RADAR TULUNGAGUNG - Saat Hari Raya Imlek tiba, etnis Tionghoa di Tulungagung yang menganut Konghucu biasanya bersembahyang di klenteng.
Sembahyang di klenteng merupakan bagian yang tak terpisahkan dari Imlek bagi etnis Tionghoa di Tulungagung khususnya.
Baca Juga: Eksistensi Etnis Tionghoa di Tulungagung Sudah Seabad Lebih, Lokasi Ini Jadi Bukti
Mereka pun memuliakan dewa dan untuk memohon keselamatan dan memanjatkan syukur atas rezeki yang didapat.
Klenteng Tjoe Tik Kiong di Jalan WR Soepratman Tulungagung tentu sudah bersolek menyambut Imlek.
Namun tahukah kamu jika dulu Klenteng Tjoe Tik Kiong tidak berada di lokasi sekarang berdiri?
Baca Juga: Ketua Umum IKSPI Kera Sakti Buka Suara Soal Konflik di Polsek Watulimo
Menurut sumber data inventaris 2003 Balai Pelestarian Cagar Budaya (Balai Pelestarian Kebudayaan) Trowulan, Mojokerto, Jawa Timur, bahwasanya Klenteng Tjoe Tik Kiong didirikan pada 1865.
Pada mulanya Klenteng Tjoe Tik Kiong berada di dekat Pasar Wage.
Kemudian pada 1866 keberadaan Klenteng Tjoe Tik Kiong pindah ke sebelah selatan, yang saat ini berdiri dan menjadi pusat peribadatan bagi orang Tionghoa.
Baca Juga: Ketua PC Pagar Nusa Trenggalek Tegaskan Tidak Terlibat Kasus Penyerangan Polsek Watulimo
Sehingga keberadaan Klenteng Tjoe Tik Kiong yang ada di daerah Tulungagung selain sebagai tempat peribadatan, merupakan sebagai simbolisasi keberadaan orang-orang Tionghoa dalam urusan perdagangan pada awal mulanya.
Pendirian klenteng sendiri secara umum yang terdapat di Indonesia dekat dengan pasar, atau sentral perekonomian masyarakat.
Selain itu, juga dekat dengan perkampungan etnis Tionghoa yang sehari-harinya menjalani aktivitas perekonomian maupun berdagang.
Sehingga sudah sewajarnya bangunan Klenteng Tjoe Tik Kiong Tulungagung berdekatan dengan Pasar Wage.
Mengingat daerah tersebut dulu hingga sekarang menjadi sentral perdagangan bagi masyarakat Tulungagung dan sekitarnya. ****
Editor : Dharaka R. Perdana
Sumber : muqoddimahngrowo.wordpress.com