RADAR TULUNGAGUNG - Kejayaan jalur kereta api Pare - Kediri sekarang tinggal cerita.
Meskipun demikian, di sepanjang jalur kereta api Pare - Kediri masih ditemukan sisa-sisa saksi kejayaan.
Baca Juga: Banyak yang Tinggal Cerita, Dulu Jalur Kereta Api Pare - Kediri Langganan Pabrik Gula
Salah satunya Stasiun Pare yang berada tepat di pusat Kota Pare.
Stasiun Pare merupakan stasiun besar yang dibuka pada 1896 dan menjadi pusat bagi Kediri Stoomtram Maatschappij.
Stasiun Pare berada di sekitar Polres Kediri atau tepatnya di Jalan Panglima Besar Soedirman, Pare.
Baca Juga: Dulu Jalur Kereta Api Kediri dan Jombang Berjaya, Kebijakan Pemerintah Bikin Tinggal Cerita
Bangunan Stasiun Pare memiliki gaya kolonial dan terlihat kontras dengan bangunan sekitarnya.
Bangunan Stasiun Pare memiliki ukuran yang tidak begitu besar namun memiliki area yang cukup luas.
Sayangnya sekarang sudah berubah menjadi warung makanan.
Baca Juga: Langganan Pedagang, Ini Sekelumit Sejarah Jalur Kereta Api Madiun-Ponorogo
Dahulu di Stasiun Pare dilengkapi dengan menara air, dipo lokomotif, bengkel kereta api, dan sebuah kanopi di bagian emplasemen stasiun yang kemudian dipindah ke Stasiun Paron di Ngawi.
Stasiun Pare merupakan stasiun pusat dari KSM. Bangunan stasiun sendiri kini telah disulap menjadi warung sate dengan masih mempertahankan bentuk aslinya.
Di lingkungan Stasiun Pare nyaris tidak ditemukan bekas rel-rel yang ada di sana.
Di area emplasemen stasiun kini telah didominasi bangunan toko-toko yang cukup padat.
Di sekitar area stasiun ada beberapa rumah dinas pegawai KSM dengan gaya kolonial.
Masing-masing rumah dinas masih terdapat plakat bertuliskan KSM.
Baca Juga: Nyaris Terhubung Hingga Tulungagung, Berikut Sejarah Jalur Ponorogo-Slahung
Sebagian besar rumah-rumah dinas tersebut dihuni sebagai tempat tinggal dan terawat dengan baik.
Di sisi timur juga terdapat kantor KSM yang saat ini digunakan sebagai kantor Koramil.
Jika dilihat dari peta lawas, sebenarnya dari Stasiun Pare ini terdapat beberapa percabangan jalur tram.
Percabangan tersebut di antaranya menuju ke Kencong, Kepung, Papar (via Pelem), dan Kediri.
Namun dari semua jalur tersebut, hanya jalur menuju ke Kediri saja yang masih bisa dijumpai, karena sisanya telah dicabut saat Jepang menduduki Indonesia.
Di sebelah barat Stasiun Pare masih bisa dijumpai beberapa potongan besi rel dan tiang sinyal menuju arah Pelem.
Namun bekas tiang sinyal tersebut kondisinya sudah berkarat tak terawat. ****
Editor : Dharaka R. Perdana