RADAR TRENGGALEK – Status Situs Semarum di Desa Semarum, Kecamatan Durenan, Trenggalek tidak banyak berubah.
Bahkan hingga detik ini, Situs Semarum belum ditetapkan sebagai cagar budaya Trenggalek.
Padahal bangunan petirtan ini diduga merupakan peninggalan Kerajaan Majapahit yang tersisa di Trenggalek.
Meski begitu, pemerintah sudah melakukan pengamanan terhadap penemuan struktur tersebut.
"Pemerintah tetap melakukan pengecekan setiap bulan, seperti keamanan kondisi situs ini," kata Niken, pemilik rumah di dekat Situs Semarum.
Wanita ramah tersebut mengatakan, para arkeolog masih melakukan penelitian terhadap situs tersebut.
Meski sudah dipastikan sebagai situs peninggalan sejarah, tetapi nantinya bakal digunakan sebagai cagar budaya untuk melestarikan bukti sejarah di Trenggalek.
Situs Semarum merupakan bangunan kuno yang tersusun dari bata yang terbentang sekitar 24 meter.
Serta kedalaman bangunan sekitar satu meter, yang diduga sebagai tempat pemandian pada zaman Majapahit.
"Saat ditemukan banyak batu-batu dan arca yang terpendam," ungkapnya.
Niken mengaku, situs tersebut digunakan sebagai tempat pemandian karena adanya Sungai Ngasinan di sekitar situs tersebut.
Hal ini juga berkaitan dengan Candi Brongkah yang memang terletak di tepi Sungai Ngasinan.
"Tidak hanya digunakan sebagai tempat bersuci, Sungai Ngasinan juga diduga menjadi tempat pembuangan abu," terangnya.
Meski sudah diamankan pemerintah, Situs Semarum bisa dikunjungi oleh siapa saja.
Tak ayal, kebanyakan pengunjung yang hadir merupakan mahasiswa dan pelajar dari masyarakat lokal maupun luar daerah.
Meski banyak wisatawan, dirinya tak pernah mematok harga untuk melihat penemuan tersebut.
"Saya tidak memungut biaya sedikitpun. Meski hanya penasaran maupun ingin mengetahui sejarahnya," tandasnya. ****
Editor : Dharaka R. Perdana