RADAR TULUNGAGUNG - Jalur Tulungagung-Trenggalek merupakan salah satu jalur kereta api mati yang ada di Jawa Timur.
Jalur Tulungagung-Trenggalek berada dalam wilayah kerja Daop 7 Madiun.
Jalur Tulungagung-Trenggalek yang berakhir di wilayah Tugu ini secara resmi ditutup pada 1943.
Baca Juga: Jelang Libur Panjang Imlek Tiket Kereta Api Laris Manis, Daop 7: 100 Persen Tempat Duduk Terjual
Saat ini masih bisa ditemukan beberapa sisa jalur Tulungagung-Trenggalek, meskipun sebagian besar sudah hilang.
Ternyata selain jalur Tulungagung-Trenggalek, ada 13 kereta api lain di wilayah Daop 7 Madiun yang juga sudah mati.
Berikut rinciannya:
1. Madiun - Ponorogo - Slahung
Jalur kereta api ini memiliki panjang 58 kilometer dan secara resmi ditutup pada 1984.
Baca Juga: Inilah Arti Sebenarnya dari Malaise, Pemicu Matinya Jalur Kereta Api Tulungagung-Trenggalek
Saat masih aktif dulu, jalur kereta api ini melintasi tidak kurang 29 pemberhentian.
Namun sekarang di jalur ini sekarang hanya menyisakan Stasiun Madiun yang masih beroperasi.
2. Ponorogo - Badegan
Jalur kereta api ini juga merupakan percabangan dari Stasiun Ponorogo pada zaman dulu.
Jalur kereta api sepanjang 17 kilometer ini menuju wilayah Ponorogo barat yakni Kecamatan Badegan.
Ketika masih aktif, jalur kereta api ini melintasi 10 pemberhentian hingga akhirnya ditutup pada 1943.
3. Barat - Lanud Iswahyudi
Jalur kereta api mati yang ini bisa dikatakan yang paling muda jika dilihat dari waktu penutupan.
Karena jalur kereta api sepanjang 5 kilometer ini baru berhenti beroperasi pada 2008.
Saat ini hanya Stasiun Barat (sekarang Stasiun Magetan) yang masih beroperasi.
4. Jombang - Pare - Kediri
Saat ini masyarakat Jombang yang hendak menuju Kediri menggunakan kereta api hanya bisa lewat jalur barat atau Kertosono, Nganjuk.
Namun pada zaman dahulu, ada jalur kereta api dari Jombang ke Kediri via Pare sepanjang 50 kilometer.
Saat itu, ada 30 pemberhentian hingga akhirnya ditutup pada 1984.
Kini, tersisa Stasiun Jombang dan Stasiun Kediri yang masih aktif.
5. Pelem - Papar
Jalur sepanjang 13,6 kilometer ini sekarang tinggal cerita.
Padahal sebelum ditutup pada 1984, jalur ini dimanfaatkan masyarakat Pare dan sekitarnya menuju Papar.
Dari 8 pemberhentian yang pernah ada, kini menyisakan Stasiun Papar yang masih aktif.
6. Pulorejo - Ngoro
Jalur sepanjang 5,7 kilometer ini resmi ditutup pada 1943.
Pada zaman dulu, jalur kereta api ini melintasi 5 pemberhentian.
7. Pesantren - Wates
Senasib dengan jalur kereta api Pulorejo - Ngoro, jalur kereta api sepanjang 13,6 kilometer ini juga ditutup pada 1943.
Saat masih aktif, jalur kereta api ini melintasi 9 pemberhentian.
8. Pare - Kepung
Jalur kereta api yang ditutup pada 1943 masih ada di wilayah Kediri Raya.
Yakni jalur Pare - Kepung sepanjang 11,8 kilometer dan melintasi 9 pemberhentian.
Baca Juga: Sempat Mengalami Perubahan Relasi Perjalanan, Berikut Sejarah Kereta Api Brantas
9. Tulungrejo - Konto
Jalur sepanjang 8,7 kilometer ini dulu melintasi 5 pemberhentian.
Namun pada 1972 jalur kereta api ini resmi ditutup.
10. Ngoro - Kandangan
Jalur sepanjang 7,3 kilometer ini ditutup padda 1972.
Sebelum penutupan, jalur ini memiliki 6 pemberhentian.
11. Gurah - Kawarasan
Sebelum ditutup pada 1943, jalur ini memiliki 7 pemberhentian.
Saat ini jalur kereta api sepanjang 9,4 kilometer ini tinggal cerita.
12. Brenggolo - Jengkol
Jalur sepanjang 10,2 kilometer ini resmi ditutup pada 1943.
Dulu ada 3 pemberhentian di jalur ini
Baca Juga: Ini Biang Kerok Matinya Jalur Kereta Api Tulungagung-Trenggalek, Dampaknya Luar Biasa pada 1930
13. Jombang - Babat
Jalur sepanjang 68,3 kilometer ini pada zaman dulu melayani masyarakat Jombang yang hendak menuju wilayah utara.
Sayangnya pada 1981, jalur kereta api ini ditutup karena kalah bersaing dengan moda angkutan darat lainnya.
Dulu ada 20 pemberhentian, namun sekarang tersisa Stasiun Jombang dan Stasiun Babat yang masih aktif.
Editor : Dharaka R. Perdana