Berita Daerah Ekonomi Entertainment Features Gaya Hidup Headline Hobi Hukum & Kriminal Internasional Jeprat-jepret Kesehatan Kolom Kuliner Kultur Mataraman Raya Nasional Otomotif Pendidikan Politik Ratu Event Seni Budaya Serba-serbi Sportainment Tech Tempo Doeloe Travelling Tulungagungan Viral Wisata

Pernah Mendukung Aktivitas Pabrik Gula Pagotan, Begini Nasib Stasiun Pagotan di Madiun

Dharaka R. Perdana • Senin, 27 Januari 2025 | 21:36 WIB

Bangunan bekas Stasiun Pagotan di Madiun (blusukanjalurmati.blogspot.com)
Bangunan bekas Stasiun Pagotan di Madiun (blusukanjalurmati.blogspot.com)

RADAR TULUNGAGUNG - Jalur kereta api Madiun-Ponorogo juga memiliki Stasiun Pagotan yang saat ini juga sudah tidak aktif.

Stasiun Pagotan terletak di Desa Pagotan, Kecamatan Geger, Kabupaten Madiun, adalah salah satu stasiun kereta api di jalur Madiun-Ponorogo yang sudah tidak aktif.

Baca Juga: Kalah Bersaing dengan Kendaraan Bermotor, Begini Nasib Stasiun Kanigoro di Madiun

Stasiun Pagotan ini dibuka pada 15 Mei 1907 bersamaan dengan peresmian jalur kereta api Madiun–Mlilir sepanjang 23,5 kilometer.

Tak berhenti di situ, pada 1 September 1907, jalur ini diperpanjang hingga Ponorogo dengan tambahan panjang 9 kilometer, sehingga total jalur mencapai 32,5 kilometer.

Pada masa operasionalnya, Stasiun Pagotan memiliki peran penting dalam mendukung aktivitas ekonomi lokal.

Baca Juga: Langganan Pedagang, Ini Sekelumit Sejarah Jalur Kereta Api Madiun-Ponorogo

Terutama karena lokasinya yang berdekatan dengan Pabrik Gula Pagotan.

Sehingga pengangkutan tebu dan gula berjalan dengan lancar melalui moda transportasi kereta api.

Berjalannya waktu jalur kereta api ini mengalami penurunan jumlah penumpang dan barang yang diangkut.

Baca Juga: Nyaris Terhubung Hingga Tulungagung, Berikut Sejarah Jalur Ponorogo-Slahung

Belum lagi meningkatnya persaingan dengan moda transportasi lain seperti kendaraan pribadi dan angkutan umum.

Akibatnya, pada akhir 1984, operasional jalur dan stasiun ini dihentikan.

Meskipun tidak lagi berfungsi sebagai stasiun aktif, bangunan Stasiun Pagotan tetap memiliki nilai historis yang signifikan.

Bangunan Stasiun Pagotan pun masih tegak berdiri.

Pada Agustus 2024, PT Kereta Api Indonesia (KAI) Daop 7 Madiun melakukan program sterilisasi dan pelestarian kawasan bekas Stasiun Pagotan.

Langkah ini mencakup perbaikan bangunan dan sterilisasi area stasiun untuk menjaga aset bersejarah tersebut serta memastikan keberlangsungan fungsinya di masa depan. ****

Editor : Dharaka R. Perdana
#jalur kereta api #stasiun pagotan #pabrik gula pagotan #madiun #kereta api #jalur madiun ponorogo #ponorogo