Berita Daerah Ekonomi Entertainment Features Gaya Hidup Headline Hobi Hukum & Kriminal Internasional Jeprat-jepret Kesehatan Kolom Kuliner Kultur Mataraman Raya Nasional Otomotif Pendidikan Politik Ratu Event Seni Budaya Serba-serbi Sportainment Tech Tempo Doeloe Travelling Tulungagungan Viral Wisata

Di Setiap Batas Ibu Kota Majapahit Ditemukan Peninggalan Bersejarah, Yoni dari Situs Ini yang Terbesar, Ada yang Lain?

Dharaka R. Perdana • Senin, 17 Februari 2025 | 21:58 WIB

Yoni dari Situs Lebak Jabung yang sekarang menjadi koleksi Museum Trowulan Mojokerto (wilwatiktamadani.blogspot.com)
Yoni dari Situs Lebak Jabung yang sekarang menjadi koleksi Museum Trowulan Mojokerto (wilwatiktamadani.blogspot.com)

RADAR TULUNGAGUNG - Keberadaan tiga bangunan pemujaan di setiap batas ibu kota Majapahit di Trowulan, Mojokerto tidak bisa dikesampingkan begitu saja.

Bahkan di pinggiran ibu kota kerajaan yang juga bernama Wilwatikta ini ada beberapa peninggalan kejayaan Kerajaan Majapahit di Mojokerto.

Baca Juga: Strukturnya Mirip Candi Penataran Blitar, Begini Bangunan Pemujaaan di Batas Ibu Kota Majapahit di Trowulan Mojokerto

Salah satunya yoni dari Lebak Jabung yang ditemukan pada 1989, sekarang menjadi koleksi Museum Trowulan, Mojokerto.

Yoni berdenah segi delapan itu terbuat dari bahan batu andesit berukuran tinggi 77 sentimeter dan garis tengah 81 sentimeter.

Baca Juga: Tak Terpisahkan dengan Sekitarnya, Ternyata Ini Batas Situs Trowulan Mojokerto, Di Sinikah Ibu Kota Majapahit?

Yoni dari Sedah merupakan yoni terbesar dengan ukuran garis tengah badan 204 sentimeter dan tinggi 133 sentimeter.

Hal yang menarik, yoni ini juga memiliki denah segi delapan, sehingga membuka spekulasi tentang makna denah yoni naga itu.

Baca Juga: Masih Diperdebatkan para Ahli, Begini Tata Kota Majapahit Menurut Maclaine Pont

Mengapa dua kompleks pura di bagian selatan kota Majapahit, masing-masing memiliki yoni nagaraja dengan denah segi delapan?

Umumnya yoni berdenah segi empat, seperti yoni dari Situs Klinterejo, bekas pura Majapahit yang terletak di bagian timur laut kota.

Baca Juga: Tak Hanya Menukil Wilayah Tulungagung, Mpu Prapanca Juga Memasukkan Pesan Rahasia di Kitab Negarakertagama

Yoni di Situs Klinterejo tersebut berukuran tinggi 150 sentimeter dan lebar 189 X 183 sentimeter.

Pada salah satu sisi badan yoni Situs Klinterejo terpahat angka tahun dalam tulisan Jawa Kuna, yaitu tahun Saka 1294 (1372 Masehi).

Jika dilihat melalui GPS, dengan menarik garis dari Situs Lebak Jabung ke arah Situs Klinterejo dan Situs Sedah, diperoleh satu garis ke utara dan satu garis ke barat.

Dari Lebak Jabung ke Situs Klinterejo, berjarak sekitar 11 km ke arah utara dengan kemiringan 10 derajat.

Baca Juga: Nama Asli Penulis Kitab Negarakertagama Mencengangkan, Ternyata Dia Pejabat di Majapahit

Sedangkan dari Lebak Jabung ke Situs Sedah berjarak sekitar 9 km ke arah barat dengan kemiringan 5 derajat.

Berdasarkan pengukuran jarak dan arah ketiga situs satu sama lain, lokasi pura di bagian barat laut kota Majapahit dapat dicari di sekitar Tugu dan Badas, di wilayah Kecamatan Sumobito, Jombang.

Baca Juga: Ini Nama Asli Kitab Negarakertagama dari Era Majapahit, Lokasi Penemuannya Bukan di Pulau Jawa

Lokasi itu dekat dengan sudetan Sungai Konto yang berhubungan dengan Sungai Watudakon lalu bertemu dengan Sungai Brantas di sekitar Kota Mojokerto.

Upaya pencarian sisa pura dan yoni dengan hiasan naga bermahkota ke seluruh pelosok Desa Badas dan Tugu tidak memperoleh hasil.

Baca Juga: Wilayah di Tulungagung Ini Sudah Disebut Sejak Zaman Majapahit, Kitab Negarakertagama Menulis Begini

Namun demikian sebuah yoni ditemukan di tepi parit dekat jalan kereta api yang masuk wilayah Dusun Balongrejo di Desa Badas.

Yoni berdenah segi empat ini terbenam dalam tanah. Bentuk, ukuran, dan kualitas penggarapannya tidak sebanding dengan ketiga yoni sebelumnya.

Baca Juga: Sejarah Kalangbret di Tulungagung Bisa Dilacak dari Prasasti Mula Malurung dan Kakawin Negarakertagama, Isinya Mencengangkan

Yoni di Desa Badas berukuran kecil (tinggi 36 sentimeter dan lebar 42 sentimeter), polos dan tak ada hiasan nagaraja di bawah cerat.

Yoni tersebut telah beberapa kali pindah tempat dan akhirnya hilang ketika disurvei kembali oleh tim Balai Arkeologi Yogyakarta pada 2005. ****

Editor : Dharaka R. Perdana
#majapahit #trowulan #situs lebak jabung #yoni #situs sedah #kerajaan majapahit #situs klinterejo #mojokerto