Berita Daerah Ekonomi Entertainment Features Gaya Hidup Headline Hobi Hukum & Kriminal Internasional Jeprat-jepret Kesehatan Kolom Kuliner Kultur Mataraman Raya Nasional Otomotif Pendidikan Politik Ratu Event Seni Budaya Serba-serbi Sportainment Tech Tempo Doeloe Travelling Tulungagungan Viral Wisata

Ini Sisa-sisa Jalur Kereta Api Mati di Bululawang Malang, Dulu Mendukung Aktivitas Dua Pabrik Gula

Dharaka R. Perdana • Kamis, 6 Februari 2025 | 20:36 WIB

Potret Stasiun Bululawang Malang saat masih aktif dulu (Universiteit Leiden)
Potret Stasiun Bululawang Malang saat masih aktif dulu (Universiteit Leiden)

RADAR TULUNGAGUNG - Jalur kereta api mati Malang Raya, tepatnya antara Stasiun Jagalan dan Stasiun Gondanglegi masih menyisakan beberapa penanda penting.

Hal ini menandakan jika sisa-sisa jalur kereta api yang mati ini tertutup pesatnya pembangunan di Malang Raya.

Baca Juga: Bangunannya Sudah Tak Tersisa, Begini Posisi Halte Kendalpayak di Jalur Kereta Api di Malang Raya

Bahkan di Kecamatan Bululawang, Kabupaten Malang juga memiliki peninggalan jalur mati ini.

Salah satunya adalah Halte Sempalwadak

Jika melihat peta posisi Halte Sempalwadak, lokasinya berada agak masuk dari jalan raya atau tepatnya di sudut sebuah pertigaan jalan.

Baca Juga: Bekas Bangunannya Masih Ada, Ini Sekelumit Kisah Stasiun Gurah Kediri

Halte Sempalwadak memang lokasinya berada di area perkampungan di Kabupaten Malang.

Dahulu jalur tram di area tersebut terhubung dengan Pabrik Gula (Suiker Fabriek) Sempalwadak yang kini sudah non aktif.

Setelah Sempalwadak, jalur kereta api mati ini menuju Bululawang Malang.

Baca Juga: Setiap Hari Operasionalkan 76 Kereta, Segini Modal Kediri Stoomtram Maatschappij Bangun Jalur Kediri - Pare - Jombang

Di area tersebut bekas jalur tram masih banyak terlihat dan lokasinya masih berada di sebelah kiri jalan.

Bekas Stasiun Bululawang di sekitar area pasar, tepatnya di belakang pasar dengan bangunan yang tidak begitu besar.

Di emplasemen stasiun masih bisa menjumpai bekas jalur kereta yang telah tertutup oleh bangunan.

Stasiun Bululawang kini disewakan untuk toko kelontong dengan bentuk bangunannyapun masih asli.

Setelah Bululawang posisi rel berada di area perkampungan yang kemudian masuk ke area sebuah pondok pesantren.

Dari area pondok tersebut jalur tram kemudian berada di samping jalan raya lagi mendekatai lokasi Pabrik Gula Krebet.

Baca Juga: Nyaris Tak Bersisa, Berikut Kisah Stasiun Pare yang Menjadi Pusat Kediri Stoomtram Matschappij

Informasinya di sekitar Pabrik Gula Krebet masih terdapat bangunan halte bernama Halte Krebet.

Adanya jalur tram di area ini dahulu juga turut menyokong kegiatan distribusi gula PG Krebet.

Akan tetapi sayang seiring berjalannya waktu semua bentuk distribusi pabrik gula telah beralih menggunakan angkutan jalan raya. ****

Editor : Dharaka R. Perdana
#jalur kereta api #malang #halte sempalwadak #bululawang #pg krebet #stasiun bululawang #jalur kereta api mati #malang raya #jalur kereta #halte krebet