Berita Daerah Ekonomi Entertainment Features Gaya Hidup Headline Hobi Hukum & Kriminal Internasional Jeprat-jepret Kesehatan Kolom Kuliner Kultur Mataraman Raya Nasional Otomotif Pendidikan Politik Ratu Event Seni Budaya Serba-serbi Sportainment Tech Tempo Doeloe Travelling Tulungagungan Viral Wisata

Dulu Ada Jalur Kereta Uap di Malang Raya, Ini Jalur yang Dibangun Malang Stoomtram Maatschappij (MSM)

Dharaka R. Perdana • Selasa, 4 Februari 2025 | 00:16 WIB

Peta jalur tram di Malang Raya (Universiteit Leiden)
Peta jalur tram di Malang Raya (Universiteit Leiden)

RADAR TULUNGAGUNG - Sejarah jalur kereta api uap atau tram di Malang Raya tidak lepas dari keberadaan Malang Stoomtram Maatschappij (MSM).

Malang Stoomtram Maatschappij merupakan salah satu perusahaan swasta kereta api Hindia Belanda yang diberi konsensi untuk membuka layanan kereta api berbasis tram di Kota Malang.

Baca Juga: Setiap Hari Operasionalkan 76 Kereta, Segini Modal Kediri Stoomtram Maatschappij Bangun Jalur Kediri - Pare - Jombang

Malang Stoomtram Maatschappij ini didirikan pada 14 November 1897.

Malang Stoomtram Maatschappij berasosiasi dengan perusahaan tram sejenis yakni Kediri Stoomtram

Maatschappij (KSM) yang memiliki trayek antara Kediri – Pare - Jombang.

Baca Juga: Dipreteli Jepang, Percabangan Jalur Pelem- Papar di Kediri Lenyap Tak Berbekas

Malang Stoomtram Maatschappij sendiri berkantor pusat di daerah Jagalan Malang, dengan Stasiun Jagalan sebagai stasiun pusatnya.

Di awal pendirian perusahaan setelah memperoleh konsesi dari pemerintah Hindia Belanda, Malang Stoomtram Maatschappij mulai membangun jalur kereta api uap tram secara bertahap.

Hal ini dikarenakan terbatasnya dana yang dimiliki saat itu.

Baca Juga: Dulu Jalur Kereta Api Kediri dan Jombang Berjaya, Kebijakan Pemerintah Bikin Tinggal Cerita

Ada beberapa jalur kereta api yang dibuka dan berhasil diselesaikan MSM hingga 1908.

Di antaranya Singosari – Blimbing – Jagalan; Blimbing – Tumpang (arah bandara); Jagalan – Gondanglegi; Gondanglegi – Dampit (bercabang di Sedayu – Turen); dan Gondanglegi – Kepanjen.

Selain sebagai sarana angkutan penumpang, tram di Kota Malang juga ditujukan untuk angkutan hasil perkebunan seperti tebu.

Seperti diketahui bahwa di Kota Malang kala itu memang banyak berdiri pabrik gula (suiker fabriek).

Sebagai angkutan hasil industrinya menggunakan tram sebagai sarana distribusi ke stasiun-stasiun utama milik Staatsspoorwegen (SS) yang kemudian didistribusikan keseluruh Pulau Jawa maupun diekspor.

Total jalur yang berhasil dibangun oleh MSM sepanjang 85 kilometer.

Baca Juga: Nyaris Terhubung Hingga Tulungagung, Berikut Sejarah Jalur Ponorogo-Slahung

Jalur tersebut di antaranya adalah:

1. Malang – Bululawang

Jalur ini memiliki panjang 11 km dan dibuka pada 14 November 1897

2. Bululawang – Gondanglegi

Jalur ini memiliki panjang 12 km dan dibuka 4 Februari 1898

Baca Juga: Dua Stasiun di Sidoarjo Diaktifkan, Ini Perjalanan Kereta Api Dhoho dan Penataran Sesuai GAPEKA 2025

3. Gondanglegi – Talok

Jalur ini memiliki panjang 7 km dan dibuka 9 September 1898

4. Talok – Dampit

Jalur ini memiliki panjang 8 km dan dibuka 14 Januari 1899

5. Gondanglegi – Kepanjen

Jalur ini memiliki panjang 17 km dan dibuka 10 Juni 1900

6. Tumpang – Singasari

Jalur ini memiliki panjang 23 km dan dibuka 27 April 1901

7. Malang – Blimbing

Jalur ini memiliki panjang 6 km dan dibuka 15 Februari 1903

8. Sedayu - Turen

Jalur ini memiliki panjang 1 km dan dibuka 25 September 1908

Sayangnya semua jalur kereta api uap di Malang tersebut tinggal cerita dan hanya menyisakan bekas-bekasnya saja.

Editor : Dharaka R. Perdana
#jalur kereta api #malang #Malang Stoomtram Maatschappij #jalur kereta api malang #kota malang #jalur tram #kereta uap #MSM