RADAR TULUNGAGUNG - Jalur Madiun-Ponorogo pada zamannya memiliki 17 pemberhentian kereta api, termasuk stasiun maupun halte.
Salah satunya Stasiun Kanigoro yang menjadi salah satu pemberhentian kereta api di jalur Madiun-Ponorogo, tepatnya di dekat Pabrik Gula (PG) Kanigoro Madiun.
Baca Juga: Langganan Pedagang, Ini Sekelumit Sejarah Jalur Kereta Api Madiun-Ponorogo
Stasiun Kanigoro dibangun pada tahun 1907 di ketinggian 78 meter.
Stasiun ini dulu digunakan untuk angkutan penumpang dan angkutan gula dari PG Kanigoro.
Seiring dengan berjalannya waktu, stasiun ini mulai sepi penumpang karena kecepatan kereta yang lambat dan mulai banyaknya moda transportasi lain berbasis jalan raya.
Baca Juga: Nyaris Terhubung Hingga Tulungagung, Berikut Sejarah Jalur Ponorogo-Slahung
Selain itu, prasarana kereta api yang sudah tua juga menjadi alasan ditutupnya jalur ini.
Akhirnya pada 1984 stasiun ini resmi ditutup.
Dilansir blusukanjalurmati.blogspot.com, bangunan stasiun nampak sepi tak berpenghuni.
Baca Juga: Ini Biang Kerok Matinya Jalur Kereta Api Tulungagung-Trenggalek, Dampaknya Luar Biasa pada 1930
Kondisi bangunan stasiun pun masih bisa dikatakan bagus dengan warna cat yang beraneka ragam.
Di sekitar stasiun sudah tidak bisa menemukan bekas rel kereta api.
Mungkin bekas rel sudah dicabuti warga untuk dijadikan pagar seperti yang terlihat di depan pabrik gula.
Dari Stasiun Kanigoro perkiraan saya jalur kereta melintas di tengah kebun dan persawahan milik warga menuju ke arah Ponorogo.
Sebenarnya sebelum sampai di Stasiun Kanigoro ada banyak bekas jalur kereta api tepat berdiri sejajar di samping jalan raya Madiun-Ponorogo.
Mungkin jika ditarik sebuah garis, bekas rel di Kertosari akan terhubung dengan Stasiun Kanigoro yang ada di sebelah utara. ****
Editor : Dharaka R. Perdana