RADAR TULUNGAGUNG - Kota Pare, Kediri nyata-nyata menjadi saksi bisu kejayaan jalur kereta api Pare - Kediri.
Selain Stasiun Pare yang menjadi salah satu stasiun besar di jalur kereta api Pare - Kediri, sebenarnya masih ada pemberhentian lain.
Baca Juga: Bekas Bangunannya Masih Ada, Ini Sekelumit Kisah Stasiun Gurah Kediri
Contohnya di Desa Pelem, Kecamatan Pare.
Sesuai dengan peta, di sini dahulu terdapat sebuah pemberhentian kereta api bernama Halte Pelem.
Akan tetapi bangunan Halte Pelem tersebut sudah tidak bersisa.
Baca Juga: Dulu Jalur Kereta Api Kediri dan Jombang Berjaya, Kebijakan Pemerintah Bikin Tinggal Cerita
Di Pelem sendiri dahulu juga terdapat percabangan jalur menuju Papar yang jalurnya telah dicabut oleh Jepang pada periode 1943 – 1944.
Melangkah sejengkal ke Desa Bendo. Di sini, sebelum Bendo terdapat satu pemberhentian tram yaitu Halte Sambirejo.
Baca Juga: Langganan Pedagang, Ini Sekelumit Sejarah Jalur Kereta Api Madiun-Ponorogo
Akan tetapi bekas bangunan halte tersebut kini sudah raib.
Di sepanjang perjalanan menuju Desa Bendo, bekas jalur tram masih banyak dijumpai dan posisinya tepat berada di sebelah jalan raya.
Di wilayah Desa Bendo ini dahulu terdapat Stasiun Bendo yang bercabang menuju Pabrik Gula Tegowangi.
Stasiun Bendo sendiri kini telah berubah menjadi Pasar Bendo.
Fisik bangunan stasiun memang sudah tidak tersisa karena telah berubah menjadi pertokoan.
Akan tetapi di depan komplek pasar, masih bisa menjumpai bekas jalur tram dan wesel.
Baca Juga: Tak Hanya Jalur Tulungagung-Trenggalek, Berikut 13 Jalur Mati Lain di Wilayah Daop 7 Madiun
Bekas tiang sinyal Stasiun Bendo pun juga masih bisa ditemui.
Apalagi tepat di depan Pasar Bendo dahulu terdapat pabrik gula bernama Tegowangi yang kini telah berubah menjadi pabrik rokok. ****
Editor : Dharaka R. Perdana