RADAR TULUNGAGUNG - Gurah merupakan nama desa sekaligus kecamatan di Kabupaten Kediri yang dilintasi jalur kereta api Pare - Kediri.
Di Gurah bekas jalur kereta api Pare - Kediri masih banyak yang terlihat utuh.
Sekadar diketahui dari Bendo hingga Gurah sendiri sebenarnya banyak terdapat halte pemberhentian.
Baca Juga: Nyaris Tak Bersisa, Berikut Kisah Stasiun Pare yang Menjadi Pusat Kediri Stoomtram Matschappij
Di antaranya Adan-adan, Gayam, Wonokasian, Banjaranyar, dan Gurah.
Dari semua halte tersebut tak satupun yang menyisakan bekas bangunannya.
Di Gurah posisi rel jalur kereta api Pare - Kediri sedikit masuk ke dalam perkampungan.
Baca Juga: Apa Itu Program YESS yang Masih Diminati di Tulungagung? Berikut Penjelasannya
Bahkan di sebuah persimpangan jalur kereta api, diduga ada sebuah bangunan seperti rumah sinyal di dekat lampu merah Gurah.
Di bangunan tersebut terdapat tiga buah pintu kecil dan masing-masing pintunya terdapat pelat bertuliskan K K Goemoel, S T Goerah, S T 1 Paree.
Baca Juga: Tak Hanya Jalur Tulungagung-Trenggalek, Berikut 13 Jalur Mati Lain di Wilayah Daop 7 Madiun
Tak jauh dari lokasi rumah sinyal itulah terdapat bekas bangunan Stasiun Gurah yang memiliki bangunan cukup panjang.
Kini bekas bangunan stasiun dimanfaatkan sebagai kompleks pertokoan.
Di bagian emplasemen stasiun bisa terlihat bekas pijakan tempat naik turunnya penumpang kereta api.
Sayangnya di bagian emplasemen ini bekas relnya hanya sedikit yang masih tersisa karena tertutup bangunan dan tanah.
Di Stasiun Gurah sendiri pada zaman dahulu terdapat percabangan jalur menuju Pabrik Gula Gurah.
Selain itu di stasiun ini juga terdapat percabangan jalur menuju Jengkol dan Pabrik Gula Tiru.
Akan tetapi percabangan jalur tersebut sudah lama dicabut pemerintah Jepang. ****
Editor : Dharaka R. Perdana