RADAR TULUNGAGUNG - Wilayah Sumobito, Jombang yang berada di barat Trowulan, Mojokerto ternyata juga menyimpan peninggalan Majapahit.
Selain yoni dijumpai pula beberapa batu candi di Desa Badas yang menunjukkan pernah berdiri bangunan suci yang diduga dari era Majapahit di desa tersebut.
Peninggalan yang masih berdiri tegak adalah dua buah tugu batu di perempatan jalan Dusun Tugu, termasuk wilayah Desa Sebani, Kecamatan Sumobito, yang terdapat di utara Desa Badas.
Lazimnya kedua tugu itu disebut Tugu Sebani sesuai nama desa tempat keberadaan dua batu ini.
Kedua tugu batu itu seolah-olah merupakan tanda masuk ke wilayah Tugu-Badas apabila orang datang dengan perahu dari Sungai Brantas menyusur Sungai Watudakon di bagian utara.
Situs Tugu yang terletak di tepi sudetan Sungai Konto memliki karakteristik situs yang bersifat profan.
Di sekitar situs ditemukan sejumlah lumpang batu. Penggalian arkeologis menghasilkan artefak-artefak keseharian dari keramik, tembikar, serta tulang-tulang hewan sebagai sisa makanan.
Sebuah artefak tanah liat yang berbentuk menyerupai pemberat timbangan yang telah ditemukan dalam penggalian, menguatkan cerita rakyat bahwa daerah itu dulunya adalah pasar kuna dari masa Majapahit.
Di sebelah utara Situs Tugu Badas yang dipisahkan oleh sudetan Sungai Konto ditemukan tiga tugu batu dan sebuah lingga semu di wilayah Desa Mentoro.
Baca Juga: Masih Diperdebatkan para Ahli, Begini Tata Kota Majapahit Menurut Maclaine Pont
Tugu batu bentuknya sama dengan patok batu di Situs Tugu, yaitu bentuk denah segi empat di bagian bawah, sedangkan di bagian atas segi delapan.
Lingga semu bentuknya segi empat di bagian bawah, sedangkan bagian atas bulat.
Data yang diperoleh melalui survei dan penggalian arkeologis di Situs Mentoro pada 2005 menunjukkan adanya permukiman masa Majapahit di tepi sungai yang sudah hilang.
Sungai itu berhubungan dengan Sungai Brantas di sebelah utara.
Situs Tugu sendiri berada dalam satu garis utara-selatan dengan Situs Mentoro sebagai permukiman di tepi sungai.
Diperkirakan tempat-tempat itu sebagai pelabuhan sungai masa Majapahit.
Editor : Dharaka R. Perdana