunjungi perkebunannya itu pada waktu liburan saja, terutama saat cuaca di Surabaya sedang panas-panasnya.

Setelah keluar dari perusahaannya, ia kemudian menetap di tanah perkebunannya di Tretes bersama Anna Kovacic - istrinya yang seorang penari asal Austria.

Baca Juga: Awas “Kesandung” di Jalan Desa Tanjung Enam Tahun Rusak Belum Diperbaiki

Selain sebagai pedagang dan tuan tanah, MacLennan juga merupakan pemburu andal.

Setiap pekan ia masuk ke dalam hutan, mencari binatang buruan, dan membawa hasil buruan ke rumahnya di Tretes.

Dikarenakan jarak tempat berburu ke Tretes cukup jauh, ditambah medan yang cukup sulit, MacLennan akhirnya memutuskan membangun pondok persinggahan di lereng Gunung Arjuno pada ketinggian 2.500 meter.

Baca Juga: Ratusan Warga Desa Ngrandu Kecamatan Suruh Terdampak Tanah Gerak, Pemda Trenggalek-Pemprov Jatim Lakukan Ini

Bahkan letaknya jauh dari Tretes, dan pondokan tersebut diberi nama Lali Djiwa.

MacLennan kemudian membangun jalur pendakian dari Tretes ke pondok Lali Djiwa tersebut dan mempromosikan wisata berburu ke warga kulit putih yang berada di Surabaya.

Hanya dalam beberapa bulan, Lali Djiwa menjadi destinasi populer di kalangan masyarakat kulit putih Jawa Timur. ****

Editor : Dharaka R. Perdana
#sejarah hutan lali jiwo #gunung #Gunung di Jawa Timur #Alas Lali Jiwo #lali jiwo #hutan lali jiwo #Gunung Arjuno