RADAR TULUNGAGUNG - Kerajaan Majapahit merupakan salah satu negara berdaulat yang pernah berdiri di Nusantara, jauh sebelum Indonesia ada.
Umumnya orang hanya memahami jika Kerajaan Majapahit berdiri di wilayah yang sekarang disebut Mojokerto.
Namun bagaimana sebenarnya gambaran mengenai tata kota Kerajaan Majapahit pada zaman dahulu?
Untuk mengetahui gambaran tata kota Kerajaan Majapahit tentu bisa melihat isi Kakawin Negarakertagama, khususnya pupuh VIII-XII.
Baca Juga: Nama Asli Penulis Kitab Negarakertagama Mencengangkan, Ternyata Dia Pejabat di Majapahit
Sekadar diketahui, kota pada masa itu bukanlah kota dalam arti kota modern.
Pigeaud (1962), ahli sejarah bangsa Belanda, dalam kajiannya terhadap Negarakertagama yang ditulis oleh Mpu Prapanca itu menyimpulkan bahwa Majapahit bukan kota yang dikelilingi tembok.
Baca Juga: Ini Nama Asli Kitab Negarakertagama dari Era Majapahit, Lokasi Penemuannya Bukan di Pulau Jawa
Melainkan sebuah kompleks permukiman besar yang meliputi sejumlah kompleks yang lebih kecil, satu sama lain dipisahkan oleh lapangan terbuka.
Tanah lapang digunakan untuk kepentingan publik, seperti pasar dan tempat pertemuan.
Baca Juga: Wilayah di Tulungagung Ini Sudah Disebut Sejak Zaman Majapahit, Kitab Negarakertagama Menulis Begini
Uraian tentang kota Majapahit dalam Negarakertagama itu telah dicari lokasinya di lapangan.
Maclaine Pont (1924-1926) merupakan salah satu peneliti yang menghubungkan batas kota Majapahit gambaran kota Majapahit yang tercatat dalam Negarakertagama dengan peninggalan situs arkeologi di daerah Trowulan, Kabupaten Mojokerto, Jawa Timur.
Dengan kitab di tangan kiri dan cetok di tangan kanan, ia menggali Situs Trowulan.
Hasilnya adalah sebuah sketsa tata kota Majapahit, dipadukan dengan peninggalanpeninggalan bangunan yang terdapat di Situs Trowulan.
Bentang kota Majapahit digambarkannya dalam bentuk jaringan jalan dan tembok keliling yang membentuk blok blok empat persegi.
Secara hipotetis Maclaine Pont menempatkan keraton raja Majapahit di sebelah timur Kolam Segaran, yaitu di sekitar lokasi sisa-sisa bangunan Candi Menak Jinggo.
Baca Juga: Asal-usul Nama Tulungagung Menurut Kitab Negarakertagama
Di sebelah selatan istana terdapat tempat kediaman pemimpin keagamaan.
Sebelah timur laut dan tenggara istana terdapat tempat kediaman para pendeta Brahma dan tempat pemandian.
Sampai sekarang hipotesis Maclaine Pont masih menjadi perdebatan para ahli. ****
Editor : Dharaka R. Perdana